Niat Sholat Bada Isya dalam Bahasa Arab, Teks Latin, dan Artinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Niat sholat bada Isya sering dicari umat Islam. Salat setelah Isya sering dikenal dengan sebutan ba’diyah Isya atau salat rawatib Islam. Salat ini merupakan salah satu salat sunnah yang mempunyai banyak keutamaan.
Ketika memasuki bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melakukan banyak ibadah kepada Allah Swt, baik ibadah yang bersifat wajib atau ibadah yang bersifat sunnah.
Salah satu ibadah yang dapat dilakukan umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan mengerjakan salat sunnah setelah Isya.
Mengutip buku Panduan Lengkap Shalat, Doa, Dzikir, dan Shalawat oleh Ust. Enjang Burhanudin Yusuf, M.Pd (2016: 115), salat sunnah rawatib merupakan salat sunnah yang mengiringi salat fardu, baik yang dikerjakan sebelum salat fardu (disebut salat qabliyah), maupun sesudah (disebut salat ba'diyah).
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Niat Sholat Bada Isya dan Tata Caranya
Berikut merupakan niat sholat bada isya bahasa Arab beserta artinya yang harus diketahui dan dihafal oleh umat Islam berdasarkan buku yang berjudul Islamic Studies #1 Buku Catatan Materi & Aktivitas Perkembangan Mengaji, Fachry Ali, (2022:57).
اُصَلِّى سُنَّةً الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَة ِللهِ تَعَالَى
"Usholi Sunnatal Isyaa’i Rok’ataini Ba’diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala."
Artinya: Aku niat mengerjakan salat sunnah sesudah Isya 2 rakaat, menghadap kiblat karena Allah ta’ala.
1. Tata Cara Mengerjakan Salat Bada Isya
Inilah tata cara dalam mengerjakan salat bada Isya yang harus dipahami umat Islam agar tidak salah dalam melakukan ibadah tersebut.
Membaca niat salat bada Isya seperti yang sudah disampaikan di atas.
Membaca kalimat takbiratul ihram sebagai tanda dimulainya ibadah salat tersebut.
Membaca bacaan iftitah, adapun bunyi bacaan doa iftitah adalah sebagai berikut:
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ"
Allaahu akbar kabiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa'ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya: "Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji hanya kepunyaan Allah. Maha Suci Allah pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku (hatiku) kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri, dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim."
Membaca surah Al-Fatihah.
Membaca surat pendek seperti An Nas, Al Lahab, Al Falaq, atau yang lainnya.
Ruku'.
Sujud.
Membaca doa tahiyat akhir.
Salam dengan menoleh ke arah bahu kanan lalu ke bahu kiri.
Keutamaan Salat Bada Isya atau Salat Rawatib
Berdasarkan buku yang berjudul Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis, Nasrul Umam Syafi’i dan Lukman Hakim, (2007:1), salat sunnah rawatib adalah salat sunnah yang mengiringi salat fardu.
Salat ini dikerjakan sebelum atau sesudah salat fardu dengan ketentuan-ketentuan. Ada dua macam salat sunnah rawatib, yaitu muakkadah dan ghairu muakkadah.
Yang dimaksud muakkadah artinya salat sunnah yang ditekankan atau yang kuat hukum sunnahnya. Para ulama banyak menyebutkan salat sunnah muakkadah merupakan salat sunnah yang mendekati wajib.
Sedangkan salat sunnah ghairu muakkadah merupakan salat sunnah yang kedudukannya lebih ringan dari pada salat sunnah muakkadah. Salat sunnah rawatib ini terdiri dari 22 rakaat dengan pembagian sebagai berikut:
Salat sunnah rawatib muakkadah:
Empat rakaat sebelum dhuhur
Dua rakaat sesudah dhuhur
Dua rakaat sesudah magrib
Dua rakaat sesudah isya
Dua rakaat sebelum shubuh
Dua rakaat sesudah jumat
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis dibawah ini.
عَنْ أَبِي عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَحفظتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتِ رَكْعَينِ قَبْلَالظهر ورَكَعين بعدَهَاوَرَكْعَينَ بَعْدَ المغرب فيبيْهِ وَرَكَعَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِفي بيته وَرَكَعَين قبلصلاة الصبح
Artinya:
Dari Ibn Umar r.a. berkata, "Saya menghafal sepuluh rakaat salat sunah dari Nabi saw. yakni dua rakaat sebelum dhuhur, dua rakaat sesudah dhuhur, dua rakaat sesudah maghrib di rumahnya, dua rakaat sesudah isya di rumahnya dan dua sebelum subuh dan dua rakaat sesudah Jumat."(HR. Bukhari Muslim).
Salat sunnah rawatib ghairu muakkadah:
Dua rakaat atau empat rakaat sebelum ashar
Dua rakaat sebelum magrib
Dua rakaat sebelum isya
Berdasarkan buku Hadis Ahkam, Hikmatullah, (2023:98), keutamaan salat sunnah dzuhur baik qabliyah maupun ba'diyah dan salat sunnah sesudah salat maghrib dan sesudah isya dijelaskan dalam hadis, yang artinya sebagai berikut:
عَنْ أَمْ حَبِيبَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ اِثْنَى عَشَرَةَ رَكْعَةً بَنَى بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ : أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ (رواه الترمذي)
Artinya: "Siapa yang salat sehari semalam dua belas rakaat, maka dibangunlah baginya sebuah rumah di surga, yaitu 4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat sesudah dzuhur, 2 rakaat sesudah maghrib, 2 rakaat sesudah isya' dan 2 rakaat sebelum subuh." (HR. Turmudzi)
Sedangkan menurut buku yang berjudul Fikih Wanita oleh Ust. Muiz Al-Bantani (2017: 91), mengenai keutamaan salat sunah rawatib diterangkan dalam sebuah hadis Ummu Habibah yang berkata bahwa ia mendengar Nabi Muhammad saw. bersabda:
"Barang siapa mengerjakan sholat 12 rakaat (sunnah Rawatib) sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga." (HR. Muslim)
1. Hikmah Salat Rawatib
Adapun beberapa hikmah yang akan diperoleh umat Islam ketika mengerjakan salat rawatib berdasarkan buku yang berjudul Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis, Nasrul Umam Syafi’i dan Lukman Hakim, (2007:6), adalah sebagai berikut:
Diriwayatkan oleh Ibn Habibah bahwasannya orang yang melakukan salat sunnah rawatib diharamkan atasrıya neraka.
مَنْ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَارْبَعًا بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
Artinya: Barangsiapa salat empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkannya neraka.
Orang yang senantiasa melakukan salat sunnah ini akan mendapatkan pahala yang lebih baik dari pada dunia dan segala isinya
عَنْ عَائِشَة قالت قال رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَكَعَا وَمَا فِيهَا مِنَ الدُّنيا الفجر خير
Artinya: Dari Aisyah berkata Nabi Muhammad saw. bersabda, "Dua rakaat salat fajar (qobliyah subuh) lebih baik dari pada dunia dan segala isinya." (HR. Turmidzi, Muslim dan Nasa'i)
Orang yang melakukan salat sunnah rawatib sebelum Dhuhur dan empat rakaat sesudah Dhuhur Allah akan menghindarkannya dari api neraka.
عَنْ أَمْ حَبِيبَة أَنَّهَا سَمِعَتِ النَّبِيَّ صلى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ركعات يقولُ: مَنْ حَافظ على اربع قبل الظهرِ وَارْبَعِ بَعْدَهَا حَرَّمَهُالله عَلَى النَّارِ فَوَاللَّهِ مَا تَرَكُهُنَّ مُنذُ يَوْمٍ سَمِعْتُهُنَّ إِلَى يَوْمِي هَذَا
Artinya: Dari Ummu Habibah bahwa sesungguhnya dia mendengar Nabi Muhammad saw, bersabda, "Barangsiapa yang menetapi dengan baik empat rakaat sebelum dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkannya dari api neraka. Demi Allah sejak saya mendengar ini saya tidak pernah meninggalkannya sampai hari ini." (HR. Turmidzi, Abu Daud, Ibn Majah dan Nasa'i)
Bagi orang yang melakukan salat sunnah sesudah Isya', Allah akan memberikan pahala seperti salat tahajjud dan yang melakukan salat ini dianggap telah mengerjakan salat malam Lailatul Qadar.
عَنِ الْبَرَّاءِ بْنِ عَازِبٍ عَنِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ صَلَّى قَبْلَ الظَّهْرِ أَرْبَعَا كَانَ كَانَمَا تَهَجَّدَ مِنْ لَيْلَتِهِ وَمَنْ صَلَّى هُنَّ بَعْدَ العِشَاءِ كَانَ كَمِيلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: Dari Al-Barra bin Ajib dari Nabi saw., beliau bersabda, "Barangsiapa yang salat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur, dia seperti mengerjakan salat tahajjud di malam hari dan barangsiapa yang melaksanakan salat sunnah empat rakaat sesudah isya, dia seperti salat tahajjud pada malam Lailatul Qodar." (HR. Said bin Mansur)
Orang yang senantiasa melakukan shalat sunnah rawatib akan mendapatkan karunia dan kasih sayang dari Allah Swt.
عَنْ ابْنِ عُمَرَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:رَحِمَ اللَّهُ امْرَاءَ صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
Artinya: Dari Ibnu Umar sesungguhnya Nabi Muhammad saw. bersabda, "Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang melaksanakan salat sunnah empat rakaat sebelum Ashar." (HR. Ahmad Abu Daud dan Turmudzi)
Itulah bacaan niat sholat bada Isya beserta artinya yang harus diketahui dan dihafal oleh umat Islam. (Ria)
Baca juga: Sholat Tasbih: Pengertian, Tata Cara, hingga Keutamaannya
