Konten dari Pengguna

Nilai-Nilai Ke-UGM-an Terdiri dari Nilai? Ini Penjelasannya untuk Mahasiswa Baru

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nilai-Nilai Ke-UGM-an Terdiri dari Nilai. Foto: Reezky Pradata/Shutterstock/KumparanNEWS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nilai-Nilai Ke-UGM-an Terdiri dari Nilai. Foto: Reezky Pradata/Shutterstock/KumparanNEWS

Nilai-nilai ke-UGM-an terdiri dari nilai apa saja? Memahami nilai-nilai ke-UGM-an bukan hanya bermanfaat untuk menambah wawasan, terutama bagi mahasiswa baru, tetapi juga membantu setiap individu mengenali identitas dan semangat yang diusung oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk budaya akademik, karakter, serta cara berpikir sivitas akademika selama menjalankan aktivitas di lingkungan kampus.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja nilai yang menjadi pedoman di UGM beserta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-Nilai Ke-UGM-an Terdiri dari Nilai yang Melekat di Civitas AAcademica

Para mahasiswa yang tergabung di Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) UGM. Foto: Tim PKM-RE UGM/ KumparanNEWS

Nilai-nilai ke-UGM-an terdiri dari nilai apa saja? Dikutip dari Jurnal Konsep Landasan Filosofis Pengembangan Ilmu Bersumber pada Nilai-Nilai Ke-UGM-an, Heri Santoso, dkk,. 2016: 291, dijelaskan bahwa hingga penelitian tersebut dilakukan belum terdapat dokumen resmi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan definisi operasional mengenai nilai-nilai ke-UGM-an.

Nilai merupakan sifat atau kualitas yang membuat sesuatu menjadi berharga, layak diinginkan, dihormati, dijunjung tinggi, serta pantas diperjuangkan karena mampu menjadi pedoman dan pengarah kehidupan manusia.

Berdasarkan pengertian tersebut, nilai-nilai ke-UGM-an dipahami sebagai seperangkat nilai yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh sivitas akademika UGM dalam menjalankan aktivitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.

Nilai-nilai tersebut juga berperan dalam memberikan arah, tujuan, dan makna bagi universitas sekaligus membentuk identitas serta menentukan masa depan UGM.

Berdasarkan hasil kajian terhadap Statuta, dasar hukum, dan berbagai peraturan UGM, peneliti menyimpulkan bahwa nilai-nilai ke-UGM-an merupakan kesatuan antara nilai-nilai Pancasila, kebudayaan Indonesia secara utuh, serta nilai-nilai yang melekat pada ilmu pengetahuan.

Ketiga unsur tersebut menjadi landasan dalam penyelenggaraan seluruh aktivitas akademik di Universitas Gadjah Mada. Secara rinci, konsep nilai-nilai ke-UGM-an mencakup tiga aspek utama yang terdiri atas:

  1. Pertama, nilai keilmuan yang bersifat universal dan objektif.

    Artinya, ilmu pengetahuan harus dikembangkan untuk mencapai kebenaran yang objektif melalui proses ilmiah. Pengetahuan tidak hanya dipandang sebagai kumpulan informasi, tetapi sebagai sarana untuk memahami kenyataan secara benar serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

  2. Kedua, nilai kebebasan akademik.

    UGM memandang kebebasan akademik sebagai salah satu hakikat universitas. Sivitas akademika, khususnya dosen dan peneliti, memiliki kebebasan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menyampaikan gagasan melalui mimbar akademik, serta melaksanakan tugas pendidikan dan penelitian. Namun, kebebasan tersebut harus dilaksanakan dengan penuh kebijaksanaan, tanggung jawab, dan tetap berlandaskan etika akademik sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

  3. Ketiga, nilai keadaban dan tujuan kemanusiaan.

    Setiap penelitian dan usaha ilmiah di UGM harus memiliki sifat beradab serta bersifat teleologis, yaitu memiliki tujuan yang jelas. Tujuan tersebut bukan sekadar menghasilkan pengetahuan baru, melainkan untuk mewujudkan keadaban, memberikan kemanfaatan, serta meningkatkan kebahagiaan umat manusia.

    Dengan demikian, ilmu pengetahuan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa maupun kemanusiaan secara luas.

Demikianlah penjelasan mengenai nilai-nilai ke-UGM-an yang dapat dipahami bagi seluruh sivitas akademika Universitas Gadjah Mada dalam menjalankan kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ilmu pengetahuan. (Idaf)

Baca juga: Mengapa Perlu Merumuskan Hipotesis Sebelum Melakukan Percobaan? Simak di Sini