Konten dari Pengguna

Obat Penunda Haid untuk Haji dan Aturan Pemakaiannya agar Aman Dikonsumsi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi obat penunda haid untuk haji. Foto: Image Point Fr/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat penunda haid untuk haji. Foto: Image Point Fr/Shutterstock

Haid menjadi salah satu kendala bagi jemaah wanita yang hendak dan sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Karena itu, banyak dari mereka yang mengonsumsi obat penunda haid untuk haji agar dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadahnya secara lengkap.

Mengutip buku Ensiklopedia Fikih Indonesia: Haji & Umrah oleh Ahmad Sarwat, Lc. M.A., obat penunda haid dapat segera bekerja sesaat setelah dikonsumsi tanpa perlu menghitung masa subur. Jenis jenis obat ini dianggap aman karena tidak berdampak pada keseimbangan hormonal setelah berhenti dikonsumsi.

Meski begitu, jemaah tetap harus memastikan bahwa obat yang dikonsumsi tidak berbahaya bagi kesehatannya. Lalu, apa saja obat penunda haid yang aman dikonsumsi jemaah haji?

Obat Penunda Haid untuk Haji

Ilustrasi minum obat penunda haid. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock

Dijelaskan dalam buku Ensiklopedia Fikih Wanita oleh Gus Arifin dan Sundus Wahdah, minum obat penunda haid untuk haji diperbolehkan selama ada izin dan rekomendasi dari dokter serta tidak menimbulkan bahaya pada dirinya sendiri.

Syekh Muhammad bin Al-Husain Al-Qammath menyatakan, “Dalam Fatawa Al-Qammath disimpulkan dibolehkan menggunakan obat untuk mencegah datangnya haid.” (Ghayah at-Talkhish al-Murad, 247)

Mengutip situs Sehat Negeriku Kemenkes, jemaah wanita yang ingin menunda haidnya saat beribadah haji dapat melakukan rekayasa hormonal. Caranya yaitu mengonsumsi obat yang mengandung hormon estrogen dan/atau progesteron dengan dosis tertentu.

Jemaah bisa mengonsumsi obat norethisterone 5 mg yang bekerja dengan cara meniru efek progesteron alami dalam tubuh untuk menunda menstruasi. Pemakaiannya disesuaikan dengan dosis yang sebelumnya telah ditentukan dokter.

Menurut dr. Mona, Sp. OG. dalam laman Sehat Negeriku Kemenkes, obat penunda haid untuk haji dengan kandungan progesteron digunakan dua minggu sebelum siklus haid berikutnya. Sedangkan, jika menggunakan obat yang mengandung hormon kombinasi (progesteron dan estrogen) bisa dikonsumsi di hari kedua sampai kelima siklus haid.

Obat tersebut harus dikonsumsi secara teratur sesuai dosis. Misalnya, jika dosis pemakaiannya adalah dua kali sehari, makan satu pil obat harus konsisten dikonsumsi setiap 12 jam sekali. Apabila konsumsi pertama pukul 7 pagi, pil kedua harus diminum pukul malam, tidak boleh lebih cepat ataupun terlambat.

Baca juga: Hukum Melanggar Larangan Ihram Haji dan Umroh

Ilustrasi minum obat. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Penggunaan obat penunda haid tersebut tidak bisa sembarangan. Jemaah harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, baik saat di Indonesia maupun ketika sudah sampai di Arab Saudi.

Pastikan bahwa obat yang dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping berbahaya dan justru menghalangi seorang Muslimah untuk beribadah secara khusyu.

Jika setelah minum obat muncul efek samping seperti kembung, nyeri kepala, mual, sulit tidur, demam, hingga nyeri payudara, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sebagaimana telah disebutkan, fuqaha memperbolehkan kaum Muslimah minum obat penunda haid untuk haji. Namun, seandainya jemaah tidak mengonsumsinya dan mengalami haid saat haji, mereka tetap boleh melanjutkan ibadahnya kecuali melakukan thawaf.

Ketika Aisyah haid saat haji, Nabi SAW bersabda: ‘Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari melakukan thawaf di Kakbah hingga engkau suci.’” (HR. Bukhari no. 305 dan Muslim no. 1211)

(ADS)

Baca juga: Rukhsah dalam Haji yang Memudahkan Jamaah saat Menjalani Ibadah

Frequently Asked Question Section

Bolehkah minum obat penunda haid saat haji?

chevron-down

Minum obat penunda haid untuk haji diperbolehkan selama ada izin dan rekomendasi dari dokter serta tidak menimbulkan bahaya pada dirinya sendiri.

Kapan sebaiknya minum obat penunda haid saat haji?

chevron-down

Obat penunda haid untuk haji dengan kandungan progesteron digunakan dua minggu sebelum siklus haid berikutnya.

Bagaimana cara kerja obat norethisterone?

chevron-down

Obat ini bekerja dengan cara meniru efek progesteron alami dalam tubuh.