Olahraga atau Olah Raga, Mana Kata yang Tepat dalam Bahasa Indonesia?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesalahan berbahasa sering ditemui dalam penulisan gabungan kata. Salah satu contohnya adalah penulisan kata olahraga atau olah raga.
Kata olahraga atau olah raga sudah sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Istilah ini dipakai untuk menyebut semua aktivitas fisik yang dilakukan untuk menyehatkan badan.
Meski sudah sering digunakan, penulisan kata ini masih sering keliru. Di antara kata olahraga dan olah raga ada satu yang tidak baku. Lantas, bagaimana penulisan kata yang tepat, olahraga atau olah raga?
Kata Baku Olahraga atau Olah Raga
Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, kata olah raga tidak masuk dalam daftar kata baku. Saat mencari kata tersebut dalam kolom pencarian, penelusuran akan mengarahkan pada kata olahraga.
Jadi, kata yang benar adalah olahraga dengan penulisan disambung. Olahraga merupakan bentuk gabungan kata.
Mengutip buku Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, gabungan kata adalah dua kata yang digabungkan menjadi kata baru dan memiliki makna baru.
Olahraga terbentuk dari dua kata dasar, yakni kata olah dan raga. Secara harfiah, kata olah mempunyai arti mengolah dan kata raga mempunyai arti tubuh.
Adapun olahraga secara istilah dapat dimaknai sebagai kegiatan yang memerlukan ketangkasan, kemahiran, atau tenaga, yang dilakukan untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh.
Baca Juga: Peribahasa Indonesia: Pengertian, Ciri, Jenis-jenis, dan Contohnya
Penulisan Gabungan Kata
Kesalahan gabungan kata cukup sering terjadi dalam masyarakat. Agar tidak keliru, ketentuan penulisan gabungan kata yang benar dapat dilihat pada Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Adapun aturan penulisan gabungan kata antara lain sebagai berikut:
Gabungan kata yang menghasilkan kata umumnya dibentuk dari bentuk terikat (antar/ekstra/pra) dengan kata dasar, misalnya ekstrakulikuler, antarkota, prabayar. Gabungan kata jenis ini ditulis secara disambung.
Gabungan kata yang menghasilkan kata majemuk dibentuk dari kata dasar dengan kata dasar sehingga membentuk makna baru. Misalnya rumah sakit, anak tiri, anak bawang, buku tulis, tumpang tindih, dan orang tua.
Gabungan kata yang menghasilkan frasa dibentuk dari kata berimbuhan dan kata dasar, seperti bertepuk tangan, dan garis bawah.
Gabungan kata yang dibentuk dari dua kata yang diberi imbuhan penulisannya disambung. Misalnya mempertanggungjawabkan, kewarganegaraan, menandatangani.
Berikut ini contoh penulisan gabungan kata yang sering keliru.
Orangtua atau orang tua: penulisan gabungan kata yang benar adalah orang tua.
Antarkota atau antar kota : penulisan gabungan kata yang benar adalah antarkota.
Apalagi atau apa lagi: penulisan gabungan kata yang benar adalah apalagi.
Kilometer atau kilo meter: penulisan gabungan kata yang benar adalah kilometer.
Segitiga atau segi tiga : penulisan gabungan kata yang benar adalah segitiga.
Duka cita atau dukacita: penulisan kata yang benar adalah dukacita.
(GLW)
Frequently Asked Question Section
Apa itu EYD?

Apa itu EYD?
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah pedoman yang mengatur penulisan ejaan dan penulisan dalam Bahasa Indonesia.
Apa yang dimaksud kata baku?

Apa yang dimaksud kata baku?
Kosakata yang pengucapan dan penulisannya sudah diatur dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Apa yang dimaksud kata gabung?

Apa yang dimaksud kata gabung?
Gabungan dua kata yang membentuk kata baru dan makna baru.
