Konten dari Pengguna

Organ Gerak Hewan Avertebrata, dari Rangka Sederhana hingga Rangka Eksoskleton

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Organ gerak hewan avertebrata. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Organ gerak hewan avertebrata. Foto: Pixabay

Gerak adalah salah satu ciri hewan sebagai makhluk hidup. Bergerak dapat diartikan sebagai perpindahan tempat atau posisi, baik sebagian atau seluruh tubuhnya. Gerak yang terjadi pada hewan menggunakan organ yang tersusun dalam sistem gerak.

Organ gerak mempengaruhi seluruh aktivitas yang dilakukan oleh hewan seperti berjalan, berlari, berenang, memegang, meloncat, dan berbagai gerakan lainnya. Dalam hal alat gerak yang digunakan, hewan dan manusia memiliki kesamaan. Mengutip dari buku Arif Cerdas Untuk Sekolah Dasar Kelas 5 oleh Christiana Umi, alat gerak tersebut antara lain:

1. Alat gerak pasif berupa tulang

Tulang tidak dapat bergerak dengan sendirinya sehingga membutuhkan alat gerak aktif untuk memicu rangsangan gerakannya. Tulang pada hewan dan manusia tidak bisa menciptakan perintah gerakannya sendiri, meskipun begitu tulang memiliki peranan penting dalam sistem gerak tersebut karena menjadi organ yang terlihat secara langsung bentuk gerakannya.

2. Alat gerak aktif yaitu otot

Otot dalam tubuh hewan dan manusia terdiri dari suatu senyawa kimia yang membuatnya bergerak. Otot yang menempel pada jaringan tulang mampu menimbulkan respon gerakan yang dilakukan oleh tulang. Apabila otot dalam tubuh tidak berfungsi, tulang tidak memiliki kuasa untuk menggerakan anggota tubuh dari hewan atau manusia.

Organ gerak hewan avertebrata. Foto: Pixabay

Organ Gerak Hewan Avertebrata

Gerak pada hewan terjadi, baik kepada hewan jenis vertebrata, avertebrata, ataupun invertebrata. Hewan vertebrata dan avertebrata dibedakan berdasarkan tampilan luar yang dapat dilihat langsung. Secara mendasar, hewan vertebrata memiliki susunan tulang belakang dan tubuhnya tampak lebih kokoh.

Sebaliknya, hewan avertebrata memerlukan sebuah pelindung untuk dapat menjaga area tubuh mereka. Hewan avertebrata merupakan jenis hewan yang tidak bertulang belakang.

Ciri yang nampak pada jenis hewan ini adalah tidak memiliki susunan tulang belakang, susunan saraf yang terletak pada bagian perut bawah saluran pencernaan, memiliki rangka luar (eksoskeleton), dan otaknya tidak terlindungi oleh tengkorak.

Baca juga: Fungsi serta Nama Organ Gerak Kambing, Ikan, Katak, Burung dan Ular

Cacing salah satu contoh hewan avertebrata yang menggunakan organ gerak berupa otot dan rangka. Foto: Pixabay

Tidak semua hewan bergerak menggunakan organ yang sama. Sesuai dengan jenisnya, beberapa hewan menghabiskan waktu hidupnya untuk beraktivitas dan melekat pada cangkang atau pelindung permukaannya.

Pembahasan kali ini akan mengulas tentang organ gerak hewan avertebrata yang dikutip dalam buku Pasti Bisa Ilmu Pengetahuan Alam yang disusun oleh Tim Tunas Karya Guru. Organ gerak hewan avertebrata terdiri dari tiga macam, yaitu:

  • Rangka sederhana pada hewan spons

  • Otot dan rangka yang ditopang oleh tekanan cairan tubuh. Organ gerak ini dapat ditemukan pada jenis hewan cacing seperti cacing gilig, cacing pipih, dan cacing gelang yang dapat menggerakan seluruh badannya dari kepala hingga ekor

  • Otot dan rangka eksoskeleton yang berfungsi untuk melindungi jaringan lunak di dalamnya, contohnya pada bekicot dan udang. Eksoskeleton tidak dapat tumbuh sehingga harus dibuang dan diganti yang baru semasa perkembangannya.

(HDP)