OST Na Willa Sikilku Iso Muni dan Cerita di Balik Pembuatannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lagu “Sikilku Iso Muni” menjadi original soundtrack atau OST Na Willa yang berhasil mencuri perhatian publik menjelang penayangannya pada Lebaran 2026. Lagu ini menjadi pengiring film sekaligus bagian penting dalam menyampaikan emosi dan pesan cerita yang kuat kepada para penonton.
OST ini pertama kali diperkenalkan kepada publik dalam acara penutupan Festival Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta. Lagu tersebut dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman bersama para pemain anak film Na Willa. Hal tersebut menghadirkan suasana hangat dan penuh keceriaan khas dunia anak-anak.
OST Na Willa “Sikilku Iso Muni”
Dikutip dari Instagram resmi @nawillaofficial, OST Na Willa adalah lagu berjudul “Sikilku Iso Muni”. Secara bahasa, “Sikilku Iso Muni” berasal dari Bahasa Jawa yang artinya “kakiku bisa berbunyi.” Judul yang unik ini memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan cerita dalam film.
Lagu ini menggambarkan sudut pandang anak-anak dalam melihat dunia yang sederhana, penuh imajinasi, dan kadang mengubah kesedihan menjadi sesuatu yang terasa indah. Bahkan, di balik nuansa ceria yang terdengar, lagu ini sebenarnya terinspirasi dari momen yang menguras emosional dalam cerita.
Lagu ini diciptakan oleh trio musisi Laleilmanino, yang dipercaya menggarap soundtrack film ini. Dalam proses kreatifnya, mereka mengaku seperti “kembali ke masa kecil” untuk mendapatkan perspektif yang sesuai dengan karakter anak-anak dalam film tersebut.
Inspirasi utama lagu ini berasal dari adegan menyentuh yang melibatkan karakter Dul, seorang anak yang harus kehilangan kakinya dan menggunakan kaki palsu dari kayu. Meskipun situasinya tragis, sudut pandang anak-anak membuat momen tersebut terasa unik dan penuh keajaiban.
Menariknya, lagu ini sengaja dibuat untuk mewakili satu adegan spesifik dalam film, sehingga emosinya dapat terasa sangat kuat dan autentik. Hal ini membuat “Sikilku Iso Muni” bukan sekedar lagu biasa, melainkan bagian penting dari alur cerita dalam film.
Dari segi aransemen, lagu ini mengangkat nuansa vintage khas era 1960-an, sesuai dengan latar waktu film Na Willa yang berlatar di Surabaya pada masa tersebut. Sentuhan ragtime dan jazz memberikan warna klasik yang hangat dengan nuansa nostalgia.
Sutradara Ryan Adriandhy juga menegaskan bahwa musik dalam film ini menjadi pelengkap dan bagian dari cara bercerita. Lagu ini menjadi “jantung emosi” yang membantu penonton merasakan perjalanan karakter dalam film secara lebih mendalam.mendalam._
OST Na Willa “Sikilku Iso Muni” membuktikan bahwa sebuah lagu memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar hiburan. Dengan perpaduan cerita yang emosional, sudut pandang anak-anak, dan aransemen musik yang khas, lagu ini berhasil menghadirkan pengalaman yang menyentuh sekaligus menghangatkan hati. (Aya)
Baca juga: Jadwal Acara TV Lebaran 20 Maret 2026 di SCTV dan Trans7
