Panca Usaha Tani, Begini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bidang usaha tani menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat Indonesia. Setiap petani pasti menginginkan hasil yang terbaik ketika musim panen tiba.
Untuk meningkatkan hasil pertanian, diperlukan beberapa cara. Misalnya, intensifikasi pertanian yang dijalankan melalui program pancausaha tani. Kemudian dilanjutkan dengan sapta usaha tani.
Agar dapat mengetahui cara meningkatkan hasil pertanian secara lengkap, simak penjelasan berikut.
Cara Meningkatkan Hasil Pertanian
Menyadur dari laman pertanian.jatimprov.go.id, Iva Fachmawati menjabarkan cara meningkatkan hasil pertanian sebagai berikut:
1. Intensifikasi pertanian
Intensifikasi pertanian adalah cara mengolah lahan pertanian dengan bijak guna meningkatkan hasil pertanian. Intensifikasi pertanian bisa dilakukan dengan cara menjalankan program pancausaha tani yang berlanjut dengan sapta usaha tani.
2. Ekstensifikasi pertanian
Ekstensifikasi pertanian adalah upaya meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperluas lahan. Ekstensifikasi pertanian dilakukan dengan membuka area hutan, memanfaatkan daerah sekitar rawa, membuka semak belukar, serta membuka lahan pertanian yang belum digunakan. Kiat meningkatkan hasil pertanian ini banyak dilakukan pada daerah berpenduduk jarang.
3. Diversifikasi Pertanian
Diversifikasi pertanian adalah upaya memanfaatkan beberapa jenis produksi. Tujuannya, untuk menghindari ketergantungan pada salah satu jenis tanaman saja.
Cara pertama melakukan diversifikasi adalah dengan memperbanyak jenis kegiatan pertanian. Contohnya, petani pangan yang beternak ayam atau ikan.
Cara kedua, yaitu dengan menghasilkan beragam jenis tanaman dalam satu lahan. Contohnya, menanam tanaman jagung sekaligus padi pada satu ladang.
4. Mekanisasi Pertanian
Mekanisasi pertanian bisa dilakukan dengan memanfaatkan mesin-mesin pertanian modern. Teknik ini kerap digunakan di luar Pulau Jawa. Terutama pada daerah yang memiliki lahan pertanian luas.
Pada mekanisasi pertanian, tenaga manusia dan hewan tidak digunakan sebagai tenaga utama pengolah lahan.
5. Rehabilitasi Pertanian
Cara meningkatkan hasil pertanian selanjutnya adalah dengan merehabilitasi. Caranya dengan memperbaiki lahan yang awalnya tidak lagi berproduksi menjadi lahan yang kembali produktif.
Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengganti tanaman yang tidak lagi menghasilkan menjadi jenis tanaman yang menghasilkan.
Panca Usaha Tani
Mengutip dari Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 5 Semester 1 oleh Nidaul Janah, intensifikasi adalah pengolahan lahan pertanian dengan beberapa macam sarana. Misalnya, menerapkan pancausaha tani dan dilanjutkan dengan sapta tani.
Pancausaha tani sendiri berarti usaha meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Pancausaha tani terdiri dari:
Penggunaan pengairan (irigasi).
Penggunaan pupuk, baik pupuk kandang, pupuk hijau, maupun pupuk buatan.
Penggunaan bibit unggul.
Penggunaan obat pemberantas hama (pestisida).
Bimbingan dan penyuluhan melalui bimbingan massal (bimas) dan intensifikasi massal (inmas).
Melansir laman pertanian.jatimprov.go.id, langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam meningkatkan hasil pertanian melalui sapta usaha tani adalah sebagai berikut.
Pengolahan tanah yang baik
Pengairan secara teratur
Penggunaan bibit yang unggul
Melakukan pemupukan secara teratur sampai menyerap ke bagian bagian akar
Memberantas hama dan penyakit pada tanaman
Pengolahan setelah panen
(ZHR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan panca usaha tani?

Apa yang dimaksud dengan panca usaha tani?
Usaha meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Sebutkan macam-macam panca usaha tani!

Sebutkan macam-macam panca usaha tani!
Intensifikasi, Ekstensifikasi, Diversifikasi, Mekanisasi, dan Rehabilitasi pertanian.
Sebutkan kegiatan dalam panca usaha tani!

Sebutkan kegiatan dalam panca usaha tani!
1. Penggunaan pengairan (irigasi). 2. Penggunaan pupuk, baik pupuk kandang, pupuk hijau, maupun pupuk buatan. 3. Penggunaan bibit unggul. 4. Penggunaan obat pemberantas hama (pestisida). 5. Bimbingan dan penyuluhan melalui bimbingan massal (bimas) dan intensifikasi massal (inmas).
