Konten dari Pengguna

Pasar Modern: Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
14 Februari 2022 18:25 WIB
·
waktu baca 6 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi pasar modern. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasar modern. Foto: Pexels
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pasar modern merupakan pasar yang dikelola oleh manajemen modern dan umumnya terdapat di perkotaan. Pasar jenis ini menyediakan barang dan jasa dengan mutu pelayanan yang baik untuk konsumen.
ADVERTISEMENT
Pada pasar modern, penjual dan pembeli tidak bertransaksi secara langsung. Pembeli diharuskan melakukan pelayanan mandiri, termasuk dalam melihat dan mengambil barang yang diinginkan.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai pasar modern, mulai dari pengertian, fungsi, ciri-ciri, kelebihan dan kekurangan, jenis-jenis, hingga contohnya.

Pengertian Pasar Modern

Ilustrasi sebuah keluarga yang berbelanja di pasar modern. Foto: Pexels
Dikutip dari Buku Referensi Strategi Pemasaran 5.0 oleh Zulki Zuklifli Noor (2021: 5), pasar modern adalah pasar yang bersifat modern, menyediakan berbagai macam barang yang diperjualbelikan dengan harga yang pas, dan dilayani sendiri oleh konsumen tersebut.
Buku Ekonomi Pelajaran IPS Terpadu untuk SMP Kelas 8 oleh Mohammad Yasin dan Sri Ethicawati (2007: 26) menyebutkan pasar modern adalah pasar yang dibangun pemerintah, swasta, atau koperasi yang berbentuk mal, supermarket, department store, dan shopping center.
ADVERTISEMENT
Pada intinya, pengelolaan pasar modern dilakukan secara modern, bermodal relatif kuat, dan dikelola oleh pengusaha besar. Kenyamanan berbelanja menjadi faktor yang sangat diperhatikan dalam keberlangsungan pasar modern.
Proses tawar-menawar tidak dapat dilakukan seperti di pasar tradisional karena setiap barang yang dijual di pasar modern sudah dilengkapi dengan label harga pasti.
Pembangunan pasar modern merupakan contoh perubahan sosial yang direncanakan atau planned change. Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang diinginkan masyarakat atau dapat terjadi ketika dikehendaki oleh pihak tertentu.
Dalam hal pembangunan pasar modern, perubahan yang direncanakan terjadi karena adanya pengaruh modernisasi, yaitu cara hidup masyarakat yang berubah menjadi modern. Salah satu contoh pembangunan pasar modern dari pasar tradisional adalah Pasar Modern BSD yang menjajakan berbagai jajanan.
ADVERTISEMENT

Ciri-Ciri Pasar Modern

Ilustrasi seorang wanita berbelanja di pasar modern. Foto: Pexels
Dikutip dari Pemberdayaan Pasar Tradisional di Tengah Kepungan Pasar Modern oleh Dedi Mulyadi (2021: 13), pasar modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
ADVERTISEMENT
Adapun kelebihan dan kekurangan pasar modern seperti dikutip dari Panduan Mudah Menyusun SOP oleh Indra Mahardika Putra (2020: 121) adalah sebagai berikut.
1. Kelebihan Pasar Modern
2. Kekurangan Pasar Modern
ADVERTISEMENT

Fungsi Pasar Modern

Ilustrasi seorang konsumen yang memilih produk untuk dibeli. Foto: Pexels
Secara umum, pasar modern memiliki beberapa fungsi utama, di antaranya:

Jenis-Jenis Pasar Modern

Ilustrasi bagian dalam supermakret. Foto: Pixabay
Dikutip dari Pengantar Bisnis: Merajut Bisnis Lokal Menuju Bisnis Global beserta Kajian Hukumnya oleh I Putu Artaya dan Sulistyani Eka Lestari (2021: 63), pasar modern terdiri dari beberapa jenis sebagai berikut.
1. Supermarket
Supermarket merupakan tempat penjualan yang menyajikan barang-barang jenis tertentu yang bersifat spesial. Jenis barang yang diperdagangkan bersifat shopping goods, yakni tidak semua orang bisa membelinya.
ADVERTISEMENT
Untuk membeli barang tersebut, konsumen biasanya harus membandingkan terlebih dahulu dengan merek lainnya dari segi bahan, harga, kualitas, atau modal. Hanya konsumen kelas tertentu yang dapat membelinya, karena bukan jenis barang konsumsi atau kebutuhan sehari-hari.
Supermarket terdiri dari tiga macam, antara lain:
ADVERTISEMENT
2. Mini Market
Mini market menjual berbagai jenis barang dengan jumlah yang terbatas. Mini market umumnya menjual berbagai jenis produk tidak lebih dari 500 jenis dan memiliki ukuran bangunan yang relatif lebih kecil.
Ciri khas mini market adalah didirikan dengan lokasi yang dekat dengan pemukiman penduduk, seperti perumahan, perkampungan, atau lokasi tertentu yang dapat dengan mudah dijangkau penduduk ketika ingin berbelanja.
3. Hypermarket
Hypermarket memiliki bangunan yang lebih luas dibanding supermarket dan mini market. Biasanya, lokasi bangunan terintegrasi dengan lahan parkir kendaraan karena memang didesain dengan jumlah pengunjung yang banyak.
Jumlah produk yang dijual di hypermarket bisa mencapai 50 ribu jenis, bahkan lebih. Dengan kondisi seperti itu, koleksi barang yang dijual dapat dibandingkan oleh pembeli karena barang yang tersedia terdiri dari berbagai macam merek barang.
ADVERTISEMENT
4. Grosir
Grosir khusus melayani pembelian secara partai atau berbagai jenis produk yang sengaja disediakan. Setiap konsumen yang datang ke grosir senantiasa membeli dalam jumlah banyak, di mana barang yang telah dibeli di grosir akan dijual kembali secara langsung atau tidak langsung.
5. Toko Serba Ada (Toserba)
Barang yang dijual di toserba hampir mirip dengan koleksi di mini market, baik dari segi fisik maupun keragaman. Namun, jika dilihat dari jenis barang yang dijual, toserba memiliki ragam produk yang umumnya barang kebutuhan sehari-hari dan keperluan rumah tangga.

Contoh Pasar Modern

Ilustrasi contoh pasar modern adalah Lawson. Foto: Pixabay
Ada banyak contoh jenis pasar modern yang ada di Indonesia. Berikut beberapa nama pasar modern di Indonesia berdasarkan jenis-jenisnya.
1. Supermarket
ADVERTISEMENT
2. Mini Market
3. Hypermarket
4. Grosir
5. Toserba
(SFR)