Past Future Continuous Tense: Pengertian, Fungsi, dan Contoh Kalimatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika mempelajari bahasa Inggris, nantinya akan juga mempelajari beberapa fungsi tenses misalnya simple past tense dan simple future tense. Jika sudah mempelajari tensis tersebut biasanya tidak akan terlalu kesulitan dalam memahami past future continuous tense.
Hal tersebut dikarenakan tenses ini tercipta dari simple past tense dan simple future tense. Namun jika masih bingung dalam mempelajarinya, simak pembahasannya di bawah ini.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Past Future Continuous Tense
Dikutip dari buku CPR: New Foundation Concept In Mastering English halaman 34, disebutkan bahwa “past future continuous tense is used to explain an event or activity that will be happening in the future in a specific time that is predicted during the conversation takes place”.
Simpelnya, past future continuous tense yaitu perubahan kata kerja (tenses) yang digunakan untuk menjelaskan suatu peristiwa atau kegiatan di masa mendatang ketika berada di masa lalu saat perbincangan sedang berlangsung.
Bentuk ini umumnya digunakan untuk membuat rencana atau prediksi dengan menyebutkan waktu secara spesifik. Mengenai ciri khas kalimatnya yaitu menggunakan would + be + verb ing.
Fungsi Penting Past Future Continuous Tense
Bukan tanpa alasan, penggunaan past future continuous tense dalam bahasa Inggris memiliki beberapa fungsi khusus. Tanpanya, suatu kalimat akan sulit dipahami atau malah mengarah ke tenses jenis lainnya. Agar tidak kebingungan, coba perhatikan penjabaran berikut:
1. Menyatakan Aksi yang Menjadi Suatu Kebiasaan
Fungsi pertamanya adalah untuk menyatakan aksi atau perbuatan yang sudah menjadi kebiasaan. Mungkin sebenarnya pembaca sudah sering menggunakan kalimat yang dimaksud, tetapi belum tahu apa jenis tensesnya. Contoh penerapannya seperti:
I would read self-development book for a long time. (Saya akan membaca buku pengembangan diri untuk beberapa waktu).
I would sit here for a long time. (Saya akan duduk di sini untuk beberapa waktu).
2. Menyatakan Peristiwa yang Akan Terjadi dari Perspektif Masa Lalu
Menyatakan sesuatu yang akan terjadi ternyata bisa diungkapkan menggunakan perspektif masa lalu. Hanya saja penyusunan kalimatnya harus menggunakan aturan tertentu supaya mudah dipahami. Contohnya yaitu:
I should go to Semarang last year (Saya akan pergi ke Semarang tahun lalu).
I should a new camera for my best friend last week (Saya akan membeli kamera baru untuk sahabat saya minggu lalu).
3. Menunjukkan Suatu Aksi Kesukarelaan
Jika ingin menunjukkan suatu kejadian yang dilakukan secara sukarela, dapat menggunakan tense ini. Baik sadar maupun tidak, penggunaannya cukup sering. Berikut contoh yang bisa berguna untuk meningkatkan pemahaman:
I trusted you would do everything that I want (Saya percaya Anda akan melakukan semua yang saya inginkan).
I knew you would buy so many ice cream for the party (Saya tahu kamu akan membeli banyak sekali ice cream untuk pesta).
4. Menyatakan Aksi yang Menjadi Suatu Keharusan
Seseorang biasanya akan dihadapkan pada kondisi di mana dirinya harus melakukan sebuah tindakan. Mengenai poin ini, jika dijadikan sebuah kalimat maka bentuknya seperti penjelasan berikut:
My lecturer told that I should go to Turkey for join international conference (Dosen saya mengatakan bahwa saya harus pergi ke Turki untuk mengikuti konferensi internasional).
We should obey the rules (Kami harus mematuhi peraturan).
5. Menyatakan Sebuah Prediksi
Saat memprediksi hal-hal di masa depan, ternyata kita sedang menggunakan past future continuous tense. Berdasarkan rumus yang sudah ditetapkan, penerapannya yaitu sebagai berikut:
My old sister had a strong feeling that the weather would be very cold (Kakak saya punya firasat kuat bahwa cuaca akan sangat dingin).
I thought that the directors were going to evaluate all employees in the office (Saya pikir direktur akan mengevaluasi semua karyawan di kantor).
6. Menunjukkan Perencanaan
Untuk menunjukkan perencanaan, ada rumus khusus yang perlu diterapkan, yaitu dengan menambahkan were/was going to. Apabila masih bingung dengan model penyusunan kalimatnya, coba perhatikan contohnya di bawah ini:
I told you he was going to come to the party (Sudah kubilang dia akan datang ke pesta).
Jane said Sam was going to bring his sister with him, but he came alone (Jane bilang Sam akan membawa adiknya bersamanya, tapi dia datang sendiri).
7. Memberikan Sebuah Janji
Janji adalah hal umum yang biasa diucapkan oleh seseorang kepada orang lain, terutama ketika sedang membujuk. Tujuannya tentu untuk membuat lawan bicara yakin dengan sebuah kesepakatan. Contoh penerapannya yakni:
I already told Mark that when he arrived, we would go out for dinner wearing beautiful scarfs. (Saya sudah memberi tahu Mark bahwa ketika dia tiba, kami akan pergi makan malam menggunakan syal yang bagus).
My mom told me that she would come on time and bring a box of banana cake. (Ibu saya mengatakan kepada saya bahwa dia akan datang tepat waktu dan membawa satu kotak bolu pisang).
Contoh Kalimat Positif, Negatif, dan Interogatif
Secara umum, rumus past future continuous tense sudah dibahas pada ulasan sebelumnya. Kali ini akan dibahas rumus sekaligus contoh untuk membuat kalimat positif, negatif, dan interogatif dengan mudah:
Positif (+): Subject + Should / Would + Be + Verb-ing + Object.
Negatif (-): Subject + Should / Would + Not + Be + Verb-ing + Object.
Interogatif (?): Should / Would + Subject + Be + Verb-ing + Object + ?
Lalu, bagaimana dengan penerapannya dalam sebuah kalimat? Pertanyaan tersebut akan dijawab pada poin-poin berikut:
1. Kalimat Positif
The manager said that they would be filming a new drama. (Manajernya berkata bahwa mereka akan syuting drama baru).
The teacher said that they should be studying math. (Guru berkata bahwa mereka seharusnya belajar matematika).
My sister told me that she would be playing with my cats if she had time. (Kakakku memberitahuku bahwa dia akan bermain dengan kucingku jika dia ada waktu).
They would be preparing the presentation if the light didn't turn off. (Mereka akan mempersiapkan presentasinya jika lampunya tidak mati).
The singers should be performing their new song. (Penyanyi-penyanyi itu seharusnya menampilkan lagu baru mereka).
2. Kalimat Negatif
The sun would not be shining during the football match based on the weather report. (Matahari tidak akan bersinar selama pertandingan sepak bola berdasarkan laporan cuaca).
He would not be studying when his father came back from work. (Dia tidak akan sedang belajar ketika ayahnya kembali dari tempat kerja).
I was not playing game last night. (Saya sedang tidak bermain game tadi malam).
I would not be shopping by this time last Saturday. (Saya tidak akan sedang berbelanja pada waktu ini Sabtu kemarin pada saat berlibur).
My family would not be visiting your family last month according to our wedding plan. (Keluarga saya tidak akan sedang mengunjungi keluarga kamu menurut rencana pernikahan kita).
3. Kalimat Interogatif
Would my family be visiting your family last month according to our wedding plan? (Apakah keluarga saya akan sedang mengunjungi keluarga kamu bulan lalu sesuai dengan rencana pernikahan kita?)
Would the students be attending the first class at 07.30 by this time yesterday? (Apakah para murid akan sedang menghadiri kelas pertama pada jam 07:30 pada waktu ini kemarin?).
Would the sun be shining during the football match based on the weather report? (Apakah matahari akan bersinar selama pertandingan sepak bola berdasarkan laporan cuaca?)
Would he be studying when his father came back from work?(Apakah dia akan sedang belajar ketika ayahnya kembali dari tempat kerja?)
According to schedule, would the meeting be running when you arrived from Japan. (Berdasarkan jadwal, akankah pertemuan sedang berlangsung ketika kamu tiba dari Jepang?)
Baca juga: 16 Tenses dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Rumus, Kegunaan, dan Contohnya
Setelah membaca pemaparan di atas, pastinya sudah memiliki gambaran mengenai bagaimana past future continuous tense. Supaya lebih paham lagi, silakan berlatih membuat kalimat menggunakan rumus khusus untuk kalimat positif, negatif, dan interogatif. (nov)
