Patriarki: Pengertian, Penyebab, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Patriarki adalah suatu keadaan sosial, di mana laki-laki menggunakan kekuasaannya untuk mengendalikan perempuan dalam ranah publik maupun privat di masyarakat.
Perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan dianggap sebagai awal pembentukan budaya patriarki.
Sejarah patriarki dapat dilacak dari masyarakat yang mengalami modernisasi hingga masyarakat tradisional yang masih kental dengan praktik berburu.
Jadi, sistem patriarki bukan keadaan statis, tetapi senantiasa mengalami perubahan dan modifikasi seiring dengan waktu.
Pengertian Patriarki adalah
Secara bahasa, patriarki berasal dari kata "patriarkat", yaitu struktur yang menempatkan peran laki-laki sebagai penguasa tunggal atau sentral dari segala-galanya.
Sementara menurut istilah, patriarki adalah budaya atau keadaan sosial yang menempatkan laki-laki dalam posisi lebih tinggi dari perempuan.
Mengutip buku Pengantar Gender dan Feminisme (Pemahaman Awal Kritik Sastra Feminisme) oleh Alfian Rokhmansyah, masyarakat yang menganut sistem patriarki meletakkan laki-laki pada posisi dan kekuasaan yang dominan dibandingkan perempuan.
Laki-laki dianggap memiliki kekuatan lebih dibandingkan perempuan. Di semua lini kehidupan, masyarakat memandang perempuan sebagai sosok yang lemah dan tidak berdaya.
Berdasarkan sejarahnya, patriarki sejak awal membentuk peradaban manusia yang menganggap bahwa laki-laki lebih kuat (superior) daripada perempuan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, maupun bernegara.
Budaya patriarki tersebut secara turun-temurun membentuk perbedaan perilaku, status, dan otoritas antara laki-laki dan perempuan di masyarakat yang kemudian menjadi hierarki gender (feminin dan maskulin).
Penyebab Patriarki
Menurut Kate Millet dalam buku Sexual Politics, penyebab utama patriarki dilatarbelakangi oleh perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Masyarakat memandang perbedaan biologis antara keduanya merupakan status yang tidak setara.
Perempuan yang tidak memiliki otot atau fisiknya tidak seperti laki-laki dipercayai sebagai alasan mengapa masyarakat meletakkan perempuan pada posisi lemah (inferior).
Menurutnya, pondasi dasar dalam pembentukan budaya patriarki adalah keluarga, di mana ideologi patriarki terpelihara dengan baik dalam masyarakat tradisional maupun modern.
Sebagai unit terkecil dari patriarki, keluarga memberikan kontribusi besar dalam penguatan ideologi ini. Keluarga mendorong setiap anggotanya untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan aturan masyarakat yang menganut sistem patriarki.
Ideologi patriarki diperkenalkan kepada setiap anggota keluarga, terutama anak. Anak laki-laki maupun perempuan belajar dari perilaku kedua orang tuanya mengenai bagaimana bersikap, karakter, hobi, status, dan nilai-nilai lain yang dianggap tepat dalam masyarakat.
Perilaku yang diajarkan kepada anak dibedakan antara bagaimana bersikap sebagai seorang laki-laki dan perempuan. Adapun ideologi patriarki yang disosialisasikan kepada anggota keluarga terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1. Temperamen
Temperamen adalah komponen psikologi yang meliputi pengelompokan kepribadian seseorang berdasarkan kebutuhan dan nilai-nilai kelompok yang dominan. Hal itu memberikan kategori stereotipe kepada laki-laki dan perempuan.
Sebagai contoh, sifat yang melekat pada laki-laki antara lain kuat, cerdas, agresif, dan efektif, sedangkan sifat yang melekat pada perempuan adalah tunduk (submissive), bodoh, baik, dan tidak efektif.
2. Sex Role
Sex role merupakan komponen sosiologis yang mengelaborasi tingkah laku kedua jenis kelamin. Hal ini membedakan sikap pada setiap jenis kelamin, sehingga muncul stereotipe pada perempuan sebagai pekerja domestik (pekerja rumah tangga) dan laki-laki sebagai pencari nafkah.
3. Status
Status merupakan komponen yang menunjukkan bahwa laki-laki memiliki status superior dan perempuan inferior dalam masyarakat.
Adanya kesenjangan status ini menyebabkan kesempatan perempuan untuk memperoleh pekerjaan menjadi lebih rendah dibandingkan laki-laki.
Budaya patriarki membawa dampak buruk terhadap kaum perempuan, baik secara fisik maupun psikis. Contoh patriarki dalam kehidupan sehari-hari adalah fungsi dalam rumah tangga, di mana perempuan hanya mengabdi kepada suami.
Demikian penjelasan mengenai patriarki beserta pengertian, penyebab, dan contoh nyatanya dalam kehidupan masyarakat.
(SFR)
