Pelatihan pada Modul Tumbuh sebagai Perempuan dan Laki-Laki

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelatihan pada modul tumbuh sebagai perempuan dan laki-laki menjadi ruang pembelajaran penting yang dirancang untuk membantu peserta memahami proses tumbuh kembang diri secara utuh, baik dari sisi fisik, emosional, sosial, maupun nilai-nilai yang menyertainya.
Melalui pelatihan ini, peserta diajak mengenali perubahan yang terjadi dalam dirinya dengan pendekatan yang aman, empatik, dan menghargai perbedaan, sehingga setiap individu merasa diterima dan didengarkan.
Modul ini tidak hanya menyampaikan pengetahuan dasar, tetapi juga membuka ruang dialog yang reflektif agar peserta mampu membangun sikap saling menghormati antara perempuan dan laki-laki.
Pelatihan pada Modul Tumbuh sebagai Perempuan dan Laki-Laki untuk Memahami Jati Diri
Dikutip dari laman pintar.kemenag.go.id, mengungkapkan bahwa pelatihan pada modul tumbuh sebagai perempuan dan laki-laki disusun sebagai ruang pembelajaran yang bertujuan memperkuat pemahaman pendidik mengenai kesehatan reproduksi remaja secara utuh dan berimbang.
Pelatihan ini tidak hanya memuat transfer pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang lebih empatik, sehingga isu-isu sensitif dapat dibahas dengan cara yang aman, bermartabat, dan tetap berpijak pada nilai-nilai yang berlaku.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan secara daring dan bersifat asinkron, sehingga tidak terikat pada pertemuan tatap muka maupun jadwal tertentu.
Pendaftaran dibuka pada 8–10 Desember 2025, sementara pelaksanaan berlangsung pada 11–15 Desember 2025, dengan kewajiban bagi peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tuntas.
Latar belakang pelatihan ini berakar pada komitmen pemerintah melalui Undang-Undang Kesehatan yang menjamin pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi laki-laki dan perempuan sepanjang siklus kehidupan.
Kebijakan tersebut bertujuan menjaga serta meningkatkan kesehatan sistem reproduksi, yang pada akhirnya diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Dalam konteks tersebut, peran berbagai pihak menjadi penting, termasuk dukungan dari Program Right Here Right Now 2 (RHRN2) dan Power to Youth (PtY) yang dijalankan oleh Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI).
Program-program ini berfokus pada pemenuhan hak kesehatan reproduksi, sekaligus pada upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.
Upaya tersebut berjalan seiring dengan langkah Kementerian Agama yang telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan.
Regulasi ini kemudian diperkuat melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 83 Tahun 2023 yang memuat pedoman penanganan kekerasan seksual di lingkungan satuan pendidikan.
Kehadiran kebijakan ini menjadi landasan penting dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan berpihak pada perlindungan peserta didik.
Sejak Maret 2024, kolaborasi antara YGSI dan Kementerian Agama menghasilkan Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi untuk Remaja Perspektif Islam yang moderat, yang terdiri atas dua modul.
Modul tersebut telah melalui uji keterbacaan dan uji coba di Kabupaten Jombang dan Kabupaten Garut dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Harapannya, modul ini dapat diimplementasikan di madrasah dan pondok pesantren mulai tahun ajaran baru 2025 setelah diluncurkan secara resmi.
Pelatihan ini menyasar guru madrasah dan pondok pesantren, baik PNS maupun non-PNS Kementerian Agama, tanpa batasan pangkat, jenis kelamin, atau latar pendidikan umum.
Dengan pendekatan yang terstruktur dan moderat, pelatihan pada modul tumbuh sebagai perempuan dan laki-laki diharapkan mampu memperluas akses pendidik terhadap materi kesehatan reproduksi remaja yang kontekstual, berimbang, dan selaras dengan nilai-nilai Islam. (ARIF)
Baca juga: Pengertian Rekognisi Pembelajaran Lampau dalam Dunia Pendidikan dan Profesi
