Pembelajaran Menggunakan Pendekatan UbD dalam Kurikulum Merdeka

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu pertanyaan yang harus dialamatkan saat merencanakan pembelajaran menggunakan pendekatan UbD yaitu apa yang seharusnya dilakukan, diketahui, dan dipahami oleh murid di akhir pengajaran? Pertanyaan tersebut muncul pada saat guru akan…?
Sekilas pertanyaan di atas memang terlihat panjang, tetapi sebenarnya mengarah pada salah satu konsep utama dalam pendekatan Understanding by Design (UbD).
Mengutip jurnal Praktik Mengajar Understanding by Design (UbD) bagi Calon Guru Pendidikan Matematika di Universitas Sampoerna, Jakarta oleh Ramli, dkk (2023), UbD merupakan kerangka yang memandu guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran.
Menyusun Perencanaan Pembelajaran Menggunakan Pendekatan UbD dalam Kurikulum Merdeka
Salah satu pertanyaan yang harus dialamatkan saat merencanakan pembelajaran menggunakan pendekatan UbD yaitu apa yang seharusnya dilakukan, diketahui, dan dipahami oleh murid di akhir pengajaran?. Pertanyaan tersebut muncul pada saat guru akan…?
Jawaban yang tepat dari pertanyaan di atas adalah “Merumuskan tujuan pembelajaran.”
Pertanyaan "Apa yang seharusnya dilakukan, diketahui, dan dipahami oleh murid di akhir pengajaran?" muncul ketika guru sedang merumuskan tujuan pembelajaran dalam pendekatan Understanding by Design (UbD).
Pada tahap ini, guru terlebih dahulu menentukan hasil belajar yang ingin dicapai sehingga seluruh proses pembelajaran dapat diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Dalam Kurikulum Merdeka, perumusan tujuan pembelajaran dilakukan setelah guru memahami Capaian Pembelajaran (CP).
Selanjutnya, guru mengidentifikasi kata-kata kunci dalam CP untuk menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih operasional dan konkret.
Tujuan tersebut dirancang agar dapat dicapai peserta didik dalam satu atau beberapa kali pertemuan, sehingga pada akhir fase pembelajaran seluruh Capaian Pembelajaran dapat terpenuhi.
Saat merumuskan tujuan pembelajaran, guru belum menyusun urutan materi atau kegiatan belajar. Fokus utama pada tahap ini adalah menentukan kemampuan apa yang harus ditunjukkan peserta didik dan materi atau konsep apa yang perlu dipahami.
Oleh karena itu, tujuan pembelajaran umumnya memuat dua komponen utama, yaitu kompetensi yang harus dikuasai peserta didik serta lingkup materi atau konsep yang menjadi fokus pembelajaran.
Setelah tujuan pembelajaran selesai dirumuskan, langkah berikutnya adalah menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
ATP merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis agar peserta didik dapat mencapai Capaian Pembelajaran pada akhir fase.
Guru dapat menyusun ATP sendiri berdasarkan CP, mengembangkan contoh yang sudah tersedia, atau menggunakan ATP yang disediakan pemerintah sesuai kebutuhan.
Dalam penyusunannya, ATP memiliki beberapa prinsip penting. Tujuan pembelajaran harus disusun secara berurutan dari kemampuan yang sederhana menuju kemampuan yang lebih kompleks.
Penyusunan ATP pun harus mencakup satu fase pembelajaran secara utuh, serta berfokus pada pencapaian Capaian Pembelajaran.
Selain itu, alurnya dibuat linier, tidak bercabang, dan disesuaikan dengan karakteristik setiap mata pelajaran sehingga proses belajar berlangsung lebih terarah.
Lantas, apa itu Pendekatan UbD? Pendekatan Understanding by Design (UbD) sendiri merupakan pendekatan pembelajaran yang dikembangkan oleh Grant Wiggins dan Jay McTighe.
Berbeda dengan perencanaan pembelajaran pada umumnya, UbD menggunakan konsep backward design atau desain mundur. Artinya, guru memulai perencanaan dengan menentukan tujuan pembelajaran terlebih dahulu.
Selanjutnya, apa? Kemudian guru merancang bentuk penilaian yang dapat membuktikan ketercapaian tujuan tersebut, dan setelah itu baru menyusun kegiatan pembelajaran yang mendukung pencapaian hasil belajar.
Pendekatan ini bertujuan agar peserta didik benar-benar memahami materi, bukan sekadar menghafalnya. Pemahaman yang ingin dicapai mencakup enam dimensi, yaitu:
Kemampuan memberikan penjelasan
Melakukan interpretasi
Menerapkan konsep
Melihat berbagai perspektif
Menunjukkan empati
Melakukan refleksi atau peningkatan diri.
Dengan demikian, proses pembelajaran dirancang agar seluruh aktivitas di kelas saling berkaitan dan mengarah pada hasil belajar yang telah ditetapkan sejak awal.
Penerapan UbD dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu:
Tahap pertama adalah menentukan hasil yang diinginkan (identify desired results), yaitu menetapkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai peserta didik.
Tahap kedua adalah menentukan bukti penilaian (determine acceptable evidence) untuk memastikan bahwa tujuan tersebut benar-benar tercapai melalui berbagai bentuk asesmen, seperti tes, kuis, pengamatan, atau penugasan.
Tahap ketiga adalah merencanakan pengalaman belajar dan pembelajaran (plan learning experiences and instruction), yaitu memilih strategi, metode, urutan kegiatan, serta sumber belajar yang sesuai agar peserta didik mencapai tujuan yang ditetapkan.
Dalam pendekatan ini, guru memiliki peran penting sebagai perancang pembelajaran. Guru tidak hanya menentukan hasil belajar yang ingin dicapai, tetapi juga menganalisis kebutuhan peserta didik.
Selain itu, guru juga perlu memilih strategi pembelajaran yang efektif, serta melakukan evaluasi agar seluruh proses pembelajaran benar-benar mendukung tercapainya kompetensi yang diharapkan.
Dengan demikian, setiap tahap dalam UbD saling berkaitan, dimulai dari penetapan tujuan, penyusunan asesmen, hingga pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman peserta didik.
Itulah pembahasan mengenai pendekatan UbD dalam perencanaan pembelajaran. Pemahaman terhadap setiap tahapannya diharapkan dapat membantu guru menyusun pembelajaran yang lebih terarah dan berorientasi pada hasil belajar peserta didik. (Fikah)
Baca juga: Mana yang Bukan Merupakan Manfaat dari Belajar bagi Guru? Simak di Sini
