Konten dari Pengguna

Pendidikan Berkualitas merupakan Tujuan Pembangunan Nomor Berapa? Ini Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pendidikan Berkualitas merupakan Tujuan Pembangunan, Foto: Pixabay/kumparanNEWS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pendidikan Berkualitas merupakan Tujuan Pembangunan, Foto: Pixabay/kumparanNEWS

Dalam pembahasan Sustainable Development Goals, pertanyaan “Pendidikan berkualitas merupakan tujuan pembangunan nomor berapa?” muncul saat membahas target pembangunan global.

Isu pendidikan dipandang punya pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan lain, mulai dari kesejahteraan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Pendidikan Berkualitas merupakan Tujuan Pembangunan Nomor 4 dalam SDGs

Ilustrasi Pendidikan Berkualitas, Foto: Dok. JIS/kumparanNEWS

Mengutip situs https://pgsd.fip.unesa.ac.id, pendidikan berkualitas merupakan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs nomor 4.

Tujuan ini berfokus pada upaya memastikan semua orang mendapatkan akses pendidikan yang layak, inklusif, merata, dan berkualitas, sekaligus mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua kalangan.

SDGs merupakan singkatan dari Sustainable Development Goals, yaitu 17 tujuan global yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2015 dengan target pencapaian hingga 2030.

Dalam daftar tersebut, pendidikan dianggap sebagai salah satu fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan.

SDGs 4 tidak hanya membahas soal anak bisa sekolah atau tidak, tetapi juga menyoroti kualitas pembelajaran yang diterima.

Pendidikan diharapkan mampu membentuk kemampuan membaca, berhitung, keterampilan hidup, pola pikir kritis, hingga karakter yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan zaman.

Beberapa target utama dalam SDGs 4 meliputi:

  1. Pendidikan dasar dan menengah gratis serta berkualitas bagi semua anak.

  2. Akses pendidikan yang setara tanpa membedakan gender, kondisi ekonomi, maupun disabilitas.

  3. Pendidikan anak usia dini yang baik untuk mendukung perkembangan anak sejak dini.

  4. Kesempatan yang lebih luas untuk pendidikan vokasi, teknik, dan perguruan tinggi.

  5. Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi bagi anak muda maupun orang dewasa.

  6. Penghapusan kesenjangan pendidikan bagi kelompok rentan dan masyarakat tertinggal.

Di Indonesia, berbagai program sudah dijalankan untuk mendukung tercapainya SDGs 4. Salah satunya adalah Program Wajib Belajar 12 Tahun yang bertujuan agar seluruh anak Indonesia bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang menengah.

Selain itu, ada juga Program Indonesia Pintar yang memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Pemerintah juga terus membangun dan memperbaiki fasilitas pendidikan, terutama di daerah 3T atau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Langkah ini dilakukan agar akses pendidikan semakin merata dan tidak hanya terpusat di kota besar.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, Indonesia menghadirkan Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak.

Kedua program ini bertujuan meningkatkan kualitas sekolah sekaligus kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan. Selain itu, Kurikulum Merdeka juga menjadi bagian dari perubahan sistem pendidikan di Indonesia.

Kurikulum ini memberi ruang lebih fleksibel bagi guru untuk menyesuaikan metode belajar dengan kebutuhan siswa, sehingga proses belajar tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis.

Meski begitu, tantangan dalam mencapai SDGs 4 masih cukup besar. Kesenjangan kualitas pendidikan antar daerah masih terlihat jelas, terutama antara wilayah perkotaan dan pelosok.

Selain itu, kualitas tenaga pengajar, pemerataan fasilitas, hingga relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja modern juga terus menjadi perhatian. Pendanaan pendidikan juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.

Walaupun Indonesia telah mengalokasikan 20 persen anggaran negara untuk sektor pendidikan, penggunaan dana tersebut tetap perlu dikelola secara efektif agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Keberhasilan SDGs 4 tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah. Peran guru, orang tua, masyarakat, hingga sektor swasta juga sangat penting.

Guru menjadi ujung tombak pendidikan, sementara keluarga berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung anak berkembang.

Pendidikan berkualitas memiliki dampak jangka panjang yang besar. Individu yang mendapatkan pendidikan baik cenderung memiliki peluang kerja lebih luas, kondisi kesehatan lebih baik, serta kemampuan mengambil keputusan yang lebih bijak.

Di sisi lain, negara dengan kualitas pendidikan tinggi biasanya memiliki pertumbuhan ekonomi lebih baik dan tingkat kemiskinan yang lebih rendah.

Lebih jauh lagi, pendidikan juga membantu mendukung tujuan pembangunan lainnya, seperti pengurangan kemiskinan, kesetaraan gender, kesehatan, hingga terciptanya masyarakat yang damai dan sejahtera.

Oleh sebab itu, SDGs 4 sering disebut sebagai salah satu kunci utama pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Dengan kerja sama semua pihak dan komitmen yang terus dijaga, target SDGs 4 diharapkan bisa tercapai sehingga setiap anak Indonesia memperoleh hak pendidikan yang layak, berkualitas, dan mampu membantu meraih masa depan yang lebih baik. (Fikah)

Baca juga: Apa Itu Sekolah Maung yang Sedang Ramai Dibahas? Cek Fakta Lengkapnya di Sini