Pengertian Beserta Kelebihan dan Kekurangan Obligasi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi, beserta perjanjian untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya pada waktu yang ditentukan. Dalam penerapannya, ada berbagai kelebihan dan kekurangan obligasi yang dapat dialami.
Salah satu kelebihan dari obligasi adalah keuntungan yang didapatkan oleh para investor. Sementara itu, kekurangan dari obligasi adalah tidak bisa dicarikan setiap saat. Pasalnya, obligasi hanya dapat dicairkan sesuai dengan tanggal yang sudah ditentukan bersama.
Oleh karena itu, sebelum melakukan investasi obligasi, para investor perlu mempelajari lebih jelas tentang obligasi. Terutama kelebihan dan kekurangan yang akan didapatkannya. Supaya lebih jelas memahami tentang kelebihan dan kekurangan obligasi, simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Pengertian Obligasi Menurut para Ahli
Secara umum, obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan dan berisikan janji dari pihak yang akan menerbitkan efek untuk membayar imbalan.
Selain pengertian di atas, adapun pengertian obligasi menurut para ahli yang perlu untuk diketahui, di antaranya:
Menurut Fakhrudin & Hardianto, pengertian obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak antara si pemberi pinjaman (investor) dengan yang diberi pinjaman (issuer).
Jonathan B. Berk menjelaskan bahwa pengertian obligasi adalah suatu surat berharga yang dijual oleh perusahaan atau pemerintahan dengan tujuan mendapatkan dana dari pihak investor dengan cara pemberian bunga yang dibayarkan berdasarkan perjanjian awal.
Berdasarkan Keppres RI No. 775/KMK/001/1982, pengertian dari obligasi adalah suatu jenis efek berbentuk surat pengakuan utang atas suatu pinjaman uang dari masyarakat yang didapat dengan wujud tertentu, dengan tenor minimal tiga tahun dan menjanjikan imbalan bunga yang jumlah beserta pembayarannya sudah ditetapkan terlebih dahulu.
Menurut Gitman, obligasi adalah instrumen utang jangka panjang yang mengindikasikan bahwa sebuah perusahaan telah meminjam sejumlah uang tertentu dan berjanji untuk membayarnya di masa depan dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan.
Eduardus Tandelilin menjelaskan bahwa pengertian obligasi adalah suatu sekuritas yang memiliki janji untuk memberikan pembayaran tetap sesuai dengan jadwal yang sebelumnya sudah ditetapkan.
Kelebihan Obligasi
Sejauh ini obligasi termasuk investasi yang cukup aman untuk para investor. Tidak hanya aman, obligasi juga menjanjikan keuntungan yang cukup besar. Tak heran jika banyak masyarakat yang memilih untuk menggunakan obligasi sebagai investasi.
Menyadur buku Akuntansi Perseroan karangan Sri Wahyuni Latifah, berikut beberapa kelebihan obligasi, di antaranya:
1. Dijamin oleh undang-undang
Sebagaimana yang diketahui, obligasi telah diterbitkan oleh pemerintah dan dijamin keberadaannya melalui Undang-Undang No. 24 Tahun 2002 yang berbunyi:
"Surat Utang Negara adalah surat berharga yang berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia sesuai dengan masa berlakunya."
2. Pendapatan yang diterima secara berkala
Kelebihan lain dari obligasi adalah pendapatannya yang dapat diterima secara berkala dalam bentuk kupon. Dalam penerapannya, kupo tersebut dapat dibayarkan secara langsung ke rekening nasabah.
Jika semakin panjang jangka waktu obligasi, semakin tinggi nilai kupon yang akan didapatkan nantinya. Hal ini yang membuat beberapa orang tergiur untuk menggunakan obligasi.
3. Bunga yang lebih besar
Kelebihan terakhir dari obligasi adalah bunganya yang lebih besar jika dibandingkan dengan deposito. Dengan begitu, para investor memiliki kemungkinan untuk meraup hasil yang lebih tinggi dari obligasi.
Kekurangan Obligasi
Setelah membahas kelebihan obligasi, mari membahas kekurangan obligasi yang sering menyebabkan kerugian pada beberapa kondisi. Ingin tau apa saja kekurangan obligasi? Berikut informasinya.
1. Tidak bisa dicairkan setiap saat
Sebelumnya sudah disebutkan bahwa dana yang ada di dalam obligasi tidak bisa dicairkan sesuai dengan keinginan si investor. Dana tersebut cair sesuai dengan perjanjian yang ada di dalamnya.
2. Memiliki risiko uang tidak kembali
Memiliki risiko uang tidak kembali jadi salah satu kekurangan lain dari obligasi. Sebab, jika perusahaan yang diinvestasikan mengalami kerugian, kondisi ini bisa menyebabkan para investor tidak akan memperoleh keuntungan.
3. Risiko tingkat bunga
Sebagai informasi, suku bunga memiliki pengaruh yang cukup besar dalam obligasi. Maka itu, risiko tingkat bunga lebih tinggi jika dibandingkan dengan saham. Pastikan untuk tidak menjual obligasi sebelum memasuki jatuh tempo, karena hal tersebut bisa membuat investor mengalami kerugian.
Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Sah dan Legal
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa landasan hukum yang bicara soal definisi obligasi?

Apa landasan hukum yang bicara soal definisi obligasi?
Definisi dari obligasi dijelaskan dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2002.
Apa itu obligasi korporasi?

Apa itu obligasi korporasi?
Obligasi Korporasi, yakni jenis surat utang yang diterbitkan oleh suatu korporasi atau perusahaan, baik perusahaan BUMN ataupun BUMS.
Apa itu obligasi pemerintah?

Apa itu obligasi pemerintah?
Obligasi Pemerintah, yakni jenis obligasi berbentuk Surat Utang Negara (SUB) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
