Pengertian Biohazard dan Kategorinya dalam Ranah Medis

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Biohazard adalah substansi biologis yang cukup bahaya dan dapat mengancam kelangsungan makhluk hidup, khususnya manusia. Contoh biohazard yaitu mikroorganisme, virus, dan racun yang dapat berefek buruk pada kesehatan manusia.
Biasanya, biohazard ini identik dengan limbah medis. Mengutip buku Asyiknya Praktikum IPA SMP susunan Taufik Hidayat (2021), keberadaannya dapat menularkan penyakit mematikan kepada manusia seperti HIV/AIDS.
Istilah biohazard sering digunakan dalam konteks keamanan laboratorium, pengelolaan limbah medis, dan situasi-situasi darurat. Tidak hanya berdampak pada manusia, biohazard juga bisa berdampak pada makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan.
Berdasarkan tingkatan bahayanya, biohazard dibagi menjadi beberapa kategori. Agar lebih memahaminya, simaklah penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Pengertian Biohazard dan Kategorinya
Biohazard mencakup berbagai macam mikroorganisme, bahan genetik, dan produk-produk biologi yang dapat menyebabkan penyakit atau kerusakan pada organisme hidup. Contohnya adalah bakteri, virus, parasit, dan bahan-bahan berbahaya lainnya yang berpotensi menyebabkan penyakit.
Untuk mengetahui potensi bahayanya, Anda perlu mengetahui beberapa kategori biohazard terlebih dahulu.
Biosafety Level 1: Organisme yang memiliki risiko rendah bagi manusia dan lingkungan. Contohnya adalah bakteri E. coli.
Biosafety Level 2: Organisme yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, tetapi risikonya cenderung rendah. Contohnya adalah Salmonella.
Biosafety Level 3: Organisme yang dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia dan memerlukan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat. Contohnya adalah Mycobacterium tuberculosis.
Biosafety Level 4: Organisme yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit yang sangat serius. Contohnya adalah virus Ebola dan HIV/AIDS.
Biohazard dapat ditemukan di berbagai bidang, seperti penelitian ilmiah, industri medis, dan pengelolaan limbah medis. Apabila ada laboratorium yang bekerja dengan biohazard, maka ia harus mematuhi pedoman keamanan yang ketat untuk mencegah penyebaran penyakit dan kontaminasi.
Pedoman ini mencakup penyimpanan yang aman, pemusnahan yang tepat, dan pelatihan personel yang berurusan dengan bahan-bahan tersebut. Kegagalan dalam mengelola biohazard dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Cara Mengolah Limbah Medis
Rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya berkewajiban untuk mengelola limbah medis. Biasanya ada beberapa tahapan yang mesti diperhatikan dalam pengelolaannya.
Dikutip dari buku Tahapan Pengelolaan Limbah Medis susunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, berikut penjelasannya:
Melakukan identifikasi potensi limbah medis yang dihasilkan.
Melakukan pengurangan pada sumber dan daur ulang.
Menempatkan wadah penampungan limbah medis di setiap area yang berpotensi menghasilkan limbah B3 medis.
Memilah limbah B3 medis yang dihasilkan serta menempatkannya pada wadah/kantong plastik .
Mengemas limbah medis yang akan diserahkan ke pihak ketiga dengan menempelkan simbol dan label pada kemasannya.
Menyimpan di TPS limbah B3 berizin.
Mencatat dan mendokumentasikan limbah medis yang dihasilkan ke dalam log book harian dan neraca limbah bulanan.
Melakukan pengelolaan limbah medis sesuai izin yang dimiliki.
Melakukan pengangkutan dengan kendaraan roda tiga dan roda empat dilengkapi dengan dokumen limbah B3.
Melakukan penguburan khusus untuk limbah benda tajam patologis dengan surat persetujuan dari instansi terkait.
Baca juga: Pengertian Keanekaragaman Hayati Tingkat Ekosistem dan Contohnya
(MSD)
