Pengertian Bulu Tangkis dan Sejarah Perkembangannya di Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal-usul permainan bulu tangkis diperkirakan berkembang pertama kali di China melalui permainan Jianzi. Permainan ini merupakan permainan sederhana yang menggunakan kok dan kekuatan kaki.
Misi dari permainan Jianzi ialah untuk menjaga kok supaya tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan. Permainan ini juga dikenal di Inggris dengan sebutan Battledore dan Shuttlecocks yang sangat populer di kalangan anak-anak.
Mengutip buku Shuttlecock / Kock Menari Indah di Udara oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, permainan badminton di Inggris dimainkan menggunakan Battledore yang berarti tongkat pemukul. Kemudian olahraga ini berkembang menjadi kompetisi olahraga ketika abad 19 di Pune, India.
Pada saat itu anggota Tentara Britania di Pune menambahkan jaring atau biasa dikenal net dan memainkannya secara bersaingan. Dasar peraturan dalam sejarah bulu tangkis dunia pertama kali ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877.
Selanjutnya, asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893. Kejuaraan pertamanya, yakni kejuaraan All England terjadi pada 1899. Badminton saat ini berkembang menjadi sebuah olahraga yang populer di dunia, terutama di Wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara.
Pengertian Bulu Tangkis
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bulu tangkis berarti permainan dengan memakai raket dan kok yang dipukul melampaui jaring. Net atau jaring tersebut direntangkan di tengah lapangan.
Pengertian lain bulu tangkis atau badminton, yakni suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang untuk permainan tunggal. Atau dua pasangan untuk permainan ganda.
Sejarah Bulu Tangkis Indonesia
Sejarah perkembangan olahraga bulu tangkis di Indonesia berawal dari perkumpulan-perkumpulan badminton yang bergerak sendiri tanpa satu tujuan dan cita-cita.
Untuk menempuh jalan menuju satu wadah organisasi, maka cara yang paling tepat adalah mempertemukan tokoh bulu tangkis dalam satu kongres. Setelah itu terbentuk Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) yang berada di lingkungan Pulau Jawa.
Usaha untuk menyatukan perkumpulan badminton seluruh Indonesia membuahkan hasil pada 1951. Tepatnya pada 5 Mei 1951 di Bandung, Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) terbentuk dan menunjuk A. Rochdi Partaatmadja sebagai ketua umum pertama.
Organisasi induk olahraga badminton ini memiliki tingkat kepengurusan daerah (Pengda) maupun kepengurusan cabang (Pengcab).
Legenda Atlet Bulu Tangkis Indonesia
Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat diperhitungkan dalam cabang olahraga bulu tangkis internasional. Atlet badminton Indonesia sering kali mengharumkan nama bangsa di beberapa olimpiade tingkat internasional.
Berikut ini nama-nama legenda atlet bulu tangkis Indonesia yang pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional:
Rudy Hartono: juara All England sebanyak delapan kali dan Thomas Cup sebanyak empat kali.
Liem Swie King: juara All England tiga kali, Sea Games empat kali, Asian Games satu kali, dan tiga kali Thomas Cup.
Christian Hadinata: juara All England empat kali, Asian Games dua kali, Juara Dunia tiga kali, dan Thomas Cup enam kali.
Tan Joe Hok: juara pertama All England, juara bertahan Piala Thomas, dan pelatih bulu tangkis.
Alan Budi Kusuma: berhasil mendapatkan medali emas pertama Indonesia di kategori tunggal putra bulu tangkis pada Olimpiade Barcelona 1992.
Susi Susanti: berhasil memenangkan medali emas pertama untuk Indonesia di kategori tunggal putri pada Olimpiade Barcelona 1992.
Taufik Hidayat: memenangkan tiga kali Juara Dunia, tiga kali Asian Games, dan dua kali Thomas Cup.
(FNS)
