Pengertian, Ciri-Ciri, dan Tokoh pada Musik Zaman Romantik

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Musik zaman romantik mulai dikenal di abad ke-19. Istilah dari musik romantik ini pun ingin menggambarkan perasaan yang menonjol dalam berbagai aspek kesenian.
Mengutip buku Modul Pembelajaran SMA: Seni Budaya yang disusun oleh T. Suhertin, S.Pd, pada zaman romantik karya musik jenis nyanyian yang sangat berkembang. Hal tersebut karena peran nyanyian rakyat berperan sangat penting.
Oleh karena itu, beberapa seniman mulai mengumpulkan nyanyian-nyanyian rakyat yang diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya secara lisan.
Kemudian, lagu-lagu rakyat inilah yang kemudian menjadi sumber inspirasi bagi komponis. Lagu di zaman tersebut mulai dinyanyikan di beberapa rumah dan pesta-pesta.
Perubahan musik di masa romantik lebih banyak dipengaruhi oleh fenomena sosial, terutama penekanan pada individu. Pada masa ini, musik mendapatkan perhatian yang cukup baik dari berbagai kalangan, termasuk para filsuf.
Pasalnya, musik adalah satu-satunya seni yang memiliki hakikat yang paling murni sebagai sarana komunikasi. Paradigma tersebut yang memengaruhi karya-karya musik romantik yang semakin lama berkembang menjadi ciri dari musik itu sendiri.
Ciri-Ciri Musik Zaman Romantik
Berikut adalah ciri-ciri musik zaman romantik:
Bersifat miniatur, artinya singkat, pendek, dimainkan hanya di dalam ruang kecil
Harmoninya lebih variatif dan mulai meninggalkan ilmu harmoni klasik
Melodi bersifat liris dan dominan di dalam komposisi
Ritme cenderung lebih bervariasi dan kompleks
Warna suara lebih kaya variasi dan lebih ekspresif
Jangkauan nada, dinamika, dan tempo semakin luas
Ciri-ciri di atas sebagian besar terdapat di dalam bentuk-bentuk musiknya, yakni di dalam opera romantik, oratorio romantik, musik gereja, nyanyian, musik piano, musik kamar, dan musik orkestra.
Perkembangan Musik Zaman Romantik
Perkembangan musik romantik secara garis besar dibagi menjadi beberapa fase, yakni:
Romantik awal (1800-1830), fase ini diawali dengan gerakan restorasi di Jerman. Cerita-cerita rakyat dan dunia dongeng menjadi sumber bagi penulisan karya-karya komposisi
Romantik tinggi (1830-1850), fase ini gaya romantik telah umum di Eropa. Paris, Prancis, menjadi pusat perkembangannya walaupun musik romantik di Italia dan Jerman
Romantik akhir (1850-1890), fase ini bentuk-bentuk musik baru bermunculan disertai tampilnya generasi komponis-komponis baru dengan estetika dan bentuk yang baru
Masa pergantian abad, di dalam fase ini bentuk musik semakin ekstrem dan juga abstrak
Tokoh-Tokoh Musik Zaman Romantik
Mengutip buku Seni Budaya yang diterbitkan oleh Yudhistira Ghalia Indonesia, karya-karya Romantik memiliki perasaan emosi yang kuat dan makna yang dalam. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam perkembangan musik zaman romantik, yakni:
Franz Peter Schubert
Robert Schumann
Robert Franz
Johannes Brahms
Wilhelm Richard Wagner
Salah satu karya seni musik Franz Schubert dalam bentuk. parttur dan audio musik yang berjudul Serenade.
(JA)
