Konten dari Pengguna

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Tokoh pada Musik Zaman Romantik

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian dari musik zaman romantik. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian dari musik zaman romantik. Foto: Unsplash

Musik zaman romantik mulai dikenal di abad ke-19. Istilah dari musik romantik ini pun ingin menggambarkan perasaan yang menonjol dalam berbagai aspek kesenian.

Mengutip buku Modul Pembelajaran SMA: Seni Budaya yang disusun oleh T. Suhertin, S.Pd, pada zaman romantik karya musik jenis nyanyian yang sangat berkembang. Hal tersebut karena peran nyanyian rakyat berperan sangat penting.

Oleh karena itu, beberapa seniman mulai mengumpulkan nyanyian-nyanyian rakyat yang diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya secara lisan.

Kemudian, lagu-lagu rakyat inilah yang kemudian menjadi sumber inspirasi bagi komponis. Lagu di zaman tersebut mulai dinyanyikan di beberapa rumah dan pesta-pesta.

Perubahan musik di masa romantik lebih banyak dipengaruhi oleh fenomena sosial, terutama penekanan pada individu. Pada masa ini, musik mendapatkan perhatian yang cukup baik dari berbagai kalangan, termasuk para filsuf.

Pasalnya, musik adalah satu-satunya seni yang memiliki hakikat yang paling murni sebagai sarana komunikasi. Paradigma tersebut yang memengaruhi karya-karya musik romantik yang semakin lama berkembang menjadi ciri dari musik itu sendiri.

Ciri-Ciri Musik Zaman Romantik

Ciri-ciri musik zaman romantik. Foto: Unsplash

Berikut adalah ciri-ciri musik zaman romantik:

  1. Bersifat miniatur, artinya singkat, pendek, dimainkan hanya di dalam ruang kecil

  2. Harmoninya lebih variatif dan mulai meninggalkan ilmu harmoni klasik

  3. Melodi bersifat liris dan dominan di dalam komposisi

  4. Ritme cenderung lebih bervariasi dan kompleks

  5. Warna suara lebih kaya variasi dan lebih ekspresif

  6. Jangkauan nada, dinamika, dan tempo semakin luas

Ciri-ciri di atas sebagian besar terdapat di dalam bentuk-bentuk musiknya, yakni di dalam opera romantik, oratorio romantik, musik gereja, nyanyian, musik piano, musik kamar, dan musik orkestra.

Perkembangan Musik Zaman Romantik

Perkembangan musik romantik secara garis besar dibagi menjadi beberapa fase, yakni:

  • Romantik awal (1800-1830), fase ini diawali dengan gerakan restorasi di Jerman. Cerita-cerita rakyat dan dunia dongeng menjadi sumber bagi penulisan karya-karya komposisi

  • Romantik tinggi (1830-1850), fase ini gaya romantik telah umum di Eropa. Paris, Prancis, menjadi pusat perkembangannya walaupun musik romantik di Italia dan Jerman

  • Romantik akhir (1850-1890), fase ini bentuk-bentuk musik baru bermunculan disertai tampilnya generasi komponis-komponis baru dengan estetika dan bentuk yang baru

  • Masa pergantian abad, di dalam fase ini bentuk musik semakin ekstrem dan juga abstrak

Tokoh-Tokoh Musik Zaman Romantik

Mengutip buku Seni Budaya yang diterbitkan oleh Yudhistira Ghalia Indonesia, karya-karya Romantik memiliki perasaan emosi yang kuat dan makna yang dalam. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam perkembangan musik zaman romantik, yakni:

  1. Franz Peter Schubert

  2. Robert Schumann

  3. Robert Franz

  4. Johannes Brahms

  5. Wilhelm Richard Wagner

Salah satu karya seni musik Franz Schubert dalam bentuk. parttur dan audio musik yang berjudul Serenade.

(JA)