Konten dari Pengguna

Pengertian Faktor Produksi Turunan dan Aspek Lain di Dalamnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi modal adalah bagian dari faktor produksi turunan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi modal adalah bagian dari faktor produksi turunan. Foto: Pixabay

Berbagai faktor produksi diperlukan guna menjaga keberlangsungan kegiatan produksi barang maupun jasa. Secara umum, faktor produksi terbagi menjadi dua macam, yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang faktor produksi turunan, mulai dari pengertian hingga aspek-aspek di dalamnya.

Apa yang Dimaksud dengan Teori Produksi?

Ilustrasi hasil produksi berupa barang. Foto: Pexels

Secara umum, teori produksi adalah analisis mengenai bagaimana seharusnya seorang produsen memilih dan mengombinasikan berbagai macam faktor produksi untuk menghasilkan sejumlah produksi tertentu yang dilakukan seefisien mungkin.

Teori produksi pada dasarnya menggambarkan perilaku produsen dalam memproduksi barang dan jasa. Dikutip dari Buku Ajar Ekonomi Produksi Pertanian oleh Supriyo Imran (2022: 2), teori produksi dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Teori produksi jangka pendek, yakni apabila produsen menggunakan faktor produksi, maka ada yang bersifat variabel dan yang bersifat tetap.

  2. Teori produksi jangka panjang, yakni apabila semua faktor produksi dapat berubah dan ditambah sesuai kebutuhan, sehingga dapat diasumsikan bahwa ada dua jenis faktor produksi yaitu tenaga kerja dan modal.

Tujuan Faktor Produksi

Ilustrasi produksi barang. Foto: Pexels

Penyediaan faktor produksi yang baik bukannya tanpa tujuan sama sekali. Setiap faktor produksi atau gabungannya memiliki fungsi dan manfaat masing-masing.

Dirangkum dari Dasar-Dasar Ilmu Ekonomi oleh Josef Papilaya (2022: 67-68), berikut adalah beberapa tujuan faktor produksi.

1. Menciptakan Produk Tepat Pasar

Pada awal langkah produksi, sebuah perusahaan akan menyuguhkan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen mayoritasnya. Perusahaan kemudian akan membangun kepercayaan konsumen, sehingga nantinya dapat dilakukan langkah berbeda.

Dengan tujuan ini, perusahaan harus memanfaatkan sebaik mungkin sumber daya informasinya. Sumber daya informasi tersebut digunakan untuk melihat pasar dan kebutuhan konsumen serta kesesuaian faktor produksi yang lain di dalam perusahaan.

2. Memberikan Keuntungan Bagi Perusahaan

Tujuan utama dari produksi barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan adalah keuntungan. Karenanya, penghitungan faktor produksi yang baik bermanfaat untuk menambah keuntungan perusahaan.

Beberapa faktor produksi yang dimanfaatkan antara lain pemanfaatan teknologi canggih, mempekerjakan sumber daya manusia terbaik, dan menggunakan bahan baku efisien.

3. Melangsungkan Produksi

Adanya faktor produksi adalah untuk melangsungkan produksi itu sendiri. Dengan kata lain, sangat percuma apabila sebuah perusahaan memiliki faktor-faktor produksi yang tidak bermanfaat dalam produksi itu sendiri.

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki bahan baku kayu padahal ingin memproduksi susu bernutrisi.

Oleh karena itu, tujuan utama adanya faktor produksi di dalam perusahaan adalah membantu melancarkan proses produksi. Semakin lengkap faktor produksi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, maka akan semakin lancar pula proses produksi yang dilakukan.

Faktor Produksi Turunan

Ilustrasi produksi barang. Foto: Pexels

Mengutip buku Etika Bisnis: Prinsip dan Relevansinya oleh Andriasan Sudarso, dkk., faktor produksi turunan adalah faktor penciptaan atau pembuatan suatu barang yang prosesnya menggunakan modal dan keahlian.

Adapun faktor produksi turunan secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu faktor produksi modal dan faktor produksi pengusaha. Umumnya, faktor produksi turunan digunakan dalam produksi untuk menghasilkan produk lebih lanjut.

Faktor Produksi Modal

Ilustrasi contoh modal tetap adalah kendaraan yang digunakan untuk jalannya produksi. Foto: Pexels

Faktor produksi turunan mencakup modal yang dapat digolongkan berdasarkan sifat, fungsi, bentuk dan sumbernya. Berikut penjelasannya:

Jenis-Jenis Modal Berdasarkan Sifat

Dikutip dari Buku Siswa Ekonomi Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial untuk Siswa SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013 oleh Basuki Darsono, sifat modal dapat dibagi menjadi dua macam, di antaranya:

  • Modal tetap, yakni modal yang dapat digunakan lebih dari satu kali proses produksi. Misalnya, mesin produksi, bangunan, kendaraan, dan sebagainya.

  • Modal lancar, yakni modal yang hanya dapat digunakan dalam satu kali produksi. Misalnya, bahan bakar, bahan baku produksi, dan sebagainya.

Jenis-Jenis Modal Berdasarkan Fungsi

Sementara berdasarkan fungsinya, modal dibagi menjadi:

  • Modal masyarakat, yaitu modal yang dipakai dalam produksi dan memiliki nilai guna bagi masyarakat. Contohnya jembatan, jalan, kendaraan umum, dan sebagainya.

  • Modal perorangan, yaitu modal yang dimiliki seseorang sekaligus dijadikan sebagai sumber penghasilannya. Contohnya mobil yang disewakan, rumah yang dikontrakkan, dan sebagainya.

Jenis-Jenis Modal Berdasarkan Bentuk

Berdasarkan bentuknya, modal dibagi menjadi dua bagian, di antaranya:

  • Modal nyata, yakni modal yang dapat dilihat berupa benda. Umumnya, modal nyata berbentuk barang dan uang. Misalnya kendaraan, bangunan, mesin produksi, dan sebagainya.

  • Modal abstrak, yakni modal yang tidak dapat dilihat. Namun keberadaannya sangat penting bagi berjalannya produksi. Misalnya hak cipta, nama baik perusahaan, hak paten, lokasi perusahaan, dan sebagainya.

Jenis-Jenis Modal Berdasarkan Sumber

Sedangkan berdasarkan sumbernya, modal terbagi menjadi dua macam, antara lain:

  • Modal pribadi, yakni modal yang berasal dari dana pribadi atau perusahaan milik sendiri. Contohnya, modal setoran dari pemilik perusahaan.

  • Modal asing, yakni modal yang berasal dari pihak lain.

Faktor Produksi Pengusaha

Ilustrasi pengusaha. Foto: Pixabay

Segala jenis faktor produksi tidak bisa berjalan optimal tanpa diiringi oleh faktor produksi yang satu ini. Faktor produksi pengusaha adalah salah satu faktor yang berperan penting terhadap keberhasilan kegiatan produksi.

Secara eksplisit, faktor produksi pengusaha merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengatur dan mengombinasikan faktor produksi lainnya. Menurut Darsono dalam sumber yang sama di atas, seorang pengusaha setidaknya memiliki tiga keahlian sebagai berikut:

  • Keahlian manajerial, yakni kemampuan dalam mengelola faktor produksi dengan cara yang tepat sehingga hasil produksi menjadi maksimal.

  • Keahlian teknologi, yakni kemahiran khusus yang bersifat teknis dan dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan produksi.

  • Keahlian organisasi, yakni kepandaian dalam mengatur berbagai aktivitas perusahaan yang bersifat internal maupun eksternal.

Baca Juga: Mengenal Faktor Produksi yang Bersumber dari Alam dan Faktor Lainnya

(ANM & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa saja macam-macam faktor produksi?

chevron-down

Faktor produksi terbagi menjadi dua macam, yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.

Apa itu teori produksi?

chevron-down

Teori produksi adalah analisis mengenai bagaimana seharusnya seorang produsen memilih dan mengombinasikan berbagai macam faktor produksi untuk menghasilkan sejumlah produksi tertentu yang dilakukan seefisien mungkin.

Apa tujuan faktor produksi?

chevron-down

Menciptakan produk tepat pasar, memberikan keuntungan bagi perusahaan, dan melangsungkan produksi.