Konten dari Pengguna

Pengertian Gotong Royong, Jenis-Jenis, dan Manfaatnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian gotong royong. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian gotong royong. Foto: Pixabay

Daftar isi

Pengertian gotong royong adalah bekerja sama untuk mendapatkan suatu hasil yang diinginkan. Istilah gotong royong berasal dari bahasa Jawa, di mana gotong berarti mengangkat dan royong berarti bersama.

Gotong royong adalah salah satu ciri khas masyarakat Indonesia, bahkan tertuang dalam Pancasila sila ketiga, yaitu persatuan Indonesia. Aktivitas ini telah mendarah daging dan menjadi kepribadian bangsa.

Simak penjelasan lengkap tentang gotong royong, mulai dari pengertian hingga manfaatnya, dalam uraian di bawah ini.

Pengertian Gotong Royong

Ilustrasi pengertian gotong royong. Foto: Unsplash/Artem Beliaikin

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian gotong royong adalah bekerja sama (tolong-menolong, bantu-membantu). Sementara, bergotong-royong berarti bersama-sama mengerjakan atau mengerjakan sesuatu.

Kemudian, mengutip buku berjudul Demokrasi Pancasila di Era Kemajemukan oleh Darmawan Harefa dan Fatolosa Hulu, gotong royong adalah salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang melekat pada kepribadian masyarakat. Gotong royong dilakukan untuk mendapatkan tujuan bersama serta meningkatkan rasa solidaritas.

Berdasarkan buku Sosiologi Pedesaan oleh Pudjiwati Sakjoyo, gotong royong adalah adat istiadat tolong menolong antar beberapa masyarakat yang ada di berbagai macam lapangan kegiatan sosial, baik dalam hubungan tetangga, kekerabatan, dan lainnya.

Dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pemberdayaan Gotong Royong Masyarakat, gotong royong didefinisikan sebagai kegiatan kerja sama masyarakat baik secara orang perorangan maupun berkelompok dari berbagai bidang pembangunan yang diarahkan pada penguatan persatuan dan kesatuan.

Gotong royong membutuhkan peran aktif masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan pengembangan sosial ekonomi wilayah.

Menyadur artikel ilmiah berjudul Gotong Royong sebagai Wujud Perilaku Prososial dalam Mendorong Keberdayaan Masyarakat Melawan Covid-19 oleh Fadjarini Sulistyowati, untuk mewujudkan gotong royong, ada tiga nilai yang perlu disadari masyarakat, yaitu:

  • Masyarakat harus menyadari bahwa hidupnya selalu bergantung pada orang lain.

  • Masyarakat harus selalu bersedia membantu sesama.

  • Masyarakat harus selalu berusaha untuk tidak terlalu menonjol atau melebihi orang lain dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Mengenal Tradisi Pacu Jalur sebagai Simbol Gotong Royong Masyarakat Minangkabau

Jenis-Jenis Gotong Royong

Ilustrasi gotong royong. Foto: Unsplash/Rafael atantya

Ada beberapa jenis gotong royong yang kemudian hadir dalam kehidupan masyarakat. Berikut ini penjabarannya:

1. Kerja Bakti

Kerja bakti adalah jenis gotong royong yang dilakukan bersama dalam suatu lingkungan sosial masyarakat sekitar. Kerja bakti dapat meningkatkan rasa saling tolong-menolong antar sesama.

2. Tanggap Bencana

Tanggap bencana adalah jenis gotong royong yang tercipta karena respons masyarakat akibat kondisi suatu daerah yang terkena musibah. Masyarakat saling bekerja sama untuk membantu dalam keadaan sulit.

3. Musyawarah

Musyawarah adalah jenis gotong royong yang dilakukan dengan cara berkumpul. Musyawarah bertujuan untuk menyelesaikan sebuah masalah yang timbul di kehidupan bermasyarakat. Dengan bermusyawarah, masyarakat akan mendapatkan keputusan secara bersama-sama.

4. Belajar Bersama

Belajar bersama adalah jenis gotong royong yang dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan tugas atau memahami materi pelajaran sulit secara bersama-sama sampai tuntas.

5. Panen Raya

Di pedesaan, gotong royong berupa panen raya masih sering dijumpai. Panen raya adalah bekerja sama yang dilakukan untuk mengumpulkan hasil pertanian atau perkebunan dalam skala besar.

Umumnya, musim panen raya terjadi dalam waktu satu tahun sekali atau dua kali, tergantung jenis tanaman yang ditanaman.

Manfaat Gotong Royong

Ilustrasi gotong royong. Foto: Unsplash/Hannah Busing

Tentunya gotong royong mendatangkan manfaat positif dalam kehidupan bermasyarakat, berikut uraiannya yang disadur dari buku Gotong Royong oleh Sri Widayati dan situs distan.banyuasinkab.go.id.

  • Gotong royong dapat menghemat pengeluaran dan tenaga.

  • Gotong royong yang dilakukan masyarakat bermanfaat untuk mengenal satu sama lain melalui percakapan yang berlangsung saat bekerja.

  • Gotong royong menciptakan rasa persaudaraan antar masyarakat.

  • Gotong royong membuat warga lebih peduli dengan sekitar.

  • Gotong royong menjadi kunci rasa aman dan damai dalam masyarakat.

  • Gotong royong dapat menumbuhkan rasa saling tolong menolong, sukarela, saling membantu, dan kekeluargaan.

  • Gotong royong dapat membina hubungan yang baik terhadap masyarakat sekitar.

  • Gotong royong dapat menciptakan rasa kebersamaan dan menumbuhkan rasa kasih sayang.

  • Gotong royong dapat mempererat tali silaturahmi atau persaudaraan antar masyarakat.

  • Gotong royong dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Nilai-Nilai Positif dalam Gotong Royong

Ilustrasi gotong royong. Foto: Unsplash/Joel Muniz.

Dirangkum dari artikel ilmiah berjudul Gotong Royong sebagai Wujud Perilaku Prososial dalam Mendorong Keberdayaan Masyarakat Melawan Covid-19 oleh Fadjarini Sulistyowati, berikut ini sederet nilai positif dalam gotong royong.

1. Kebersamaan

Gotong royong mencerminkan kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat. Dengan gotong royong , masyarakat akan bekerja bersama-sama satu sama lain untuk membantu orang lain atau mencapai tujuan yang sama.

2. Persatuan

Kebersamaan dalam gotong royong dapat melahirkan persatuan antar anggota masyarakat. Dengan adanya persatuan ini, masyarakat dapat menjadi kelompok yang lebih kuat dan mampu menghadapi permasalah yang muncul.

3. Rela Berkorban

Gotong royong mengajarkan setiap orang yang terlibat untuk rela berkorban. Pengorbanan tersebut dapat berupa berkorban waktu, tenaga, pemikiran, hingga uang. Semua dari pengorbanan yang diberikan masyarakat yang terlibat dilakukan demi kepentingan bersama.

Masyarakat yang bergotong royong artinya rela mengesampingkan kebutuhan pribadi untuk memenuhi kebutuhan bersama.

4. Tolong Menolong

Gotong royong dapat membuat masyarakat saling tolong-menolong dan bahu-membahu satu sama lain. Sekecil apa pun kontribusi masyarakat yang terlibat dalam gotong royong selalu akan meringankan pekerjaan dan bermanfaat untuk orang lain.

Cara Mengajarkan Gotong Royong pada Anak

Ilustrasi gotong royong. Foto: pexels

Sedari dini, anak-anak harus sudah diajarkan bergotong royong, sehingga mereka akan terbiasa untuk membantu tetangga yang membutuhkan bantuan. Disadur dari buku Profil Pelajar Pancasila Dimensi Bergotong Royong oleh Suharti, berikut beberapa tahapan mengenalkan gotong royong pada anak-anak:

1. Kerja Sama

Salah satu elemen dari gotong royong adalah bekerja sama. Ada beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan di rumah untuk menumbuhkan kebiasaan kerja sama pada anak, yaitu:

  • Membersihkan rumah secara bergotong royong.

  • Membuat kue lebaran bersama.

  • Mengajak anak menyiapkan makan malam bersama.

  • Mengajak anak menceritakan pengalaman bekerja sama saat mengerjakan tugas.

2. Komunikasi untuk Mencapai Tujuan

Gotong royong juga mendorong masyarakat melakukan diskusi untuk mencapai kesepakatan bersama. Diskusi atau komunikasi ini bisa diterapkan pada anak-anak, sehingga mereka belajar agar dapat memahami berbagai pendapat.

Selain itu, berdiskusi juga mengajarkan anak-anak untuk berbicara di depan banyak orang. Adapun contoh kegiatan berdiskusi atau komunikasi yang bisa dilakukan bersama anak-anak, yaitu:

  • Mengajak anak untuk menceritakan pengalaman dalam melakukan diskusi kelompok di sekolah.

  • Membagi tugas rumah dan mengingatkan anak untuk mengerjakannya.

  • Memberikan pembelajaran tentang etika berkomunikasi yang baik dalam masyarakat.

3. Saling Ketergantungan Secara Positif

Manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia akan saling bergantung satu sama lain. Sifat saling bergantung secara positif harus ditanamkan pada jiwa anak-anak.

Berikut ini beberapa contoh kegiatan yang bisa dilakukan:

  • Membiasakan anak untuk saling membantu tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan.

  • Mengajak semua anggota keluarga mengerjakan pekerjaan rumah.

  • Menanyakan pada anak pengalaman dalam membantu temannya, baik tugas kelompok atau lainnya.

  • Menumbuhkan pemahaman bahwa manusia adalah makhluk yang saling membutuhkan.

4. Koordinasi Sosial

Selama bergotong royong, masyarakat akan melakukan koordinasi, sehingga semua orang yang terlibat mendapatkan tugasnya masing-masing. Untuk mengajarkan agar anak dapat berkoordinasi dengan baik, ada beberapa kegiatan yang bisa diterapkan, yaitu:

  • Membagi tugas dalam gotong royong membersihkan rumah.

  • Menyadari bahwa ada konsekuensi dari tindakan yang dilakukan, seperti rumah yang tak dibersihkan, maka rumah akan kotor.

  • Mendiskusikan pengalaman kerja kelompok anak di sekolah.

5. Tanggap terhadap Lingkungan Sekolah

Salah satu bagian penting dari kepedulian adalah sikap tangkap terhadap lingkungan sosial. Untuk menerapkan sikap ini di rumah demi mengajarkan pada anak-anak, berikut ini beberapa kegiatan yang bisa dilakukan:

  • Mengajak anak membersihkan lingkungan sekitar.

  • Mengajak anak mengucapkan terima kasih dan menghargai apa yang dilakukan orang sekitar dalam kegiatan sehari-hari.

6. Persepsi Sosial

Untuk mendapatkan rasa kepedulian pada lingkungan sekitar, masyarakat harus memiliki persepsi sosial, berupa penilaian atau kesan yang diberikan terhadap orang lain. Persepsi sosial anak dapat dibangun melalui diskusi dan kegiatan bersama, seperti:

  • Mengamati dan mengajak anak untuk berinteraksi dengan orang yang memiliki identitas berbeda, seperti teman yang memiliki suku berbeda.

  • Menumbuhkan empati anak dengan mengajaknya merasakan apa yang terjadi pada teman atau orang lain.

7. Berbagi

Kemampuan berbagi yang ditanamkan pada anak cukup penting untuk dilatih sejak dini. Berikut beberapa kegiatan yang dapat menumbuhkan kemampuan berbagi pada anak:

  • Membiasakan berbagi pada sesama.

  • Memberikan sesuatu yang dimiliki pada teman atau orang lain.

  • Orang tua memberi contoh pada anak, seperti berbagi makanan dengan tetangga.

(NSF)