Konten dari Pengguna

Pengertian Interaksi Sosial, Ciri-Ciri, dan Syarat Terjadinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa pengertian interaksi sosial? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Apa pengertian interaksi sosial? Foto: Shutterstock

Dalam ilmu sosiologi, pengertian interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan sosial yang dinamis dan saling berkaitan antara setiap individu atau kelompok.

Melihat dari pengertian di atas, interaksi sosial sangat dibutuhkan untuk dapat menghasilkan kerja sama dan terhindar dari konflik-konflik yang tidak diinginkan.

Adapun beberapa contoh interaksi sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, seperti kerja sama kelompok dalam menyelesaikan tugas, interaksi tawar-menawar yang terjadi antara penjual dan pembeli, dan lainnya.

Ingin tau lebih banyak tentang pengertian interaksi sosial, ciri-ciri, dan syaratnya? Simak informasi lebih lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antar individu dan kelompok. Foto: Shutterstock

Istilah interaksi sosial sering dijumpai dalam mempelajari ilmu sosiologi. Meski demikian, masih banyak yang belum mengerti arti dari interaksi sosial ini secara menyeluruh. Lantas, apakah pengertian interaksi sosial?

Menurut buku Sosiologi Jilid 1 untuk SMP dan MTs Kelas I yang diterbitkan oleh Tima Mitra Guru, interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut dalam hubungan antar individu dan kelompok manusia.

Artinya, apabila dua orang bertemu, interaksi sosial pun dimulai karena mereka akan saling menegur, berjabat tangan, berbincang-bincang, bahkan berselisih.

Lebih lanjut, ada juga beberapa orang yang bertemu, tetapi tidak saling berbicara atau tidak melakukan ekspresi dengan bahasa tubuh. Meski demikian, dalam situasi tersebut tetap terjadi interaksi sosial di dalamnya.

Hal tersebut karena masing-masing pihak sadar akan perubahan-perubahan dalam perasaan maupun syaraf orang-orang yang bersangkutan, seperti bau keringat, minyak wangi, suara berjalan, dan sebagainya.

Mempelajari interaksi sosial di sekitar masyarakat biasanya dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan, salah satunya pendekatan interaksionisme simbolik. Pendekatan tersebut dikemukakan langsung oleh Herbert Blumer.

Menurut Blumer, adanya interaksi sosial antara seseorang dan orang lain dapat memunculkan makna tertentu di kemudian harinya. Ada juga tiga pokok pikiran dari teori interaksionisme simbolik dari Blumer, di antaranya:

  1. Manusia bertindak atas dasar makna yang dimiliki baginya

  2. Makna yang dimiliki muncul dari interaksi sosial

  3. Makna bisa berubah jika diubah melalui proses penafsiran

Faktor Pendorong dan Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Salah satu ciri-ciri interaksi sosial adalah terjadi minimal dua orang atau lebih. Foto: Shutterstock

Seperti yang telah disebutkan, interaksi sosial merupakan jembatan bagi seseorang atau kelompok untuk melakukan hubungan timbal balik. Untuk mewujudkannya, perlu diperhatikan bahwa ada beberapa faktor pendorong dari hubungan timbal balik atau interaksi sosial ini.

Apa saja faktor pendorong interaksi sosial? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari buku Cara Cepat Menguasai Sosiologi SMA/MA karangan Hendyono Sasongko.

1. Imitasi

Imitasi adalah suatu tindakan meniru orang lain melalui berbagai bentuk, seperti cara berbicara, tingkah laku, adat dan kebiasaan, serta pola pikir seseorang. Biasanya dalam kondisi bisa terjadi karena adanya rasa kagum, sehingga terciptalah keinginan melakukan imitasi.

2. Sugesti

Sugesti merupakan sikap penerima pesan yang berada dalam kondisi tidak netral, sehingga tidak dapat berpikir rasional untuk menerima suatu pandangan maupun perilaku yang diberikan oleh komunikator.

3. Identifikasi

Identifikasi adalah sikap kecenderungan seseorang untuk menjadi sama terhadap pihak lain. Umumnya, proses terbentuknya identifikasi terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja berdasarkan masing-masing pandangan ideal si penerima pesan.

4. Simpati

Simpati adalah proses yang mampu menimbulkan perasaan seseorang tentang apa yang dialami, dilakukan, dan diderita pihak lain berdasarkan dengan ketertarikannya.

5. Empati

Empati adalah bentuk simpati yang lebih mendalam dirasakan oleh seseorang. Faktor pendorong empati ini juga dapat memengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang terhadap orang lain.

Selain faktor pendorong interaksi sosial, ada juga ciri-ciri interaksi sosial yang harus dipahami untuk bisa menciptakan hubungan antar individu dan kelompok. Lalu, apa saja ciri-ciri interaksi sosial?

Menyadur buku Bongkar Pola Soal UNBK SMA/MA IPS 2020 yang ditulis oleh Ika Femilia P., S.Pd, berikut ciri-ciri interaksi sosial, di antaranya:

  1. Terjadi minimal dua orang atau lebih

  2. Adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol atau lambang

  3. Ada dimensi waktu tertentu yang meliputi masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang

  4. Ada tujuan-tujuan tertentu

Contoh dan Syarat Interaksi Sosial

Syarat interaksi sosial adalah adanya kontak sosial. Foto: Pixabay

Tidak hanya faktor pendorong dan ciri-ciri yang menjadi pengaruh terjadinya interaksi sosial di lingkungan masyarakat. Ada juga syarat interaksi sosial yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto, Rektor Kepala Sosiologi dan Hukum Adat di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Mennurut Soerjono, ada dua syarat interaksi sosial yang diperlukan oleh masyarakat, di antaranya:

1. Kontak sosial

Kontak sosial pada dasarnya adalah kondisi pertemuan seseorang secara langsung dengan orang lainnya. Namun, sosiologi menganggap bahwa kontak juga dapat terjadi tanpa adanya sentuhan langsung dari pihak-pihak yang terkait, misalnya dua orang yang sedang melakukan panggilan melalui telepon.

Berdasarkan sifatnya, kontak sosial terbagi atas dua macam, yakni kontak sosial positif dan negatif, serta kontak primer (pertemuan langsung) dan kontak sekunder (melalui media perantara).

2. Komunikasi

Selain kontak sosial, komunikasi juga dibutuhkan sebagai syarat terjadinya interaksi. Ciri utama dari komunikasi adalah kegiatan saling menafsirkan perilaku yang berupa pembicaraan, isyarat tubuh, dan perasaan-perasaan yang disampaikan. Berikut ini merupakan lima unsur yang terdapat dalam sebuah komunikasi.

  • Komunikator, pemberi pesan

  • Komunikan, penerima pesan

  • Pesan, sesuatu yang ingin disampaikan

  • Media, alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan

  • Efek, pengaruh yang memengaruhi komunikan setelah atau sebelum menerima pesan

Setelah mengetahui syarat-syarat interaksi sosial, kira-kira apa saja contoh interaksi sosial? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari buku Strategi dan Perubahan Sosial karangan Irwan dan Indraddin.

1. Interaksi antar individu

  • Teman saling menyapa saat bertemu

  • Kakak mengajak adik bermain sepeda bersama

  • Guru mengajar seorang murid secara privat

2. Interaksi sosial individu dengan kelompok

  • Seorang dokter menjadi narasumber di dalam seminar kesehatan

  • Seorang staf sales menyampaikan informasi promosi kepada komunitas kecantikan

  • Kepala sekolah menyampaikan pidato untuk para murid saat upacara

3. Interaksi antar kelompok

  • Para pemuda karang taruna memberikan informasi kepada masyarakat untuk bekerja sama melakukan kerja bakti

  • TNI dan polisi bekerja sama memberantas tindakan kriminal di suatu daerah

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apakah pengertian dari interaksi sosial?

chevron-down

Menurut buku Sosiologi Jilid 1 untuk SMP dan MTs Kelas I yang diterbitkan oleh Tima Mitra Guru, interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut dalam hubungan antar individu dan kelompok manusia.

Apa saja contoh interaksi sosial?

chevron-down

Teman saling menyapa saat bertemu, kakak mengajak adik bermain sepeda bersama, dan guru mengajar seorang murid secara privat.

Apa saja ciri-ciri interaksi sosial?

chevron-down

Terjadi minimal dua orang atau lebih, adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol atau lambang, ada dimensi waktu tertentu yang meliputi masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang, dan ada tujuan-tujuan tertentu.