Konten dari Pengguna

Pengertian Karya Sastra Lama dan Modern Serta Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi karya sastra. Foto: unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi karya sastra. Foto: unsplash.com.

Karya sastra adalah ungkapan ekspresi yang dituangkan dalam bentuk tulisan maupun lisan berdasarkan pemikiran, pengalaman, hingga ke perasaan dalam bentuk yang imajinatif. Karya sastra mengandung nilai keindahan berupa pesan moral atau nilai kehidupan.

Sama halnya seperti karya seni lainnya, karya sastra selalu mengikuti perkembangan zaman. Hingga kini, karya sastra memiliki beragam jenis dan bentuk.

Simak penjelasan lengkap di bawah ini untuk mengetahui pengertian dan berbagai contoh karya sastra.

Pengertian Karya Sastra

Ilustrasi pengertian karya sastra. Foto: unsplash.com.

Menyadur buku Aku Suka Bahasa Indonesia yang disusun oleh Nandang RP dan Ismail K, karya sastra Indonesia dibagi menjadi dua jenis, yaitu karya sastra lama dan karya sastra baru atau modern.

Pengertian karya sastra lama adalah sastra yang lahir dari masyarakat yang masih memegang adat istiadat yang berlaku di daerah. Ciri-ciri karya sastra lama bentuknya sangat baku dan nama pengarang tidak disertakan atau anonim.

Sementara karya sastra baru adalah karya sastra yang sudah tidak dipengaruhi atau terikat dengan kebiasaan adat masyarakat di sekitarnya.

Karya sastra baru di Indonesia cenderung dipengaruhi oleh karya sastra yang berasal dari daerah Barat atau Eropa. Karya sastra baru lebih bersifat dinamis atau mengikuti perkembangan zaman. Mengambil kisah masyarakat dan selalu diberi nama pengarang.

Baca Juga: Tujuan Mengulas Karya Sastra dan Manfaatnya

Jenis-Jenis Karya Sastra Lama dan Modern

Ilustrasi Jenis-Jenis karya sastra. Foto: unsplash.com.

Baik karya sastra lama maupun sastra modern terdiri atas dua bentuk yaitu puisi dan prosa. Puisi adalah bentuk karya sastra yang memuat ungkapan hati dan pikiran penyair yang dituangkan dalam rangkaian bahasa yang indah dan berirama.

Sementara prosa adalah karya sastra yang berbentuk cerita yang disampaikan dengan menggunakan narasi. Berikut bentuk karya sastra lama maupun baru yang dirangkum dari Buku Modul Sastra Lama oleh Rini Damayanti.

1. Bentuk Karya Sastra Lama

a. Prosa Lama

Prosa lama adalah karya sastra daerah yang belum mendapat pengaruh sastra dan kebudayaan Barat. Bentuk prosa lama dalam kesusastraan Indonesia, yakni sastra prosa Melayu.

Ciri-ciri dari prosa lama, yaitu bersifat statis, dipengaruhi kesusastraan Hindu dan Arab, dan bersifat anonim. Berikut contoh prosa lama yang bisa dipelajari.

  • Mite: Dongeng yang banyak mengandung unsur-unsur ajaib dan ditokohi oleh dewa, roh halus, atau peri. Contohnya kisah Nyi Roro Kidul.

  • Legenda: Dongeng yang dihubungkan dengan terjadinya suatu tempat. Contohnya Sangkuriang dan Si Malin Kundang.

  • Hikayat: Cerita yang berisi kehidupan raja-raja dan kehidupan para dewa. Contohnya Hikayat Hang Tuah.

  • Dongeng: Cerita yang bersifat khayalan. Contohnya Cerita Pak Belalang.

  • Cerita Berbingkai: Cerita yang di dalamnya ada lagi cerita yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Contohnya Seribu Satu Malam.

b. Puisi Lama

Puisi lama adalah jenis karya sastra yang diciptakan orang zaman dulu. Puisi lama sangat terikat berbagai aturan, seperti terdapat sajak atau rima dan memiliki jumlah kata dalam satu baris.

Selain itu, puisi lama juga memiliki aturan jumlah baris dalam satu bait hingga jumlah suku kata dalam setiap baris. Bentuk dari puisi lama, yaitu:

  • Pantun: puisi lama yang mempunyai sajak a-b-a-b pada baitnya. Pantun dapat dikategorikan berdasarkan isinya, misalnya pantun anak-anak, pantun agama, dan pantun jenaka.

  • Syair: puisi lama yang mementingkan irama sajak. Syair berasal dari Arab dan berirama a-a-a-a.

  • Gurindam: puisi melayu lama yang terdiri atas dua bait. Setiap bait terdiri dua baris kalimat dengan irama akhir yang sama.

2. Bentuk Karya Sastra Modern

Ilustrasi bentuk karya sastra modern. Foto; unsplash.com.

a. Prosa Baru

Prosa baru adalah cerita atau karangan yang muncul setelah mendapat pengaruh sastra atau kebudayaan barat. Berdasarkan isi dan sifatnya, prosa baru terdiri atas:

1. Roman

Roman adalah cerita yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan sagala suka dukanya. Berdasarkan isinya, Roman dibedakan menjadi roman bertenders, roman sosial, roman sejarah, roman psikologis, dan roman detektif.

2. Novel

Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan mengandung konflik. Biasanya, novel lebih pendek dari roman dan lebih panjang dari cerpen.

3. Cerpen

Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelaku. Dalam cerpen boleh ada konflik tetapi tak menyebebkan perubahan nasib pelaku atau tokoh.

4. Riwayat

Riwayat lebih dikenal dengan biografi. Ini merupakan karangan yang berisi pengalaman hidup pengarang atau pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.

5. Kritik

Karya yang menguraikan pertimbangan baik buruk suatu hasil karya dengan alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu. Kritik sifatnya lebih objektif dan menghakimi.

6. Resensi

Resensi adalah ulasan suatu karya seperti buku, film, dan drama. Resensi bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, yang disertai penilaian dan saran.

7. Esai

Esai adalah ulasan masalah secara sepintas berdasarkan pandangan pribadi penulis. Isinya bisa berupa hikmah, tanggapan, renungan, atau komentar tentang suatu hal.

b. Puisi

Bentuk puisi dalam karya sastra modern tak memiliki sifat terikat pada suatu aturan. Puisi baru dapat dibedakan berdasarkan isinya dan bentuknya. Berikut macam-macamnya:

1. Puisi baru Berdasarkan Isi

  • Balada: Puisi yang memuat tentang cerita atau kisah tertentu.

  • Elegi: Puisi yang memuat kisah sedih sebagai ekspresi duka cita.

  • Epigram: Puisi yang memuat tentang ajaran atau tuntutan hidup

  • Himne: Puisi yang berisi pujian dan dilantunkan sebagai rasa hormat.

  • Ode: Puisi yang memuat sanjungan kepada orang yang dianggap memiliki jasa besar.

  • Romansa: Puisi yang berisi ekspresi seseorang tentang cinta dan kasih sayang.

  • Satire: Pusi yang berisi sindirian atau kritikan.

2. Puisi Berdasarkan Bentuknya

  • Distikon: Puisi yang tiap baitnya terdiri dari dua baris

  • Terzina: Puisi yang tiap baitnya terdiri dari tiga baris

  • Kuatrain: Puisi yang tiap baitnya terdiri dari empat baris.

  • Kuint: Puisi yang tiap baitnya terdiri dari lima baris

  • Sektet: Puisi yang tiap baitnya terdiri dari enam baris

  • Septime: Puisi yang tiap baitnya terdiri dari tujuh baris.

  • Oktaf: Puisi yang tiap baitnya terdiri dari delapan baris

  • Soneta: Puisi yang terdiri empat baris dan terbagi menjadi dua.

(IPT)