Pengertian Kurva Permintaan dan Penawaran dalam Ilmu Ekonomi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kurva permintaan dan penawaran merupakan salah satu materi yang dipelajari siswa dalam ilmu Ekonomi. Dalam materi tersebut, siswa harus memahami banyak faktor yang bisa memengaruhi naik turunnya suatu produk dalam perusahaan.
Berdasarkan buku Pengantar Ekonomi Mikro, Arwin, S. E., M.Si, (2020:1), ilmu Ekonomi merupakan salah satu cabang dari pohon ilmu yang luas dan besar. Ilmu Ekonomi diberi gelar sebagai the oldest art and the newest scinence.
Ilmu Ekonomi sangat berperan besar dalam kehidupan sehari-hari. Karena, materi-materi yang terdapat di dalam ilmu Ekonomi dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya tentang kurva permintaan dan penawaran.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Kurva Permintaan dan Penawaran
Berikut adalah penjelasan dari pengertian kurva permintaan dan penawaran dalam ilmu Ekonomi.
1. Pengertian Kurva Permintaan
Berdasarkan buku Pengantar Ilmu Ekonomi, Siti Khoirina, S.E., M.S.Ak, dkk., (2023:7), kurva permintaan adalah grafik yang menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah barang yang bersedia dan mampu dibeli oleh konsumen.
Kurva permintaan dimanfaatkan untuk memprediksi perilaku di pasar yang kompetitif dan sering digabungkan dengan kurva penawaran untuk memperkirakan titik ekuilibrium.
Beberapa ciri-ciri kurva permintaan adalah sebagai berikut:
Kurva adalah garis lurus.
Harga suatu barang berbanding terbalik dengan jumlah barang tersebut. Dengan kata lain, ketika harga suatu barang naik, permintaan barang itu turun. Sebaliknya, jika harga suatu barang turun, maka permintaan akan meningkat.
Bentuk fungsi kurva permintaan adalah Q = a-bP ("Q" adalah jumlah yang diminta, "a" adalah konstanta, "b" adalah kemiringan atau slope, dan "p" adalah harga barang tersebut).
Pergerakan kurva permintaan dipengaruhi oleh permintaan akan suatu barang atau jasa. Misalnya, ketika pendapatan masyarakat meningkat, kurva bergeser ke kanan ketika kuantitas yang diminta meningkat Sebaliknya, ketika opini dan permintaan publik menurun, kurva bergeser ke kiri.
Kurva memiliki kemiringan negatif Karena kurva ditarik dari atas ke kiri Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan terbalik antara harga dan kuantitas yang diminta.
2. Pengertian Kurva Penawaran
Berdasarkan buku yang berjudul Pengantar Ilmu Ekonomi, Siti Khoirina, S.E., M.S.Ak, dkk., (2023:10), kurva penawaran adalah kurva yang menggambarkan hubungan antara jumlah barang yang dikirim dan harga barang, dengan asumsi bahwa faktor-faktor lain dianggap konstan.
Hukum penawaran memiliki kurva penawaran. Kurva penawaran untuk penawaran adalah positif. Hal ini dapat dilihat dari hubungan antara harga dan jumlah barang. Ketika harga naik, begitu pula jumlah barang atau jasa yang ditawarkan. Adapun karakteristik atau ciri-ciri kurva penawaran berikut ditemukan dalam hukum penawaran:
Kurvanya lurus.
Kurva penawaran bergeser dari kiri ke bawah.
Saat kurva bergeser ke kanan. Jika kurva bergeser ke kanan, ini berarti peningkatan penawaran barang atau jasa.
Harga dan jumlah barang berbanding lurus.
Dalam hukum penawaran, kurva penawaran berbanding lurus. Artinya, ketika harga barang meningkat, jumlah barang yang ditawarkan meningkat Sebaliknya, jika harga barang turun, jumlah barang yang ditawarkan juga berkurang. 5 Kurva memiliki kemiringan positif.
Karena kurva dalam hukum penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan berbanding lurus antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan.
Dalam hukum penawaran, kurva hukum penawaran ini dapat berubah atau berubah dan mengalami pergerakan. Faktor yang tidak berubah yaitu perubahan harga suatu barang dan faktor ceteris paribus (selain harga barang itu sendiri). Contohnya adalah manufaktur, biaya dan teknologi. Dengan kata lain, hukum kurva penawaran dapat berubah bergantung pada kuantitas yang ditawarkan, harga, dan faktor eksternal yang tidak terkait dengan harga produk.
Permintaan
Berdasarkan buku Pengantar Ilmu Ekonomi, Siti Khoirina, S.E.,M.S.Ak, dkk., (2023:4), permintaan adalah keinginan untuk memperoleh suatu barang atau jasa untuk memuaskan suatu kebutuhan. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan adalah barang substitusi. Selanjutnya konsep kebutuhan adalah keinginan yang mengandung arti kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada harga tertentu dan pada waktu tertentu.
1. Jenis Permintaan
Kebutuhan Potensial. Jenis kebutuhan ini adalah kebutuhan akan suatu barang atau jasa yang dapat dipenuhi dengan sejumlah uang atau daya beli tertentu Namun, pembelian barang atau jasa tersebut selalu dilakukan sebagai rencana pembelian karena ada beberapa barang atau jasa pengganti. Katakanlah seseorang memiliki uang tunai Rp2.000.000. Anda ingin membeli tas branded seharga Rp1.500.000 namun masih belum menentukan merek tas tersebut.
Kebutuhan Mutlak. Permintaan mutlak adalah kebutuhan akan suatu barang atau jasa yang tidak termasuk kemampuan untuk membeli sehingga semakin diminati. Setiap orang memiliki syarat mutlak tersebut, misalnya seseorang ingin membeli sepatu olahraga seharga Rp 1.200.000 tetapi tidak memiliki cukup uang untuk membelinya.
Permintaan Efisien Permintaan. Permintaan Efisien Permintaan efektif adalah kebutuhan akan produk atau jasa yang sesuai dengan daya belinya. Misalkan seseorang memiliki Rp2.000.000, ingin membeli tas desainer, akhirnya memutuskan untuk membeli tas Hermes seharga Rp1.400.000.
Permintaan individu mengacu pada kuantitas yang diminta atau jumlah barang yang dibeli secara individual oleh konsumen pada harga tertentu. Misalnya seseorang ingin membeli 2 es krim seharga Rp10.000.
Permintaan pasar / permintaan agregat adalah kumpulan permintaan individu / individu di pasar Permintaan barang ini banyak dilakukan konsumen, misalnya menjelang perayaan Idul Fitri banyak masyarakat yang membutuhkan daging Harga daging naik mengikuti permintaan pasar.
2. Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan adalah fungsi yang mewakili hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta. Fungsi permintaan memiliki rumus berikut:
P = a - bQ atau Q = a - bP
3. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan
Harga barang substitusi dan pelengkap Permintaan suatu produk bisa ditentukan oleh harga barang terkait lainnya, misalnya barang pengganti dan pelengkap.
Jumlah penduduk. Pertambahan jumlah penduduk tentu saja akan meningkatkan jumlah barang yang dikonsumsi, namun angka ini bergantung pada peningkatan kesempatan kerja. Ketika pertumbuhan penduduk disertai dengan peningkatan kesempatan kerja, lebih banyak orang menerima pendapatan, meningkatkan daya beli mereka. Peningkatan daya beli berarti peningkatan permintaan barang dan jasa.
Harapan (Ekspektasi konsumen). Perubahan masa depan yang diharapkan akan mempengaruhi permintaan Sementara semua konsumen mengharapkan harga barang dan jasa meningkat di masa depan, konsumen sekarang membeli lebih banyak barang karena harga naik.
Pendapatan konsumen merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan permintaan barang, seiring dengan meningkatnya pendapatan konsumen maka daya belinya juga meningkat.
Hukum permintaan mengatakan bahwa kenaikan harga mengurangi jumlah yang diminta atau Anda dapat mengatakan hukum permintaan adalah bahwa jumlah yang dibeli berbanding terbalik dengan harga Hukum permintaan didefinisikan sebagai hubungan antara harga dan jumlah yang diminta.
Hukum permintaan adalah prinsip ekonomi dasar di mana konsumen meminta lebih sedikit kuantitas suatu produk dengan harga yang lebih tinggi Selanjutnya dapat dikatakan hukum permintaan karena jumlah yang dibeli berbanding terbalik dengan harganya Ketika harga suatu produk turun, permintaannya meningkat Sebaliknya, jika harga suatu produk meningkat, permintaannya menurun (Investopedia).
Penawaran
Berdasarkan buku Pengantar Ilmu Ekonomi, Siti Khoirina, S.E.,M.S.Ak, dkk., (2023:9), penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau yang ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
1. Hukum Penawaran
Hukum penawaran adalah untuk menunjukkan jumlah yang akan dijual pada harga tertentu Bid Price. Kenaikan harga suatu barang menginduksi peningkatan penawaran barang atau jasa ketika harga barang lain diasumsikan konstan/tetap Jika harga barang atau jasa naik, produsen akan memasok lebih banyak barang.
Dan sebaliknya jika harga turun, mereka ragu untuk mengurangi pasokan. Dengan kata lain, hukum penawaran dapat dikatakan bahwa jika tingkat harga naik, maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah. Ketika tingkat harga turun, kuantitas yang ditawarkan berkurang.
Sebagai pemasok, meningkatkan jumlah barang yang dipasok akan meningkatkan biaya marjinal. Diharapkan dengan meningkatkan kuantitas barang yang dipasok dengan harga yang cukup tinggi, dapat menutupi biaya marjinal yang lebih tinggi.
Hukum penawaran berlawanan dengan hukum permintaan. Dalam hukum penawaran, semakin tinggi harga, semakin besar jumlah yang ditawarkan. Tetapi jika harga suatu barang rendah, kuantitas yang ditawarkan juga akan rendah. Hukum penawaran ini terjadi ketika harga tinggi dan penjual menginginkan lebih banyak keuntungan.
Jika ada hukum penawaran dan permintaan, penjual ingin menjual lebih banyak barang, sehingga keuntungan akan berlipat ganda. Tetapi penjual sepertinya tidak mau menjual banyak saat harga barang turun.
Dalam suatu penawaran terdapat rumusan atau fungsi dari penawaran tersebut. Peran penawaran dalam hukum penawaran adalah adanya hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah yang ditawarkan.
Hubungan antara harga dan penawaran selanjutnya akan selalu proporsional Seperti disebutkan sebelumnya, ada suara penawaran dalam hukum penawaran, yaitu jika kuantitas suatu produk yang ditawarkan memiliki hubungan positif atau searah dengan harga produk, diasumsikan bahwa semua variabel penawaran tetap tidak berubah. Bentuk fungsi penawaran dan hukum penawaran:
P = a + Bq
Q = a + bp
Keterangan:
P = harga barang
Q = jumlah permintaan barang
a = konstanta
b = kemiringan
2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran
Sifat industri. Jenis industri memengaruhi elastisitas penawaran terkait dengan hukum penawaran yang merupakan salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi elastisitas harga penawaran. Pasokan menyebabkan elastisitas ini untuk membantu memahami seberapa banyak penjual dapat meningkatkan output dengan menyesuaikan perubahan produk harga.
Sifat barang. Ketersediaan barang substitusi juga mempengaruhi munculnya fleksibilitas penawaran dalam hukum penawaran transfer.
Barang dagangan. Ketika menerapkan hukum penawaran dan elastisitas penawaran, penentuan barang memainkan peran penting dalam menentukan elastisitas penawaran, dengan kata lain semakin sempit barang yang didefinisikan, semakin fleksibel penawarannya, dan sebaliknya. Elastisitas penawaran dalam hukum penawaran juga merupakan faktor penting yang menentukan elastisitas harga. Komponen waktu elastisitas penawaran dalam hukum penawaran menunjukkan bahwa harga lebih fleksibel dalam jangka panjang daripada jangka pendek.
Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran menurut hukum penawaran adalah perusahaan dapat mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja dalam jangka panjang. Perusahaan juga dapat berinvestasi lebih banyak pada permesinan untuk meningkatkan output produknya, sehingga meningkatkan pasokan.
Demikianlah penjelasan dari kurva permintaan dan penawaran serta beberapa materi penting lainnya dalam ilmu Ekonomi. (Adm)
Baca juga: Denotasi dan Konotasi: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya
