Pengertian Mineral Anorganik & Organik, Contoh, dan Manfaatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mineral anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan serta tidak berguna bagi tubuh manusia. Jika masuk ke dalam tubuh, mineral ini bisa merusak organ tubuh, seperti ginjal, hati, dan lain sebagainya. Padahal, kedua organ tubuh ini memiliki peran menjadi filter utama tubuh.
Mengutip buku Fat-loss Not Weight-loss for Diabetes yang disusun oleh dr. Phaidon L. Toruan, MM, penumpukan dan endapan yang disebabkan mineral anorganik dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.
Misalnya, seperti batu ginjal, batu empedu, pengerasan arteri, hingga diabetes. Tidak hanya itu, endapan tersebut yang juga berpengaruh pada persendian hingga dapat menyebabkan arthritis.
Meski tidak bermanfaat untuk manusia, mineral anorganik juga memiliki manfaat penting bagi tumbuhan. Pasalnya, tumbuhan merupakan organisme yang mampu mengubah mineral anorganik menjadi organik melalui fotosintesis.
Lebih lanjut, memang manusia membutuhkan mineral di dalam tubuh. Tidak selalu berasal dari minuman, mineral pun juga bisa didapatkan melalui makanan, seperti sayur-sayuran, buah, dan lain sebagainya.
Ada pun jenis mineral lainnya yang disebut dengan mineral organik. Sebaliknya, mineral organik sendiri memiliki fungsi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Mengutip dari buku Deteksi Pencemaran Air Minum karya Ir. Setijo Pitojo & Drs. Eling Purwantojoyo, M.Si, mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dapat didapatkan dari makanan yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.
Jika dipelajari kembali, setiap makanan memiliki kandungan mineral yang berbeda-beda, contohnya:
Telur, mengandung mineral kalsium, mineral natrium, dan mineral zink
Brokoli, mengandung mineral selenium, mineral mangan, dan mineral besi
Pisang, mengandung mineral kalium, mineral fosfor, mineral besi, dan mineral magnesium
Contoh Mineral Anorganik dan Organik
Untuk lebih jelas apa saja perbedaan dari mineral organik dan anorganik, berikut adalah contoh mineral anorganik dan organik yang dikutip dari buku Tentang Air karya Dr. Norman W. Walker.
Mineral anorganik tidak baik untuk manusia, tapi memiliki manfaat bagi tumbuhan. Berikut adalah contoh mineral anorganik, yakni timbal hitam (Pb), iron oxide (besi teroksidasi), merkuri, arsenik, hingga bahan kimia lainnya yang berasal dari resapan tanah.
Meski contoh dari mineral anorganik tidak baik untuk manusia, tumbuhan dapat mengubah mineral anorganik menjadi organik melalui fotosintesis.
Contoh kandungan mineral organik, yakni mineral kalsium, mineral natrium, mineral zink, mineral magnesium, mineral fosfor, hingga mineral besi.
Biasanya, mineral organik didapatkan dari sayur-sayuran, buah, daging, telur, dan lain sebagainya. Dibandingkan mineral anorganik, mineral organik memiliki manfaat yag baik untuk manusia.
Berikut adalah manfaat dari mineral yang baik untuk tubuh, seperti dikutip dari jurnal Mineral yang disusun Universitas Negeri Yogyakarta, yakni:
Membantu pembentukan tulang dan gigi
Membantu proses penggumpalan darah
Mengatur denyut nadi
Memelihara keseimbangan pH dan asam-asam
Memelihara keseimbangan air di dalam sel tubuh
(JA)
