Konten dari Pengguna

Pengertian Past Perfect Tense beserta Rumus dan Contoh Penggunannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Past Perfect Tense, Foto: Unsplash/Clarissa Watson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Past Perfect Tense, Foto: Unsplash/Clarissa Watson

Ketika ingin menguasai Bahasa Inggris secara verbal maupun non-verbal tentunya perlu menguasai grammar. Salah satu bagian dari grammar adalah tenses, yang terbagi menjadi 4 kategori yaitu present, past, future dan past future. Keempat kategori ini dibagi lagi menjadi 16 tenses yang salah satunya adalah Past Perfect Tense.

Dari ke-16 tenses, tidak semua tenses perlu dikuasai dan digunakan dalam percakapan sehari-hari. Tenses digunakan untuk menentukan perubahan bentuk kata kerja berdasarkan keterangan waktu, sifat, kegiatan ataupun kejadian.

Dengan kata lain tenses menunjukkan apakah kegiatan tersebut sudah dikerjakan, sedang dikerjakan, atau mungkin sedang dikerjakan dan akan masih berlangsung pada waktu tertentu.

Daftar isi

Pengertian Past Perfect Tense

Ilustrasi Past Perfect Tense, Foto: Unsplash/Ivan Shilov

Dikutip dari buku English Structure for TOEFL, Kardimin (2016:91) Past Perfect Tense digunakan untuk menerangkan aktivitas yang sudah dilakukan di waktu yang lampau, atau menjelaskan dua peristiwa yang telah terjadi. Tetapi, di antara dua peristiwa yang terjadi, tense ini digunakan untuk menegaskan kembali manakah aktivitas yang terjadi lebih dahulu.

Aktivitas yang telah terjadi di masa lampau dapat berlaku berulang kali maupun hanya sekali saja. Biasanya past perfect digunakan untuk menjelaskan aktivitas atau kejadian secara kronologis dan runtut. Yang membedakan past perfect dengan simple past adalah terletak di bagian keterangan waktu. Simle Past memiliki keterangan waktu yang lebih spesifik, sedangkan past perfect keterangan waktunya tidak spesifik.

Rumus Past Perfect Tense

Ilustrasi Past Perfect Tense, Foto: Unsplash/Waldemar

Rumus Past Perfect Tense yang umum digunakan adalah Subject + Had + Past Participle (V3), pola ini mengandung pengertian bahwa waktu yang digunakan untuk menyatakan suatu aktivitas di masa lalu telah selesai sebelum aktivitas lain dilakukan.

Ada dua bentuk pola past perfect sebagai berikut :

1. Bentuk Kalimat Nominal

Bentuk kalimat nominal terdiri dari subjek dan pelengkap tanpa kata kerja atau verb. Sebagai gantinya kalimat nominal menggunakan to be yang berupa is, am, are, was, were, have, has, had, been, be.

Dalam kalimat nominal ada 3 jenis kata ANA yaitu singkatan dari Adjective, Noun dan Adverb yang dapat ditambahkan setelah to be. Adjective berupa kata sifat seperti, clever, beautiful, dan happy, Noun berupa kata benda seperti book, bag, fruit dan glass, dan Adverb berupa kata keterangan seperti last night, never, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah rumus kalimat nominal dengan past perfect :

  • Rumus bentuk nominal positif :

Subject (I/you/they/we/he/she/it) + Had + Been + Object/ANA

Contohnya :

They had been at home

(Dia telah berada di rumah)

  • Rumus bentuk nominal negatif :

Subject (I/you/they/we/he/she/it) + Had not/Hadn’t + Been + Object/ANA

Contohnya :

He had been quite anxious, but I managed to settle his mind

(Dia cukup cemas, tapi aku berhasil menenangkan pikirannya)

  • Rumus bentuk nominal interogatif atau pertanyaan :

Had + Subject (I/you/they/we/he/she/it) + Been + Object/ANA + ?

Contohnya :

Had you been there with her?

(Kenapa kamu ada di sana bersamanya?)

2. Bentuk Kalimat Verbal

Bentuk kalimat verbal adalah kalimat yang kata kerjanya berupa ordinary verb atau kata kerja biasa seperti cut, visit, hit, dan lain sebagainya. Dalam kalimat verb terdapat auxiliary verb seperti is, am, are, was, were namun hanya berfungsi sebagai kata kerja pembantu saja dan bukan merupakan kata kerja utama dalam kalimat.

Berikut ini adalah rumus kalimat verbal dengan past perfect :

  • Rumus bentuk verbal positif :

Subject (I/you/they/we/he/she/it) + Had + Past Participle (Verb 3)

Contohnya :

I had eaten two eggs for breakfast

(Aku sudah makan dua butir telur untuk sarapan)

  • Rumus bentuk verbal negatif :

Subject (I/you/they/we/he/she/it) + Had not/hadn’t + Past Participle (Verb 3)

Contohnya:

Izhar hadn’t seen a tiger before

(Izhar belum pernah melihat harimau sebelumnya)

  • Rumus bentuk verbal interogatif atau pertanyaan :

Had + Subject (I/you/they/we/he/she/it) + Past Participle (Verb 3) + ?

Contohnya :

Had Izhar seen a tiger before?

(Apakah Izhar pernah melihat harimau sebelumnya?)

Perlu diingat verb yang digunakan dalam rumus past perfect tetap “had” meskipun subjek yang digunakan adalah plural atau lebih dari satu. Time signal yang biasa digunakan dalam past perfect yaitu before, after, when, until, just, as soon as, dan by the time.

Kegunaan dan Fungsi

Ilustrasi Past Perfect Tense, Foto: Unsplash/Unseen Studio

Past Perfect memiliki beberapa penggunaan dan fungsi antara lain sebagai berikut :

1. Menyatakan Aktivitas yang Sudah Sselesai

Menyatakan aktivitas yang sudah selesai adalah kegunaan yang utama dalam tense ini, pada fungsi ini perlu disisipkan time signal seperti before, by the time, when dan lain sebagainya.

Contohnya : They had played football in that field before it started to rain. (Mereka telah bermain sepak bola di lapangan itu sebelum hujan turun.)

2. Menunjukkan Seberapa Ssering Aaktivitas itu Tterjadi

Past perfect juga digunakan untuk menunjukkan intensitas dari suatu aktivitas yang terjadi di masa lampau, time signal yang dapat digunakan adalah yang menunjukkan frekuensi kejadian seperti twice, three times, every day dan lain sebagainya.

Contohnya : I had learned twice before the test. (Dia telah belajar dua kali sebelum ujian.)

3. Menyatakan Harapan

Jika berangan-angan atau membuat harapan dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai conditional sentence, dan menggunakan past perfect. Conditional sentence menunjukkan kondisi yang seharusnya bisa terjadi di masa lalu, rumusnya memiliki beberapa tambahan yaitu :

  • If + past perfect tense + would/should/could/might + have + past participle (verb 3).

Contohnya : Aria would have helped you if you asked for it. (Aria akan menolong kamu jika kamu memintanya untuk itu.)

4. Membuat Reported Speech atau Reported Text

Reported speech biasa digunakan untuk menyatakan berita secara lisan maupun tulisan yang belum pernah didengar sebelumnya dan disampaikan kepada orang lain. Verb yang digunakan yaitu said, told, asked, thought, dan wondered.

Contohnya : The boss had said it would be a long meeting. (Bos telah mengatakan itu akan menjadi pertemuan yang panjang.)

5. Menyatakan Ketidakpuasaan di Masa Lalu

Sebagian orang pasti pernah mengalami kejadian atau aktivitas di masa lalu, tetapi memberikan kesan yang tidak puas terhadap diri sendiri. Untuk menyatakan ketidakpuasan ini dapat menggunakan past perfect.

Contohnya : The boy wished he had asked another question. (Anak itu berharap dia mengajukan pertanyaan lain.)

Contoh Kalimat

Ilustrasi Past Perfect Tense, Foto: Unsplash/Aaron Burden

Berikut ini adalah beberapa contoh kalimat past perfect tense :

1. Kalimat Nominal Positif

  • They had been happy already. (Mereka sudah bahagia sekarang)

  • She had been difficult every day. (Dia merasa kesulitan setiap hari)

  • He had just been sad. (Dia baru saja bersedih)

  • Fatimah had been here for 3 hours. (Fatimah sudah berada disini selama 3 jam)

  • Nida had just been in my home. (Nida baru saja berada di rumahku)

2. Kalimat Nominal Negatif

  • I wish I hadn’t been there with you. (Aku berharap aku tidak ada di sana bersamamu)

  • They hadn’t been in class yesterday. (Mereka tidak ada di kelas kemarin)

  • Nanda hadn’t been happy in the party. (Nanda tidak senang berada di pesta itu)

  • Nicole hadn’t been Indonesian citizen since last year. (Nicole belum menjadi warga negara Indonesia sejak tahun lalu)

  • The book hadn’t been inside the Tiara’s bag. (Buku itu belum ada di dalam tas Tiara)

3. Kalimat Nominal Interogatif

  • Had you been there with her? (Apakah kamu ada di sana bersamanya?)

  • Had they been in class yesterday? (Apakah mereka ada di kelas kemarin?)

  • Had Nanda been happy in the party? (Apakah Nanda senang di pesta itu?)

  • Had Nicole been Indonesian citizen since last year? (Apakah Nicole sudah menjadi warga negara Indonesia sejak tahun lalu?)

  • Had The book been inside the Tiara’s bag? (Apakah buku tersebut ada di dalam tas Tiara?)

4. Kalimat Verbal Positif

  • Sabrina had studied English for 3 years. (Sabrina belajar bahasa Inggris selama 3 tahun)

  • They had just written English book. (Mereka baru saja menulis buku bahasa inggris)

  • She had sent my motor cycle three times. (Dia sudah mengirim motor saya 3 kali)

  • Yulia had written poem every day. (Yulia sudah menulis puisi setiap hari)

  • Zaid had already designed house for me. (Zaid sudah siap mendesain rumah untuk saya)

5. Kalimat Verbal Negatif

  • Bella hadn’t written a poem every day. (Bella tidak menulis puisi setiap hari)

  • She hadn’t studied English before she moved to Jakarta. (Dia belum belajar bahasa Inggris sebelum pindah ke Jakarta)

  • She hadn’t studied for the exam before she took it. (Dia belum belajar untuk ujian sebelum dia mengambilnya)

  • Sabrina hadn’t been studied English for 3 years. (Sabrina tidak belajar bahasa Inggris selama 3 tahun)

  • Zaid hadn’t been designed house for me. (Zaid belum merancang rumah untuk saya)

6. Kalimat Verbal Interogatif

  • Had she studied English before she moved to Jakarta? (Apakah dia belajar bahasa Inggris sebelum pindah ke Jakarta?)

  • Had they finished their breakfast before leaving the house? (Apakah mereka sudah selesai sarapan sebelum meninggalkan rumah?)

  • Had Bella written a poem every day? (Apakah Bella menulis puisi setiap hari?)

  • Had Wida played badminton before the class? (Apakah Eida bermain bulutangkis sebelum kelas?)

  • Had Naya eaten nasi goreng tonight? (Apakah Naya makan nasi goreng malam ini?)

Baca Juga : 16 Tenses dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Rumus, Kegunaan, dan Contohnya

Demikianlah pengertian past perfect tense, rumus, kegunaan dan contoh kalimatnya yang dapat dijadikan acuan untuk mengerti grammar. Sering-seringlah berlatih speaking dan writing agar kemampuan Bahasa Inggris terasah. (Mit)