Pengertian Premis, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Premis adalah salah satu istilah yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Secara umum, pengertian premis adalah kalimat atau proposisi yang dijadikan sebagai landasan.
Selain dapat dijumpai dalam pelajaran bahasa Indonesia, premis juga sering digunakan dalam proses penelitian. Peneliti menggunakan premis untuk menarik kesimpulan dari riset yang dilakukan. Premis juga sering muncul dalam pembahasan logika matematika.
Adapun penjelasan lebih lanjut tentang pengertian premis dan informasi lainnya bisa disimak di artikel ini!
Pengertian Premis
Mengutip karya ilmiah berjudul Deduksi yang disusun Drs. Mulyo Wiharto, MM, dosen Universitas Esa Unggul, premis berasal dari kata premissuss atau praemittere yang artinya mengirim.
Sementara itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian premis adalah apa yang dianggap benar sebagai landasan kesimpulan kemudian. Premis juga bisa diartikan sebagai dasar pemikiran, alasan, atau asumsi.
Selain itu, premis dapat disebut sebagai kalimat atau proposisi yang dijadikan dasar penarikan kesimpulan di dalam logika. Oleh karena itu, istilah premis sering muncul dalam pembahasan logika matematika.
Lalu, menurut Kamus Merriam Webster, premis adalah sebuah ide atau teori yang menjadi dasar pernyataan atau tindakan.
Sementara dalam dunia seni, premis diartikan sebagai pernyataan cerita dan masalah yang menggerakkan cerita. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Nulis Novel Versi Gampang oleh Dhikarey pada 2022, pengertian premis adalah sebuah kalimat yang menjabarkan inti keseluruhan cerita.
Premis harus mencakup karakter, konflik, dan kesimpulannya. Premis ditentukan setelah penulis mendapatkan idenya. Sehingga, inti cerita yang dibuat menjadi patokan untuk menyusut plot. Dengan begitu, penulis tak akan kebingungan untuk menulis cerita.
Baca Juga: Pengertian Paragraf, Jenis-Jenis, dan Syarat-Syarat Pembentukannya
Fungsi Premis
Ada beberapa fungsi premis, dikutip dari stekom.ac.id, yaitu:
1. Menguji Validitas dan Kebenaran
Fungsi premis yang pertama adalah untuk menguji validitas dan kebenaran. Peneliti harus mengumpulkan premis-premis terlebih dahulu, dapat berupa bukti, pernyataan, teori, atau data yang dapat menjamin dalam penarikan kesimpulan.
2. Menelaah Konsep
Premis juga bisa digunakan untuk menelaah konsep. Banyak peneliti yang menyatakan teori untuk suatu hal yang bersifat ilmiah. Untuk mengemukakan teori tersebut, peneliti memerlukan konsep-konsep generalisasi yang luas, serta menyaring fakta yang dikumpulkannya.
Maka karena itu, diperlukan teknik patokan berpikir yang disebut dengan premis.
3. Menyusun Kerangka Teori
Landasan teori disusun menggunakan teori yang relevan dan masih berlaku. Penyajian premis dapat membantu untuk menyusun kerangka berpikir sehingga nantinya bisa menggiring ide untuk memecahkan permasalahan.
Hal-hal terkait permasalahan tersebut disusun secara runut dalam rangkaian premis.
4. Menguji Hipotesis
Kemudian, premis dapat menguji hipotesis. Semakin banyak premis yang dikumpulkan, semakin banyak peluang untuk mengembangkan hipotesis. Kegiatan mencari hipotesis ini bertujuan untuk menguji perkembangan teori dengan menggunakan prosedur penelitian ilmiah.
Selain itu, menentukan hipotesis ini juga berfungsi sebagai penentu ciri khas dalam sebuah penelitian dan yang membedakan dengan penelitian sebelum-sebelumnya.
Jenis-Jenis Premis
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), premis dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu premis mayor, minor, dan silogisme yang merupakan campuran dari premis mayor dan minor. Berikut penjelasannya:
1. Premis Mayor
Premis mayor merupakan keterangan atau hasil keterangan yang berisi pernyataan secara umum dan garis besar. Hasil pernyataan tersebut dijadikan sebagai grand theory.
Premis mayor berisi term yang menjadi predikat (P) dari sebuah kesimpulan serta kelas (M) atau disingkat dengan M-P.
2. Premis Minor
Premis minor adalah keterangan atau pernyataan khusus dari sebuah pemikiran. Nantinya, hasil pernyataan dari premis minor disebut dengan middle range theory.
Premis minor berisi term yang menjadi subjek (S) dari sebuah kesimpulan dan anggota kelas (M) atau disingkat dengan S-M.
3. Premis Silogisme
Premis silogisme adalah dua premis, yaitu mayor dan minor, yang mewujudkan anteseden. Adapun yang dimaksud anteseden adalah hal-hal yang terjadi dahulu atau yang memunculkan adanya perilaku.
Contoh Premis dalam Logika Matematika
Berikut ini adalah beberapa contoh premis dalam logika matematika yang dikutip dari Deduksi oleh Drs. Mulyo Wiharto, MM, Dosen Universitas Esa Unggul:
Contoh 1
Premis mayor: Semua mahasiswa (M) adalah makhluk hidup (P).
Premis minor: Juwita (S) adalah mahasiswa (M).
Konklusi: Juwita (S) adalah makhluk hidup (P).
Contoh 2
Premis mayor: Semua mahasiswa (M) adalah makhluk hidup (P).
Premis minor: Juwita (S) adalah mahasiswa (M).
Konklusi: Juwita (S) adalah makhluk hidup (P).
Contoh 3
Premis mayor: Belajar (P) adalah kewajiban semua mahasiswa (M).
Premis minor: Sintia (S) adalah mahasiswa (M).
Konklusi: Sintia (S) mempunyai kewajiban untuk belajar (P).
Contoh 4
Premis mayor: Belajar (P) adalah kewajiban semua mahasiswa (M).
Premis minor: Salah satu mahasiswa (M) adalah Budi (S).
Konklusi: Budi (S) mempunyai kewajiban untuk belajar (P).
Contoh 5
Premis mayor: Semua mahasiswa teladan (M) adalah mahasiswa berprestasi (P).
Premis minor: Willy (S) adalah mahasiswa teladan (M)
Konklusi: Willy (S) adalah mahasiswa berprestasi (P).
Contoh 6
Premis mayor: Semua penari (M) memiliki gerakan yang indah (P).
Premis minor: Nadya (S) adalah seorang penari (M).
Konklusi: Nadya (S) memiliki gerakan yang indah (P).
Contoh 7
Premis mayor: Semua penari (M) memiliki gerakan yang indah (P).
Premis minor: Semua balerina (S) adalah penari (M).
Konklusi: Semua balerina (S) memiliki gerakan yang indah (P).
(NSF)
