Konten dari Pengguna

Pengertian Puasa, Macam-Macam, dan Ketentuan Pelaksanaannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pengertian puasa. Foto: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengertian puasa. Foto: pexels

Daftar isi

Pengertian puasa secara umum adalah menahan hawa nafsu dari terbit fajar hingga tenggelam matahari. Puasa merupakan salah satu ibadah penting untuk umat Islam.

Namun, sebenarnya pengertian puasa tak hanya sekadar menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu. Untuk penjelasan lebih lengkap tentang ibadah puasa, simak artikel ini hingga akhir!

Pengertian Puasa

Ilustrasi pengertian puasa. Foto: Unsplash.com/Rauf Alvi

Menyadur karya ilmiah berjudul Batasan Maradl dan Safar yang Membolehkan Berbuka Puasa Menurut Madzhab Syafi'i dan Madzhab Hanafi oleh Qolyubi, M., IAIN Sunan Ampel Surabaya, dalam bahasa Arab, puasa disebut Al-Shaum, yaitu menahan, termasuk menahan berbicara dengan orang lain.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Maryam ayat 26 berikut:

فَكُلِيْ وَاشْرَبِيْ وَقَرِّيْ عَيْنًاۚ فَاِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ اَحَدًاۙ فَقُوْلِيْٓ اِنِّيْ نَذَرْتُ لِلرَّحْمٰنِ صَوْمًا فَلَنْ اُكَلِّمَ الْيَوْمَ اِنْسِيًّاۚ ۝٢٦

Artinya: "Makan, minum, dan bersukacitalah engkau. Jika engkau melihat seseorang, katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernazar puasa (bicara) untuk Tuhan Yang Maha Pengasih. Oleh karena itu, aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.'" (QS Maryam: 26)

Sementara, secara bahasa, pengertian puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu. Kemudian, secara terminologis, puasa diartikan sebagai ibadah yang diperintahkan Allah SWT yang dilaksanakan dengan menahan makan dan minum, serta berhubungan seksual dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Baca Juga: 3 Puasa Sunnah Jelang Idul Adha dan Keutamaannya

Macam-Macam Puasa

Ilustrasi puasa. Foto: pexels/RodnaeProduction

Ada beberapa macam puasa apabila ditinjau dari segi hukum Islam. Dirangkum dari buku Bulan Ramadan Penuh Rahmah terbitan cendikia.kemenag.go.id, berikut uraiannya:

1. Puasa Wajib

Puasa wajib adalah puasa yang harus dilakukan umat Islam untuk meningkatkan ketakwaan. Di antaranya yakni puasa Ramadan, puasa qada, puasa nazar, dan puasa kafarat. Apabila puasa wajib ini ditinggalkan, hukumnya adalah dosa.

Kewajiban berpuasa Ramadan ini pun disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al-Baqarah: 183)

2. Puasa Sunnah

Selanjutnya puasa sunnah, yakni puasa yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala tetapi jika ditinggalkan tak akan berdosa. Beberapa puasa sunnah, yaitu puasa 6 hari di bulan Syawal, puasa Arafah (9 Dzulhijjah), puasa Senin Kamis, dan puasa Ayyamul Bidh.

Hikmah berpuasa sunnah adalah untuk mengendalikan keinginan yang merugikan dan tak terkendali, seperti makan dan minum secara berlebihan.

3. Puasa Haram

Puasa haram adalah puasa yang tak boleh dilakukan di hari-hari tertentu. Contoh puasa haram adalah puasa pada Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Apabila seseorang menjalankan puasa di hari tersebut, hukumnya berdosa dan tak mendapatkan keutamaan apapun.

Ketentuan Puasa

Ilustrasi puasa. Foto: unsplash

Agar puasa mendatangkan manfaat, pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan. Berikut ini beberapa ketentuan puasa yang dikutip dari buku Bulan Ramadan Penuh Rahmah terbitan cendikia.kemenag.go.id:

1. Syarat Wajib

Syarat wajib adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi umat Islam sebelum menjalankan ibadah puasa. Berikut rinciannya:

  1. Beragama Islam.

  2. Balig atau cukup umur. Untuk laki-laki ditandai dengan mimpi basah dan perempuan ditandai dengan menstruasi atau haid.

  3. Kuat atau mampu berpuasa.

  4. Berakal sehat.

2. Syarat Sah

Selain itu, orang yang berpuasa harus memerhatikan syarat sahnya. Apabila salah satu dari syarat sahnya tak terpenuhi, puasa yang dilakukan menjadi tidak sah. Berikut daftar syarat sah puasa:

  1. Beragama Islam.

  2. Mumayiz atau berusia lebih kurang 7 tahun dan sudah dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk.

  3. Suci dari haid dan nifas.

  4. Berpuasa di waktu-waktu yang diperbolehkan, bukan di hari-hari yang diharamkan berpuasa.

3. Rukun

Rukun puasa adalah segala sesuatu yang wajib dipenuhi saat sedang berpuasa. Apabila salah satu rukunnya tak terpenuhi, puasa tersebut menjadi tidak sah. Berikut ini uraian rukun puasa:

  1. Niat berpuasa sesuai dengan puasa yang sedang dijalankan. Niat dilakukan sebelum masuk waktu fajar atau di malam hari. Berikut contoh niat puasa, yakni untuk puasa Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْغَدِ مِنْ هَذِهِ السَّنَةِ عَنْ فَرْضِ رَمَضَانَ

Nawaitu shaumal ghadi min hadzihis sanati 'an fardhi Ramadhana.

Artinya: "Aku berniat puasa pada esok hari tahun ini perihal kewajiban Ramadan."

  1. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga tenggelam matahari.

4. Sunnah

Berikut ini adalah hal-hal yang disunnahkan selama berpuasa, apabila dijalankan akan mendapatkan tambahan pahala:

  1. Menyegerakan berbuka puasa jika sudah waktunya.

  2. Membaca doa sebelum berbuka. Di bawah ini bacaannya:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin

Artinya: "Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka."

  1. Berbuka dengan kurma atau air putih. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW berikut:

"Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa kurma basah sebelum mendirikan sholat. Apabila tidak ada maka dengan kurma kering. Apabila tidak ada maka beliau meminum air." (HR Dawud)

  1. Mengakhirkan makan sahur, yakni mendekati waktu imsak.

  2. Memperbanyak amal kebajikan dan memberi sedekah pada fakir miskin.

5. Hal-Hal yang Membatalkan

Agar puasa tetap sah hingga waktu berbuka, sebaiknya menghindari beberapa hal yang dapat membatalkan puasa. Berikut di antaranya:

  1. Makan dan minum dengan sengaja sebelum waktu berbuka.

  2. Muntah dengan sengaja, apabila tak sengaja puasanya tak batal.

  3. Keluar darah haid atau nifas bagi perempuan.

  4. Murtad atau keluar dari agama Islam.

  5. Sengaja memasukkan benda ke kerongkongan.

(NSF)