Pengertian SKU Penjualan dalam Bisnis Ritel dan Cara Kerjanya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengusaha yang bergerak di bidang ritel mungkin sudah tidak asing dengan istilah SKU penjualan. SKU penjualan adalah salah satu istilah yang dipakai dalam sistem manajemen inventaris.
Keberadaan SKU sangat penting untuk kelancaran proses penjualan, terutama dalam proses pelacakan barang. Untuk mengetahui SKU secara lebih lengkap, simak ulasan berikut!
Pengertian SKU Penjualan
Menurut Sri Sunartini dalam buku Bisnis Ritel Strategi Marketing Visual Merchandising (2022), SKU atau stock keeping unit adalah kode identifikasi yang diberikan pada setiap barang.
Kode SKU dibentuk dari kombinasi alfanumerik yang dicetak pada bagian label dan bisa dipindai. Kode tersebut memuat informasi detail item produk, mulai dari nama, harga, tempat penjualan, hingga nomor price look up unit (PLU).
SKU seringkali disamakan dengan barcode atau kode UPC, padahal keduanya berbeda. Universal Product Codes atau kode UPC digunakan untuk mengidentifikasi secara umum.
Sementara kode SKU bersifat internal. Kode ini dibuat secara khusus oleh perusahaan ritel atau vendor untuk menandai suatu produk agar rapi dan mudah dilacak pergerakannya. Karena itu, kode SKU ini dibuat berbeda tiap item meskipun jenis, ukuran, atau warnanya sama.
Dari segi tampilan, kode barcode UPC biasanya hanya menampilkan angka. Sedangkan SKU bersifat alfanumerik dengan panjang yang bervariasi.
Baca Juga: Bisnis Retail Berbasis Digital Merajai Pasar Dunia
Fungsi SKU Penjualan
Nomor SKU sangat penting karena memungkinkan penjual melacak inventaris dengan tepat. Mengutip laman Investopedia, fungsi utama SKU penjualan dalam retail adalah untuk melacak stok barang secara lebih efisien.
Misalnya, saat ada pembeli yang menanyakan ketersediaan ukuran sepatu, petugas bisa mengeceknya dari sistem dengan dengan memindai label produk tanpa harus menjelajahi setiap sudut gudang.
Selain melacak stok produk, berikut beberapa fungsi SKU penjualan yang dikutip dari berbagai sumber:
Membantu penjual untuk mengetahui item atau produk yang paling laris atau produk yang kurang diminati sehingga dapat menentukan apa saja yang perlu ditambah dan dikurangi dalam inventaris.
Melacak jumlah varian produk yang tersedia dari merek tertentu. Ini adalah semacam pengoptimalan inventaris.
Mengidentifikasi penyusutan dalam persediaan.
Memudahkan dalam proses pemesanan dan pengiriman produk.
Mengurangi penyusutan inventaris. Penyusutan inventaris dapat terjadi ketika produk hilang atau rusak, baik karena kelalaian, bencana, atau pencurian. Dengan menggunakan SKU, petugas toko dapat mengawasi pergerakan stok secara transparan.
Mengurangi risiko pencurian karena barang terintegrasi dengan sistem keamanan.
Meningkatkan kepuasan pelanggan karena SKU dapat membantu pegawai untuk menemukan produk yang pelanggan cari dengan cepat.
Dalam bisnis online, SKU digunakan untuk meningkatkan penjualan. Ecommerce seperti amazon.com dapat menggunakan SKU untuk memilih produk yang akan ditampilkan sebagai rekomendasi kepada pembeli.
(GLW)
Frequently Asked Question Section
Apa kepanjangan dari SKU?

Apa kepanjangan dari SKU?
SKU adalah kepanjangan dari Stock Keeping Unit.
Apa informasi yang tercatat dalam SKU?

Apa informasi yang tercatat dalam SKU?
Nama produk, harga, warna, hingga tempat penjualan.
Apa fungsi dari kode SKU?

Apa fungsi dari kode SKU?
Fungsi utama Kode SKU adalah untuk melacak stok barang.
