Konten dari Pengguna

Pengertian Unsur Intrinsik dalam Karya Sastra Bahasa Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian unsur intrinsik dalam sebuah karya sastra. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian unsur intrinsik dalam sebuah karya sastra. Foto: Unsplash

Dalam sebuah karya sastra, khususnya karya fiksi seperti cerpen dan novel, ada unsur-unsur yang terdapat di dalamnya, salah satunya unsur intrinsik.

Pengertian unsur intrinsik adalah unsur yang dapat membangun dan terkandung di dalam sebuah karya sastra. Dirangkum dari buku Bahasa Indonesia untuk SMK/SMA karya Rahmat Saleh, yang termasuk di dalam unsur intrinsik adalah sebagai berikut.

Tema

Tema merupakan hal pokok permasalahan dari suatu cerita ataupun dasar cerita. Dengan sifatnya yang tersembunyi, tema muncul secara tersirat dan baru dapat dipahami setelah membaca secara keseluruhan.

Menurut Yustinah dalam buku Bahasa Indonesia, pengertian unsur instrinsik tema merupakan ide dasar cerita yang kemudian dapat dibangun oleh unsur-unsur pendukung lainnya, sehingga tema memiliki kedudukan yang penting dalam suatu cerita.

Ilustrasi tema sosial politik dalam sebuah unsur intrinsik. Foto: Unsplash

Dalam cerita fiksi, tema dapat diklasifikasikan ke dalam lima jenis, yaitu:

  • Tema jasmaniah, merupakan tema yang berkaitan dengan keadaan jasmani seorang manusia.

  • Tema organik, yaitu tema yang mengenai moral dalam hubungan antar manusia.

  • Tema sosial, meliputi hal-hal mengenai politik, pendidikan, maupun propaganda.

  • Tema egoik, menyangkut reaksi-reaksi pribadi yang menentang pengaruh sosial.

  • Tema ketuhanan, merupakan tema yang berkaitan antara manusia dengan sang pencipta.

Latar (Setting)

Latar atau setting merupakan tempat, waktu, dan keterangan yang mewadahi berbagai peristiwa dalam sebuah cerita. Fungsi latar ini adalah untuk memperkuat dan mempertegas keyakinan pembaca dalam mengikuti alur cerita.

Latar dalam sebuah cerita dapat dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

  • Latar tempat, mengacu pada deskripsi tempat suatu peristiwa cerita. Diharapkan dapat menjadi gambaran bagi para pembaca mengenai suasana, tingkah laku, dan hal lain yang berpengaruh pada karakter para tokoh.

  • Latar waktu, meliputi waktu pada saat terjadinya peristiwa. Waktu di sini dapat melalui pemberian waktu kejadian yang jelas berupa jam, hari, tanggal, bulan, dan tahun.

  • Latar sosial, mengacu pada status yang menunjukkan hakikat tokoh dalam masyarakat yang dapat digolongkan menurut tingkatannya, seperti latar sosial bawah atau rendah, latar sosial menengah, dan latar sosial tinggi.

Latar dalam unsur intrinsik dibagi menjadi tiga, yaitu latar waktu, tempat, dan sosial. Foto: Unsplash

Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan posisi penulis dalam membawakan cerita. Dilansir pada buku Be Smart Bahasa Indonesia yang dikarang oleh Ismail Kusmayadi, dkk, ada empat jenis sudut pandang yang ditempatkan penulis, yaitu:

  1. Akuan-Sertaan, sebagai tokoh “aku” yang terlibat dalam cerita yang bersangkutan.

  2. Akuan-Taksertaan, sebagai tokoh “aku” yang biasanya hanya menjadi pengantar tokoh utama yang lebih penting.

  3. Diaan-Maha Tahu, pengarang berada pada luar cerita yang hanya menjadi seorang pengamat yang serba tahu

  4. Orang ketiga terbatas, pengarang menggunakan orang ketika sebagai pencerita, tapi hanya menceritakan apa yang dialami oleh tokoh.

Alur

Alur dapat disebut juga sebagai plot, yang memiliki arti sebagai pola pengembangan cerita yang terbentuk berdasarkan hubungan sebab dan akibat.

Secara umum, alur cerita terbagi ke dalam lima tahapan, yakni tahap pengenalan cerita, timbulnya konflik, konflik memuncak, klimaks, dan diakhiri pemecahan masalah. Adapun dalam cerita, alur terdiri dari alur maju atau alur mundur.

Ilustrasi tokoh dan penokohan dalam unsur intrinsik karya sastra. Foto: Unsplash

Tokoh dan Penokohan

Istilah tokoh dalam suatu cerita menunjuk pada pelaku cerita. Sedangkan, penokohan dilihat dari bagaimana pengarang menggambarkan sosok karakter dalam cerita tersebut.

Ditinjau dari segi keterlibatannya, tokoh dalam sebuah cerita dapat dibedakan menjadi:

  • Tokoh protagonis, tokoh yang menampilkan sesuatu yang sesuai dengan pandangan dan harapan para pembaca.

  • Tokoh antagonis, menjadi tokoh yang berlawanan dengan tokoh protagonis atau dapat dikatakan sebagai penyebab terjadinya konflik

  • Tokoh utama, tokoh penting dan ditampilkan secara terus menerus yang mendominasi alur cerita

  • Tokoh tambahan, tokoh pendukung yang dimunculkan beberapa kali dalam cerita dengan porsi pendek

Amanat

Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ada dalam cerita. Pesan disampaikan baik secara eksplisit maupun implisit, sehingga untuk menemukan suatu amanat dalam sebuah cerita harus membaca secara keseluruhan hingga tamat.

(HDP)