Penggunaan Tanda Baca yang Benar dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan tanda baca yang benar merupakan salah satu aspek penting dalam penulisan yang baik. Tanda baca tidak hanya berfungsi untuk memisahkan kata atau kalimat, tapi juga berperan dalam menyampaikan makna dan intonasi yang tepat. Kesalahan dalam tanda baca dapat mengubah arti keseluruhan dalam sebuah kalimat dan membuatnya sulit untuk dipahami.
Dikutip dari artikel ilmiah berjudul “Analisis Penggunaan Tanda Baca Dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pangkajene Kabupaten Pangkep”, Ilmia Rajab, (2017:9), tanda baca tidak dapat dipisahkan dari tulisan. Fungsinya yaitu untuk membantu pembaca dalam memahami bagian dari kalimat. Tanda baca dalam tulisan misalnya adalah tanda titik, tanda koma, dan lain-lain.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pentingnya Penggunaan Tanda Baca yang Benar
Penggunaan tanda baca tidak hanya berlaku dalam penulisan formal saja, tapi juga dalam komunikasi sehari-hari, seperti pesan teks, email, atau media sosial.
Jika penggunaannya salah, maka dapat mengubah makna suatu kalimat secara drastis. Berikut adalah beberapa alasan pentingnya penggunaan tanda baca yang benar:
1. Menghindari Miskomunikasi
Salah satu alasan utama mengapa kita perlu memperhatikan penggunaan tanda baca adalah untuk menghindari adanya miskomunikasi.
Kesalahan dalam tanda baca dapat membuat makna dari tulisan tersebut berbeda arti. Contohnya kalimat “Saya suka makan apel dan pisang” akan memiliki makna yang berbeda jika kita menambahkan koma setelah kata “apel”.
2. Meningkatkan Kualitas Tulisan
Jika menggunakan tanda baca dengan benar dapat meningkatkan sebuah tulisan. Namun sebaliknya, tulisan yang banyak terdapat kesalahan tanda baca kan terlihat kurang profesional dan mengurangi kredibilitas penulis.
3. Memudahkan Pembaca Menentukan Intonasi
Tanda baca yang benar dapat memudahkan pembaca dalam menentukan intonasi yang tepat saat membaca sebuah tulisan. Hal ini penting, karena dalam membaca sebuah tulisan seorang pembaca perlu memahami tulisan dan informasi yang terdapat di dalamnya.
Contoh Penggunaan Tanda Baca dan Jenisnya
Berikut adalah contoh penggunaan tanda baca dan jenisnya yang perlu diketahui:
1. Penggunaan Tanda Baca Titik
Jenis yang pertama yaitu tanda baca titik (.), berikut adalah penggunaannya:
Tanda baca titik digunakan sebagai penanda pada akhir kalimat dan menjadi tanda baca yang paling banyak dipahami. Contohnya: Mira dan Tyna pergi ke Mall bersama dengan kekasihnya kemarin malam.
Tanda baca titik juga dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik untuk menunjukkan waktu. Contohnya: Pukul 17.15 (Pukul 5 lewat 15 sore).
Tanda baca titik digunakan untuk memperjelas jumlah, seperti memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. Contohnya: Wilayah ini memiliki penduduk lebih dari 55.000 orang.
Tanda baca digunakan untuk penulisan sumber referensi dalam sebuah tulisan. Contohnya: Dika, Raditya. 2011. Manusia Setengah Salmon. Jakarta: Gagas Media.
2. Penggunaan Tanda Baca Koma
Jenis yang kedua yaitu tanda baca koma (,), berikut adalah penggunaannya:
Tanda baca koma sering digunakan di tengah kalimat, dan biasanya digunakan dalam merincikan sesuatu dan diletakkan di belakang kata yang mengikutinya. Contohnya: Bayu telah membeli es krim, kentang, cokelat, dan manisan di Supermarket dekat rumah Andri.
Tanda baca koma digunakan dalam kalimat perbandingan, dan biasanya didahului oleh kata tetapi, walau, namun, atau melainkan. Contohnya: Pertunjukkan sirkus itu sangat menarik dan menegangkan, tetapi membahayakan penonton di sekitarnya.
Tanda baca koma digunakan untuk memisahkan anak dan induk kalimat, jika anak kalimatnya mendahului induk kalimat. Contohnya: Lapangan itu cukup luas, kita akan pakai tempat itu untuk latihan.
Tanda baca koma digunakan dalam penulisan gelar di antara nama orang dan gelar akademik yang dimilikinya. Contohnya: Nida Siti Sarah, S.IKom.
3. Penggunaan Tanda Baca Tanya
Jenis yang ketiga yaitu tanda baca tanya (?), berikut adalah penggunaannya:
Tanda baca tanya digunakan untuk menanyakan sesuatu di akhir kalimat. Contohnya: Dari mana saja kamu?
Tanda tanya juga dapat digunakan dalam tanda kurung untuk menyatakan kalimat yang disangsikan atau tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Contohnya: Tya lahir di tahun 1990 (?)
4. Penggunaan Tanda Baca Seru
Jenis yang keempat yaitu tanda baca seru (!), berikut adalah penggunaannya:
Tanda baca seru digunakan untuk menyerukan perintah baik keras atau pun tidak. Contohnya: Tolong ambilkan saya minum!
Tanda seru digunakan untuk menunjukkan ekspresi kaget, tidak percaya, hingga emosi yang kuat. Contohnya: Astaga! Lamaranmu berlangsung lusa?
5. Penggunaan Tanda Baca Titik Koma
Jenis yang kelima yaitu tanda baca titik koma (;), berikut adalah penggunaannya:
Tanda baca titik koma digunakan untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara. Contohnya: Hari sudah pagi; pekerjaan tetap belum selesai.
Tanda titik koma juga digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk. Contohnya: Ria menonton televisi di ruang tamu; Mama memasak di dapur.
6. Penggunaan Tanda Titik Dua
Jenis yang keenam yaitu tanda baca titik dua (:), berikut adalah penggunaannya:
Tanda baca titik dua digunakan untuk akhir suatu pernyataan lengkap yang masih mempunyai hubungan yang mengakar. Contohnya: Ibu memasak di dapur dengan peralatan lengkap seperti: teflon, wajan, spatula, panci, dan kompor.
Tanda titik dua digunakan pada teks drama sesudah kata dalam percakapan untuk menunjukkan pelaku. Contohnya:
Fian: “Kamu sedang apa di sini Dan?”
Dani: “Hei Fi, Aku lagi nunggu temanku nih!”
Titik dua juga digunakan di antara identitas penerbit, contohnya: Dika, Raditya. 2011. Manusia Setengah Salmon. Jakarta: Gagas Media.
7. Penggunaan Tanda Hubung
Jenis yang ketujuh yaitu tanda hubung (-), berikut adalah penggunaannya:
Tanda hubung digunakan untuk menyambungkan suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. Contohnya: Tulisan itu tidak menggambarkan informasi yang bermakna dan sering-
kali misleading.
Tanda hubung digunakan untuk menyambungkan kata yang berulang. Contohnya: Gadis di rumah berwarna hijau itu suka bermain-main dengan anjing milikku.
Tanda hubung digunakan untuk menyambung huruf yang dieja satu-satu. Contohnya: k-e-b-i-j-a-k-s-a-n-a-a-n
Tanda hubung digunakan untuk merangkai kata depan dengan kata imbuhan seperti se, ke, an dan lain sebagainya. Contohnya: Pakaian di era 80-an saat ini banyak digunakan kembali.
Tanda hubung digunakan untuk merangkai unsur Bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Contohnya: Nadia sering meng-upload langit malam di media sosialnya.
8. Penggunaan Tanda Baca Elipsis atau Titik-titik
Jenis yang kedelapan yaitu tanda baca elipsis atau titik-titik (...), berikut adalah penggunaannya:
Tanda baca elipsis digunakan untuk penulisan kalimat yang terputus-putus. Contohnya: Hmm… Kurasa baju itu sangat cocok untukmu.
Tanda baca elipsis digunakan untuk menunjukkan ada kalimat di suatu naskah atau tulisan yang bagiannya dihilangkan. Contohnya: Kalau kau ingin pergi ke kediamannya… karena ia sedang ada di kantor.
9. Penggunaan Tanda Kurung
Jenis yang kesembilan yaitu tanda kurung (), berikut adalah penggunaannya:
Tanda kurung digunakan untuk menambahkan keterangan atau penjelasan. Contohnya: PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) telah resmi dibentuk pada 24 Oktober 1945.
Tanda kurung digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian dari pokok pembicaraan. Contohnya: Film Budi Pekerti (karya Wregas Bhanuteja) telah meraih Best International Feature Film di ajang Santa Barbara International Film Festival (SBIFF) 2024.
10. Penggunaan Tanda Petik
Jenis yang kesepuluh yaitu tanda petik (“...”), berikut adalah penggunaannya:
Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan atau naskah tertulis lain. Contohnya: “Saya punya sepatu dua,” kata Rania, “Kau bisa memakai yang berwarna hitam!”
Tanda petik juga digunakan untuk mengapit judul, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Contohnya: Buku Raditya Dika berjudul “Ubur-ubur Lembur” telah diterbitkan dan sangat menghibur.
11. Penggunaan Tanda Baca Garis Miring
Jenis yang kesebelas yaitu tanda baca miring (/), berikut adalah penggunaannya:
Tanda baca miring digunakan dalam nomor surat, nomor kalimat, dan penandaan masa tahun yang terbagi dalam dua tahun. Contohnya: No. 100/Kes/READ/2024.
Tanda baca garis miring juga digunakan sebagai pengganti kata dan, atau, setiap. Contohnya: Toilet umum ini dapat digunakan oleh pria/wanita.
12. Penggunaan Tanda Baca Apostrof
Jenis yang keduabelas yaitu tanda baca apostrof (‘), berikut adalah penggunaannya:
Tanda baca apostrof digunakan untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun. Contohnya: 01 Oktober ‘24 (‘24 = 2024)
Tanda baca apostrof digunakan dalam penulisan nama khusus atau kata serapan bahasa asing. Contohnya: Nur’Aini dan Surat Al-An’am.
Baca Juga: Apa Itu Kalimat Pendukung? Ini Penjelasan dan Contohnya
Penggunaan tanda baca yang benar merupakan aspek penting dalam penulisan yang baik. Dengan memahami fungsi dan aturannya, diharapkan para penulis dapat lebih menghasilkan tulisan yang efektif dan mudah dipahami. (Mit)
