Konten dari Pengguna

Penguatan Infrastruktur Backbone untuk Percepatan Digital di Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penguatan infrastruktur backbone untuk percepatan digital di Indonesia. Foto: Unsplash.com/Shawn
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penguatan infrastruktur backbone untuk percepatan digital di Indonesia. Foto: Unsplash.com/Shawn

Salah satu penguatan infrastruktur backbone untuk percepatan digital di Indonesia adalah upaya strategis yang ditujukan untuk memperluas konektivitas nasional melalui dukungan jaringan telekomunikasi yang andal dan berkesinambungan.

Transformasi digital nasional membutuhkan fondasi yang kuat agar proses integrasi data, layanan publik, serta aktivitas ekonomi digital dapat berlangsung tanpa hambatan pada berbagai wilayah.

Pembangunan konektivitas berskala nasional tersebut membutuhkan perencanaan yang matang sehingga setiap tahapan dapat menghasilkan dampak yang optimal bagi pemerataan layanan digital.

Penguatan Infrastruktur Backbone untuk Percepatan Digital di Indonesia

Ilustrasi penguatan infrastruktur backbone untuk percepatan digital di Indonesia. Foto: Unsplash.com/Mesut Kaya

Mengutip situs ekon.go.id, salah satu penguatan infrastruktur backbone untuk percepatan digital di Indonesia adalah pembangunan Palapa Ring Integrasi yang dirancang sebagai perluasan jaringan fiber optik Palapa Ring eksisting.

Upaya ini bertujuan memperkuat kapasitas, memperluas jangkauan, dan meningkatkan ketahanan konektivitas nasional.

Pembangunan ini diposisikan sebagai proyek strategis karena menghubungkan wilayah-wilayah yang sebelumnya belum menikmati layanan jaringan yang memadai.

Integrasi tersebut menciptakan jalur digital yang lebih efisien dengan meminimalkan risiko gangguan, terutama pada wilayah dengan kondisi geografis menantang.

Palapa Ring Integrasi tidak hanya memperluas cakupan jaringan, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur digital nasional melalui resiliensi jaringan yang lebih baik.

Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dibangun berdasarkan Peraturan Menko Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022 dan akan membentang sepanjang 12.261 kilometer melewati 14 provinsi serta 78 kabupaten dan kota.

Skala ini menunjukkan bahwa pembangunan backbone digital tidak hanya berfokus pada pusat ekonomi utama, tetapi juga menjangkau daerah-daerah yang selama ini tertinggal dalam akses internet.

Pengintegrasian tersebut berpotensi memperluas layanan kepada 10.091 perusahaan serta 16,4 juta penduduk yang masih belum terlayani.

Cakupan yang luas ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi digital yang lebih merata di seluruh wilayah.

Konektivitas yang merata akan memperkuat produktivitas sektor industri, perdagangan, layanan publik, dan aktivitas pendidikan berbasis digital.

Dukungan berbagai pemangku kepentingan juga memegang peran sentral, terutama untuk penyelarasan jalur Palapa Ring Integrasi ke dalam RTRW provinsi, kota, dan kabupaten.

Penyesuaian tata ruang ini penting agar pembangunan fisik infrastruktur dapat berjalan efisien dan selaras dengan kebijakan wilayah.

Pemerintah turut mendorong penguatan regulasi melalui UU Cipta Kerja dan aturan turunannya seperti PP Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran (Postelsiar).

Regulasi ini memberikan ruang yang lebih kondusif bagi sinergi penyelenggara telekomunikasi sehingga proses pembangunan dapat berlangsung lebih cepat.

Pemerintah daerah juga memiliki porsi peran melalui pembangunan sarana, penyediaan fasilitas bersama, serta kontribusi pada pembiayaan.

Sinkronisasi regulasi dari pusat hingga daerah diharapkan menghasilkan multiplier effect untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang makin merata.

Ketersediaan backbone yang kuat menjadi dasar bagi terwujudnya visi Indonesia Emas 2045, karena ekonomi digital membutuhkan jaringan yang stabil untuk menciptakan layanan dan inovasi berkelanjutan.

Pembangunan telekomunikasi yang terstruktur dan konsisten mampu menghasilkan output dan outcome optimal yang mendukung pembangunan nasional.

Target pembangunan yang diarahkan Presiden menjadi pedoman agar proses percepatan digital berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan penguatan daya saing nasional.

Secara keseluruhan, penguatan infrastruktur backbone untuk percepatan digital di Indonesia menjadi fondasi penting bagi konektivitas nasional yang lebih tangguh dan inklusif.

Implementasinya diharapkan menciptakan percepatan pertumbuhan ekonomi digital melalui infrastruktur yang semakin merata dan berkualitas. (Shofia)

Baca Juga: Cara Mengidentifikasi Emosi Diri dan Menjaga Relasi demi Penerapan CASEL