Penjelasan Ending Ghost in The Cell yang Menegangkan bagi Penonton

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Film Ghost in The Cell (2026) karya Joko Anwar menghadirkan kombinasi antara komedi dan horor dengan latar kehidupan keras di dalam penjara. Hal ini membuat para penonton penasaran dengan penjelasan ending Ghost in The Cell.
Dikutip dari rri.co.id, film ini menyajikan teror supranatural serta menyisipkan kritik sosial yang kuat tentang kekuasaan dan korupsi. Ending film ini menjadi salah satu bagian yang paling banyak dibicarakan karena penuh makna dan ketegangan.
Penjelasan Ending Ghost in The Cell yang Horor
Penjelasan ending Ghost in The Cell menceritakan para narapidana di Lapas Labuhan Angsana mulai menyadari bahwa kematian misterius yang terjadi bukan karena ulah makhluk gaib biasa.
Sosok “hantu” yang menghantui mereka ternyata berkaitan erat dengan energi negatif yang berasal dari dosa, ketakutan, dan kebusukan moral para penghuni lapas. Energi negatif tersebut berasal dari para tahanan bahkan pihak berwenang.
Karakter Anggoro yang diperankan oleh Abimana Aryasatya menjadi kunci dalam memahami fenomena ini. Ia menyadari bahwa kekuatan supranatural itu muncul sebagai bentuk “balasan” atas ketidakadilan yang selama ini terjadi di dalam sistem penjara.
Pada bagian akhir, film ini memberikan twist yang kuat. Ancaman terbesar bukanlah hantu, melainkan sistem korup dan penuh kekerasan yang menciptakan energi negatif tersebut. Hantu hanyalah sebuah manifestasi dari akumulasi kejahatan yang tidak pernah diselesaikan.
Beberapa karakter yang awalnya egois akhirnya pun memilih untuk bekerja sama demi bertahan hidup. Namun, tidak semuanya bisa berhasil selamat. Ending ini terasa pahit karena meskipun sebagian tokoh berhasil keluar dari situasi yang mengerikan, akar masalahnya belum sepenuhnya terselesaikan.
Ending Ghost in The Cell menyiratkan bahwa kejahatan yang dibiarkan akan terus menerus menghantui dalam bentuk apapun. Film ini seolah ingin mengatakan bahwa perubahan harus dimulai dari manusia sendiri, bukan hanya dengan melawan hal-hal gaib.
Selain itu, pesan moral tentang pentingnya solidaritas juga sangat terasa dalam film ini. Dalam kondisi yang tertekan, para narapidana justru menemukan kekuatan melalui kebersamaan, bukan konflik.
Penjelasan ending Ghost in The Cell (2026) menyajikan cerita yang menegangkan serta penuh pesan moral yang relevan. Dengan menggabungkan nuansa horor dan kritik sosial, film ini meninggalkan kesan untuk para penonton. Sehingga, cerita selengkapnya dalam film ini layak untuk terus diikuti. (Win)
Baca juga: Daftar Pemeran Istri Paruh Waktu MDTV dan Perannya
