Penjelasan Ending House of the Dragon Season 3, Begini Akhir Ceritanya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penjelasan ending House of the Dragon season 3 memperlihatkan konflik Targaryen yang semakin brutal menjelang musim keempat sekaligus musim terakhir.
Pertempuran Tumbleton membawa korban besar, sementara hubungan antaranggota keluarga kerajaan berubah setelah serangkaian pengkhianatan.
Akhir musim juga meninggalkan sejumlah keputusan penting yang akan menentukan arah perang perebutan Iron Throne.
Penjelasan Ending House of the Dragon Season 3, Musim Terakhir
Dikutip dari people.com, berikut adalah penjelasan ending House of the Dragon season 3 yang memperlihatkan nasib sejumlah tokoh utama setelah perang dan perebutan kekuasaan semakin memuncak.
Pertempuran Tumbleton menjadi salah satu bagian paling berdarah dalam episode terakhir. Ormund mengatur anak-anak di garis depan untuk menahan serangan naga pihak Team Black.
Daemon kemudian menggunakan Caraxes untuk membuka gerbang, sementara Ulf yang sebelumnya bekerja sebagai agen ganda Team Green justru menghilang sebelum pertempuran berlangsung.
Ulf akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di toilet dan segera menaiki Silverwing. Naga tersebut digunakan untuk menyerang pasukan Team Black dengan semburan api.
Sikap Ulf kembali berubah ketika ia membakar Ormund dan Roddy the Ruin. Keduanya memang sedang terlibat dalam pertarungan yang hampir berakhir dengan kematian sebelum serangan naga tersebut terjadi.
Daemon sendiri kehilangan kendali setelah melihat kehancuran akibat peperangan. Corlys kemudian menemukannya dan meminta agar Daemon meninggalkan wilayah tersebut karena kota telah jatuh akibat serangan naga. Nasib Daeron juga belum mendapat kepastian pada akhir musim ketiga.
Di Harrenhal, konflik antara Aegon dan Aemond akhirnya mencapai titik penting.
Aemond yang sebelumnya berusaha menyingkirkan Aegon terkejut ketika mendengar suara naga dan menemukan Aegon bersama Sunfyre. Aemond mengira kakaknya telah mati, sehingga ia berlutut dan meminta pengampunan.
Aegon sebenarnya datang untuk menghadapi Aemond, tetapi Aemond menolak bertarung. Aegon kemudian memerintahkannya mencari Vhagar dan membantunya mendapatkan kembali posisinya sebagai raja.
Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa persaingan dua bersaudara itu belum benar-benar berakhir, meskipun Aemond untuk sementara memilih tunduk.
Sementara itu, Rhaenyra semakin keras dalam mempertahankan klaimnya sebagai penguasa. Setelah mengetahui Sunfyre masih hidup, ia membawa putranya, Joffrey, untuk menemui High Septon dan meminta pengesahan sebagai ratu di hadapan khalayak.
High Septon kembali menolak karena menganggap Rhaenyra tidak mendapat kehendak dari Seven-Faced God.
Penolakan tersebut membuat Rhaenyra mengambil keputusan ekstrem. Ia memerintahkan Alyn untuk membunuh High Septon, kemudian menyatakan kepada khalayak bahwa dirinya telah dipilih dan dimahkotai sebagai ratu sebelum Viserys meninggal.
Rhaenyra juga menyebut dirinya sebagai “the prince that was promised” dalam bahasa High Valyrian.
Tragedi terbesar datang ketika Helaena memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat dari jendela. Sebelumnya, Helaena menolak makan dan mengatakan bahwa Rhaenyra kini hanya memedulikan kekuasaan serta perang.
Setelah mengetahui kematian Helaena, Rhaenyra menemukan sebuah sulaman yang dibuat oleh saudara tirinya tersebut.
Sulaman itu menggambarkan kematian Helaena sekaligus masa pemerintahan Rhaenyra yang dipenuhi darah. Adegan tersebut memperkuat unsur ramalan yang sejak awal melekat pada karakter Helaena.
Mysaria sebelumnya juga memberi tahu Helaena bahwa Rhaenyra tidak akan membebaskannya dari situasi sebagai sandera.
Alicent juga masih hidup dan terlihat berada di hutan setelah meninggalkan Harrenhal. Kemunculan kupu-kupu biru di sekitarnya menjadi simbol yang dikaitkan dengan keindahan alam yang sebelumnya dekat dengan Helaena.
Adegan tersebut menjadi penutup yang tenang setelah rangkaian kematian dan kekerasan sepanjang episode.
Akhir musim ketiga menempatkan Rhaenyra, Aegon, dan Aemond pada posisi yang semakin menentukan dalam perang.
Penjelasan ending House of the Dragon season 3 menunjukkan bahwa konflik belum selesai dan keputusan para tokoh tersebut akan membawa konsekuensi besar pada musim keempat. (Suci)
Baca Juga: Film Dear You Menceritakan Tentang Apa? Simak Sinopsisnya di Sini
