Penjelasan Ending The Forest yang Membuat Penonton Penasaran

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penjelasan ending The Forest menjadi topik yang banyak dicari oleh penonton setelah film ini menyuguhkan rangkaian adegan penuh misteri, serta akhir cerita yang memicu beragam interpretasi.
Film ini menjadi salah satu film horor yang cukup banyak menawarkan adegan menegangkan sekaligus mengagetkan, sehingga atmosfer mencekam terasa sejak awal hingga akhir.
Berlatar cerita urban Jepang, kisahnya berfokus pada sepasang saudara kembar identik, Sara dan Jess, yang memiliki ikatan batin sangat kuat dan menjadi pusat konflik emosional dalam cerita.
Penjelasan Ending The Forest, Film Horor
Berdasarkan informasi dari laman screenrant.com, penjelasan ending The Forest mengungkap bahwa Sara Price melakukan perjalanan ke hutan Aokigahara di Jepang untuk menyelamatkan saudara perempuannya, Jess.
Namun, di tengah pencariannya, Sara mengalami halusinasi yang dipicu oleh makhluk gaib yang menghuni hutan tersebut, sehingga persepsi dan penglihatannya menjadi terganggu.
Film ini dibintangi Natalie Dormer sebagai saudara kembar Sara dan Jess, dengan hubungan emosional yang kompleks sebagai inti dari konflik cerita.
Hutan Aokigahara dikenal karena tingginya angka bunuh diri, sehingga kemungkinan Jess telah meninggal. Meski demikian, Sara merasakan kehadiran saudara perempuannya dan memutuskan pergi ke Jepang.
Ia memasuki hutan bersama seorang pemandu bernama Aiden (Taylor Kinney), tetapi pada malam hari, Sara mulai menyaksikan kejadian aneh. Halusinasi supranatural yang dialaminya akhirnya menyebabkan Sara meninggal akibat bunuh diri yang tidak disengaja, sedangkan Jess, yang sebelumnya berada dalam bahaya, berhasil selamat.
Hal ini membalikkan ekspektasi penonton, Sara, yang tampak lebih tenang dan terkendali, justru menjadi korban, sementara Jess yang bermasalah tetap hidup.
Halusinasi Sara dipicu oleh yūrei, roh orang yang meninggal secara tragis menurut cerita rakyat Jepang. Yūrei dapat mempengaruhi dunia fisik melalui halusinasi dan memperburuk kondisi emosional siapa pun yang memasuki hutan.
Trauma Sara terhadap masa lalunya, termasuk kematian tragis orang tuanya, membuatnya menjadi sasaran yūrei, sehingga halusinasi yang dialaminya semakin intens dan akhirnya memicu kematiannya.
Saat Sara mencoba melarikan diri dan menemukan Jess, ia tidak menyadari bahwa halusinasi membuatnya melukai dirinya sendiri, bukan orang lain. Sara meninggal di hutan, sementara Jess berhasil mencapai tim penyelamat.
Meskipun Sara tidak menjadi yūrei, telepati antara keduanya terputus, menandakan bahwa hubungan mereka telah berakhir secara fisik, meski kenangan emosional tetap ada.
Secara keseluruhan, The Forest menekankan intensitas emosi yang muncul ketika seseorang menghadapi kemungkinan kehilangan orang yang dicintai.
Itulah penjelasan ending The Forest, film ini tidak hanya menyajikan ketegangan horor, tetapi juga memperkenalkan penonton pada cerita rakyat Jepang dan perspektif budaya yang berbeda dari Barat. (Idaf)
Baca juga: Fakta Film Malam 3 Yasinan, Horor Indonesia yang Bikin Penasaran
