Penyakit Beri-Beri: Jenis, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit beri-beri adalah penyakit akibat kekurangan vitamin B1 atau tiamina. Vitamin B1 tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia sehingga untuk mencukupi kebutuhan vitamin tersebut, asupannya sangat bergantung dari luar tubuh, yaitu melalui makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Nama penyakit beri-beri berasal dari nama hewan biri-biri dan pertama kali diperkenalkan oleh Bontius pada tahun 1629. Hal ini karena penderita beri-beri berjalan seperti hewan biri-biri, yang disebabkan oleh gangguan motorik akibat polineuritis.
Penyakit beri-beri menimbulkan pembengkakan dan pembesaran pada betis. Penyakit ini termasuk penyakit yang berbahaya karena penderitanya bisa mengalami peradangan dan meninggal dunia dalam waktu yang sangat singkat.
Untuk mengetahui lebih jelas terkait penyakit beri-beri, simak penjelasan berikut.
Jenis-Jenis Penyakit Beri-Beri
Dikutip dari Pijat Refleksi dan 6 Terapi Alternatif Lainnya oleh Herlina Widyaningrum, terdapat tiga jenis penyakit beri-beri, antara lain:
1. Beri-Beri Kering
Beri-beri kering memiliki gejala kaki terasa tebal dan kesemutan pada anggota badan. Lalu, otot lelah dan kekuatannya berkurang.
Pada tahap akhir, penyakit ini akan menimbulkan gejala berupa badan yang lunglai dan penderita berjalan seperti ayam, yang disertai dengan sesak napas dan jantung berdebar-debar apabila hanya sedikit berkegiatan.
2. Beri-Beri Basah
Beri-beri basah memiliki gejala adanya pembengkakan dari kaki, tungkai bawah, lalu muka, dan bagian tubuh lain. Jika betis yang bengkak ditekan, terbentuk cekungan yang tidak segera hilang dan terasa sakit.
3. Beri-Beri Jantung
Beri-beri jantung memiliki gejala berupa rasa tekanan di ulu hati, sesak napas, dan berdebar-debar dalam menjalankan kegiatannya.
Lama-kelamaan, gejala ini muncul tanpa ada kegiatan, mendadak, dan langsung berat serta penderitanya bisa meninggal dalam waktu singkat.
Penyebab Penyakit Beri-Beri
Ada beberapa penyebab yang dapat memicu timbulnya penyakit beri-beri, di antaranya sebagai berikut.
Mengonsumsi minuman alkohol secara berlebihan.
Mengonsumsi makanan olahan yang tinggi sulfit, yakni senyawa yang dapat menghancurkan tiamina.
Menderita hipertiroidisme atau kadar hormon tiroid berlebih dalam darah.
Mengonsumsi makanan tinggi tiaminase, yakni enzim yang berfungsi untuk memecah tiamina, seperti mengonsumsi kerang-kerangan mentah, ikan air tawar mentah, dan nasi yang digiling (tanpa kulit).
Mengonsumsi obat-obatan golongan diuretik dalam jangka panjang.
Metabolisme tiamina dalam tubuh yang tinggi akibat pola makan tinggi karbohidrat dan lemak, hamil atau menyusui, hipertiroid, demam, atau peningkatan aktivitas fisik.
Kurangnya penyerapan tiamina yang disebabkan sejumlah kondisi, seperti kekurangan gizi dan folat, adanya penyakit kronis pada saluran pencernaan, sindrom malabsorpsi, dan mengonsumsi alkohol berlebihan.
Pencegahan Penyakit Beri-Beri
Salah satu cara yang bisa diterapkan untuk mencegah penyakit beri-beri adalah menerapkan pola makan seimbang dan kaya vitamin, terutama vitamin B1, seperti daging merah, ikan, unggas, telur, kacang-kacangan, nasi merah, susu, keju, sayur-sayuran, dan lainnya.
Selain memperbaiki pola makan harian, perlu juga menghindari sejumlah kondisi yang dapat memicu timbulnya penyakit beri-beri, seperti:
Menjaga berat badan tetap ideal.
Membatasi konsumsi minum-minuman beralkohol.
Berolahraga secara rutin.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Dari mana asal-usul penyakit beri-beri?

Dari mana asal-usul penyakit beri-beri?
Nama penyakit beri-beri berasal dari nama hewan biri-biri dan pertama kali diperkenalkan oleh Bontius pada tahun 1629.
Apa saja gejala beri-beri kering?

Apa saja gejala beri-beri kering?
Beri-beri kering memiliki gejala kaki terasa tebal dan kesemutan pada anggota badan. Lalu, otot lelah dan kekuatannya berkurang.
Apa saja gejala beri-beri basah?

Apa saja gejala beri-beri basah?
Beri-beri basah memiliki gejala adanya pembengkakan dari kaki, tungkai bawah, lalu muka, dan bagian tubuh lain.
