Konten dari Pengguna

Penyebab Fenomena Space Jellyfish di Langit Indonesia yang Hebohkan Masyarakat

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Space Jellyfish, Unsplash/Jeremy Thomas
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Space Jellyfish, Unsplash/Jeremy Thomas

Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kemunculan objek bercahaya yang tidak biasa di langit pada akhir pekan kemarin. Fenomena yang disebut dengan space jellyfish ini diketahui terlihat di sejumlah wilayah di Indonesia pada Sabtu malam, 11 April 2026.

Dikutip dari situs rri.co.id, fenomena yang terlihat itu memperlihatkan cahaya berbentuk kerucut menyerupai awan yang meluas serta bergerak melintasi langit.

Banyak masyarakat yang mengabadikan fenomena ini lewat foto serta video yang akhirnya menyebar di media sosial.

Space Jellyfish: Fenomena Optik Gas Buang Kendaraan Peluncur Luar Angkasa

Ilustrasi Space Jellyfish, Unsplash/Vincentiu Solomon

Dikutip dari situs philstarlife.com dan rri.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Baubau menyampaikan bahwa berdasarkan peninjauan karakteristik visual dan pencocokan dengan data keantariksaan global, objek tersebut identik dengan fenomena space jellyfish.

Fenomena space jellyfish merupakan fenomena optik gas buang kendaraan peluncur luar angkasa.

Menurut PSA (Philippine Space Agency/Badan Antariksa Filipina), fenomena tersebut kemungkinan muncul akibat lewatnya roket Jielong-3 yang diketahui diluncurkan oleh Cina dari Laut Cina Selatan pada pukul 18.22 WIB atau 19.22 WITA dengan lintasan yang berpotensi melalui wilayah ekuator.

Asap knalpot roket menyerupai apa yang disebut dengan space jellyfish atau ubur-ubur luar angkasa, menghasilkan fenomena visual yang ‘umum’. Saat asap roket dilepaskan di ketinggian, matahari menerangi asap itu secara langsung.

Gumpalan yang mengembang menyebar di bagian lapisan atmosfer atas yang tipis serta menyebarkan sinar matahari sehingga menciptakan cahaya terang seperti ubur-ubur yang terlihat di area luas ketika kondisi senja.

BMKG menekankan bahwa fenomena itu bukan benda jatuh atau puing antariksa yang mengarah langsung ke Bumi.

Objek yang terlihat di langit di sejumlah wilayah Indonesia ini adalah wahana yang sedang bergerak naik menuju orbit secara terkendali sehingga tidak membahayakan masyarakat Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak panik karena fenomena ini dipastikan aman serta tidak menimbulkan risiko untuk warga yang berada di daratan maupun di perairan.

BMKG juga meminta masyarakat untuk bijak dalam menyaring informasi terkait space jellyfish yang belum jelas asal-usulnya di media sosial. (Mey)

Baca juga: Sejarah Hari Penerbangan Antariksa Berawak Internasional di Balik Perayaannya