Konten dari Pengguna

Peran Guru dalam Melaksanakan Pendekatan Pembelajaran Terdiferensiasi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peran guru dalam melaksanakan pembelajaran yangrevelan dengan pendekatan pembelajaran terdiferenssiasi. Foto: Unsplash/ LexScope
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peran guru dalam melaksanakan pembelajaran yangrevelan dengan pendekatan pembelajaran terdiferenssiasi. Foto: Unsplash/ LexScope

Peran guru dalam melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan pendekatan pembelajaran terdiferensiasi adalah menjadi perancang proses belajar yang mampu menyesuaikan kegiatan mengajar dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan peserta didik.

Dalam praktiknya, guru harus memahami bahwa setiap peserta didik memiliki gaya belajar dan tingkat kesiapan yang berbeda, sehingga dibutuhkan strategi pembelajaran yang fleksibel dan adaptif.

Melalui pemahaman ini, guru dapat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang bervariasi dalam hal metode, media, maupun bentuk asesmen, agar semua siswa dapat terlibat aktif dan mencapai hasil belajar secara optimal.

Peran Guru dalam Melaksanakan Pendekatan Pembelajaran Terdiferensiasi

Ilustrasi peran guru dalam melaksanakan pembelajaran yangrevelan dengan pendekatan pembelajaran terdiferenssiasi. Foto: Unsplash/Frederick Shaw

Peran guru dalam melaksanakan pembelajaran yang relevan dengan pendekatan pembelajaran terdiferensiasi adalah memastikan bahwa proses belajar berjalan sesuai prinsip keadilan, bukan keseragaman.

Guru diharapkan mampu memfasilitasi pengalaman belajar yang berbeda bagi setiap siswa agar mereka dapat mencapai potensi terbaiknya masing-masing.

Berdasarkan buku Model Pengembangan Pembelajaran Berdiferensiasi (Differentiated Instruction) pada Kurikulum Fleksibel sebagai Wujud Merdeka Belajar di SMP Negeri 20 Kota Tangerang Selatan yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2021), pembelajaran terdiferensiasi merupakan strategi yang menyesuaikan konten (materi), proses (cara belajar), dan produk (hasil belajar) agar sesuai dengan profil belajar siswa.

Guru perlu melakukan asesmen diagnostik untuk mengenali kebutuhan belajar siswa sejak awal, lalu merancang kegiatan belajar yang memberi ruang bagi mereka untuk memilih cara belajar yang paling nyaman.

Dengan pendekatan ini, pembelajaran menjadi lebih bermakna karena menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, dan semangat belajar mandiri pada diri siswa.

Lebih jauh lagi, pembelajaran terdiferensiasi menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan dinamika kelas. Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga mengamati perkembangan, memberi umpan balik, serta menciptakan suasana yang mendukung keberagaman.

Inilah yang membuat peran guru semakin kompleks namun sangat penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Melalui penerapan prinsip Merdeka Belajar yang berpihak pada siswa, guru berkontribusi besar dalam membangun generasi pembelajar yang kreatif, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan. {Yolan)

Baca juga: Relevansi Pembelajaran Digital dengan Kondisi Pendidikan Tinggi Saat Ini