Konten dari Pengguna

Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menumbuhkan Identitas Nasional

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Peran Pendidikan Kewarganegaraan,Foto:Unsplash/Nick Agus Arya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peran Pendidikan Kewarganegaraan,Foto:Unsplash/Nick Agus Arya

Bagaimana peran pendidikan kewarganegaraan dalam menumbuhkan rasa identitas nasional? Apa saja tantangan yang dihadapi dalam menjaga identitas kebangsaan di era globalisasi?

Apakah identitas nasional dapat bertransformasi seiring perubahan zaman tanpa kehilangan esensi dasarnya?

Pertanyaan-pertanyaan ini kerap muncul di tengah derasnya arus perubahan yang mempengaruhi cara pandang generasi muda terhadap bangsa dan jati dirinya.

Bagaimana Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam Menumbuhkan Rasa Identitas Nasional? Apa Saja Tantangan yang Dihadapi dalam Menjaga Identitas Kebangsaan di Era Globalisasi? Apakah Identitas Nasional dapat Bertransformasi Seiring Perubahan Zaman Tanpa Kehilangan Esensi Dasarnya?

Ilustrasi Peran Pendidikan Kewarganegaraan,Foto:Unsplash/Christian Lue

Bagaimana peran pendidikan kewarganegaraan dalam menumbuhkan rasa identitas nasional? Apa saja tantangan yang dihadapi dalam menjaga identitas kebangsaan di era globalisasi?

Apakah identitas nasional dapat bertransformasi seiring perubahan zaman tanpa kehilangan esensi dasarnya?

Dikutip dari jurnal Peran pendidikan kewarganegaraan dalam membentuk identitas nasional di kalangan pelajar oleh Maiya (2025) peran pendidikan kewarganegaraan dalam menumbuhkan rasa identitas nasional sebagai berikut:

  1. Menanamkan nilai dasar negara seperti Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa

  2. Membentuk kesadaran sebagai warga negara yang memiliki hak dan kewajiban

  3. Menguatkan persatuan dan rasa kebersamaan di tengah keberagaman

  4. Membangun sikap demokratis seperti menghargai perbedaan dan menjunjung keadilan

  5. Mendorong penerapan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari

  6. Memperkuat jati diri dan identitas nasional generasi muda

Dalam praktiknya, upaya menumbuhkan identitas nasional tidak lepas dari berbagai tantangan. Pengaruh globalisasi dan budaya luar sering kali membawa perubahan gaya hidup yang dapat menggeser nilai lokal.

Kurangnya keteladanan dari lingkungan sekitar, baik keluarga, guru, maupun masyarakat, juga menjadi hambatan dalam proses internalisasi nilai kebangsaan.

Ditambah lagi dengan peran media sosial dan arus informasi digital yang tidak selalu terkontrol, sehingga dapat membingungkan generasi muda dalam menentukan jati dirinya.

Di sisi lain, keterbatasan kurikulum dan metode pembelajaran PKn yang kurang menarik juga dapat membuat pesan yang disampaikan tidak terserap secara maksimal.

Kondisi sosial dan politik yang dinamis pun turut mempengaruhi cara pandang masyarakat terhadap identitas nasional.

Identitas ini dapat berkembang dan beradaptasi seiring perubahan zaman tanpa harus kehilangan esensinya.

Dalam menghadapi globalisasi dan digitalisasi, nilai-nilai kebangsaan perlu dikemas secara lebih relevan dengan kehidupan masa kini. Oleh karena itu, kurikulum PKn harus terus diperbarui agar mampu menjawab tantangan zaman.

Itulah peran pendidikan kewarganegaraan dalam menumbuhkan identitas nasional yang tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga menyentuh pembentukan sikap dan cara pandang generasi muda terhadap bangsanya. (shr)

Baca juga: Daftar Bandara yang Melayani Fast Track Haji 2026