Peran Protista dalam Kehidupan Manusia, Definisi, dan Klasifikasinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan sehari-hari, ada berbagai macam mikroorganisme yang hidup di sekeliling manusia. Salah satu jenisnya adalah Protista. Lantas, apa sebenarnya peran Protista dalam menunjang kehidupan manusia?
Mikroorganisme merupakan benda-benda berukuran sangat kecil yang tak dapat terlihat dengan mata biasa. Oleh karena itu, kelompok ini tergolong sebagai mikroorganisme.
Protista diperkenalkan pertama kali oleh Antonie van Leeuwenhoek dalam Sistem Tiga Kingdom pada tingkatan taksonomi, yang mana sebelumnya hanya terdiri dari kerajaan hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Protista dikelompokkan menjadi tiga, yakni makhluk hidup menyerupai hewan (protozoa), menyerupai tumbuhan (ganggang), dan menyerupai jamur. Agar lebih memahaminya, berikut definisi, klasifikasi, dan peran Protista dalam menunjang kehidupan manusia.
Definisi Protista
Dikutip dari buku Biologi SMA Jilid 1 karya Subadi dkk,. Protista adalah suatu kingdom atau kerajaan yang terdiri dari organisme yang bertipe protista.
Protista juga dapat diartikan sebagai suatu organisme yang sel penyusunnya memiliki inti yang bersifat eukariotik, sama seperti tumbuhan atau hewan tingkat tinggi.
Inti sel dari Protista pada umumnya memiliki kromosom. Pada reproduksi vegetatif sel, Protista mengalami pembelahan secara mitosis.
Protista memiliki sitoplasma yang mengandung mitokondria dan vakuola-vakuola, serta membran selnya mempunyai hubungan kontinyu dengan endoplasmik retikulum dan membran inti.
Pada umumnya, Protista memiliki alat untuk bergerak, seperti silia dan flagel yang merupakan susunan dari benang-benang yang kompleks.
Protista banyak dijumpai di air tawar, laut, dan darat. Hidupnya ada yang soliter (sendiri-sendiri) membentuk koloni metaseluler maupun parasit pada organisme lain.
Klasifikasi Protista
Dalam buku berjudul Menguak Tabir Kehidupan Mikroorganisme yang ditulis oleh Tutik Kuswinanti, Dwi M Nastiti, kelompok Protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu mirip jamur, mirip tumbuhan, dan mirip hewan. Tentunya masing-masing kelompok Protista tersebut memiliki nama dan ciri yang berbeda-beda.
1. Protista Mirip Jamur
Salah satu kelompok Protista adalah mikroorganisme yang mirip dengan fungi atau jamur. Protista mirip jamur karena kesamaan cara reproduksinya.
Namun, Protista tipe ini memiliki fase vegetatifnya yang dapat bergerak secara amoeboid, seperti Myxomycetes (jamur lendir), Oomycetes (jamur air), dan lain sebagainya.
2. Protista Mirip Tumbuhan (Algae)
Protista mirip tumbuhan terdiri dari makhluk hidup eukariotik yang bersel satu maupun bersel banyak. Setiap sel yang dimiliki organisme ini memiliki ciri-ciri yang sama.
Hal tersebut disebabkan oleh adanya kemampuan melakukan fotosintesis. Oleh sebab itu, kebanyakan Protista dari kelompok ini merupakan fitoplankton.
Ganggang adalah jenis Protista yang mirip dengan tumbuhan. Jenis Protista ini disebut mirip dengan tumbuhan karena memiliki kloroplas, bersifat fotoautotrof, dan dapat mensintesis makan sendiri selayaknya tumbuhan.
3. Protista Mirip Hewan (Protozoa)
Protozoa adalah istilah untuk organisme tipe Protista yang mirip dengan hewan. Protoza memiliki bentuk dan ukuran yang mudah berubah-ubah.
Dikatakan mirip dengan hewan, karena Protista ini bergerak secara aktif dengan alat geraknya. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah tidak semua jenis protozoa dapat bergerak aktif seperti hewan.
Adapun jenis protozoa yang dibedakan berdasarkan alat gerak yang digunakan ialah sebagai berikut:
Rhizopoda, yaitu jenis protozoa yang bergerak dengan kaki semu (pseudopodia). Rhizopoda hidup sebagai parasit di daerah dengan aliran air tenang yang banyak sisa organismenya, seperti di dasar kolam dangkal atau sungai.
Ciliata, yaitu jenis protozoa yang bergerak menggunakan rambut getar (silia) dan hidup di air tawar. Perkembangbiakan Ciliata dilakukan dengan cara pembelahan biner dan konjugasi.
Flagellata, yaitu jenis protozoa yang bergerak menggunakan bulu cambuk (flagella). Flagellata diklasifikasikan menjadi dua, yaitu Phytoflagellata dan Zooflagellata. Phytoflagellata lebih menyerupai tumbuhan, karena memiliki klorofil. Sementara Zooflagellata tidak berklorofil dan hidup sebagai parasit.
Sporozoa adalah jenis protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Sporozoa hidup dengan menumpang organisme lain. Perkembangbiakan Sporozoa dengan pembelahan biner, sporogoni, dan skizogoni. Organisme Sporozoa tidak memiliki alat gerak secara khusus.
Peran Protista dalam Kehidupan Manusia
Dalam kehidupan manusia, peran Protista dapat menguntungkan maupun merugikan. Dikutip dari buku IPA Biologi SMP dan MTS Jilid 1 yang disusun karangan Saktiyono, berikut penjelasannya.
1. Peran Protista yang Menguntungkan
Euglena viridis adalah Protista yang berperan sebagai indikator polusi air atau sungai.
Fosil Foraminifera (Globigerina) digunakan untuk penanda umur batuan sedimen dan petunjuk pencarian sumber minyak bumi.
Radiolaria (Collosphaera dan Acanthometron). Endapan cangkang (lumpur Radiolaria) digunakan sebagai bahan penggosok dan indikator sumber minyak bumi.
Ulva digunakan sebagai sayuran.
Caulerpa racemosa digunakan sebagai sayuran dan lalapan.
Chlorella digunakan sebagai PST (protein sel tunggal) yang diproduksi menjadi suplemen makanan dan kosmetik.
Laminaria digitalis sebagai penghasil iodin untuk obat penyakit gondok.
Gelidium robustum dan Eucheuma spinosum digunakan sebagai bahan agar-agar.
Palmaria palmata (dulse), Porphyra, Chondrus crispus, dan Mastocarpus stellatus diolah menjadi sop, salad, pizza, dan nori.
Turbinaria australis, Sargassum silquosum, dan Fucus vesiculosus digunakan untuk membuat salep dan es krim.
Navicula digunakan untuk bahan isolasi, bahan penggosok, bahan penyekat dinamit, dan campuran semen.
2. Peran Protista yang Merugikan
Selain dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, Protista juga dapat merugikan. Protista dikatakan merugikan karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan, dan tumbuhan.
a. Pada Manusia
Plasmodium dapat menyebabkan penyakit malaria.
Trypanosoma cruzi menyebabkan penyakit chagas yang menyerang hati, kelenjar limfa, dan sumsum tulang.
Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur di daerah Afrika Tengah dan ditularkan oleh lalat tse-tse jenis Glossina palpalis.
Entamoeba gingivalis menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi, dan gusi.
Balantidium coli menyebabkan disentri balantidium yang menyerang selaput lendir pada usus besar.
Trichomonas vaginalis menyebabkan keputihan pada wanita.
b. Pada Hewan
Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surra pada hewan ternak, seperti kuda dan sapi. Penyakit ini ditularkan oleh lalat kandang (Stomoxys calcitrans).
Trichomonas foetus menyebabkan keguguran pada kambing.
Trypanosoma vivax menyebabkan penyakit pada domba.
Saprolegnia sp. hidup sebagai parasit pada ikan dan dapat menyebabkan kematian pada ikan air tawar.
c. Pada Tumbuhan
Phytophthora faberi hidup sebagai parasit pada tanaman karet.
Phytophthora infestans menyebabkan penyakit karat putih pada tanaman kentang.
Phytophthora nicotinae menyerang tanaman tembakau.
Pythium menyerang pangkal batang kecambah.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa saja peranan protista dalam kehidupan sehari-hari?

Apa saja peranan protista dalam kehidupan sehari-hari?
Dalam kehidupan manusia, peran Protista dapat menguntungkan maupun merugikan. Peran menguntungkannya, seperti Laminaria digitalis yang berperan sebagai penghasil iodin untuk obat penyakit gondok. Sementara itu, peran merugikan Protista contohnya Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria.
Protista manakah yang memiliki peranan menguntungkan?

Protista manakah yang memiliki peranan menguntungkan?
Ada banyak Protista yang memiliki peran menguntungkan bagi manusia, di antaranya Euglena viridis yang berperan sebagai indikator polusi air atau sungai.
Apa perbedaan protista mirip hewan dan protista mirip tumbuhan?

Apa perbedaan protista mirip hewan dan protista mirip tumbuhan?
Protista mirip dengan tumbuhan memiliki kloroplas, bersifat fotoautotrof, dan dapat mensintesis makan sendiri selayaknya tumbuhan. Sementara itu, Protista mirip hewan dicirikan dengan pergerakan aktif melalui alat geraknya.
