Konten dari Pengguna

Perangkat Pembelajaran Deep Learning Terbaru Sesuai Kebijakan Pendidikan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perangkat Pembelajaran Deep Learning, Foto: Unsplash/Husniati Salma
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perangkat Pembelajaran Deep Learning, Foto: Unsplash/Husniati Salma

Perangkat pembelajaran deep learning belakangan jadi topik hangat di dunia pendidikan seiring semakin luasnya penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah.

Pendekatan ini bukan berarti mengajarkan kecerdasan buatan, melainkan mendorong siswa untuk memahami materi secara lebih bermakna, kritis, dan kontekstual sesuai arah kebijakan Kemendikdasmen.

Apa Itu Perangkat Pembelajaran Deep Learning?

Ilustrasi Pendekatan Pembelajaran Melalui Konsep Deep Learning, Foto: Unsplash/Husniati Salma

Apa itu perangkat pembelajaran deep learning? Mengutip jurnal Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Kinerja Guru di MTs Al Maarif Tulungagung oleh Komsiyah, dkk (2025):

Perangkat pembelajaran deep learning terbaru sesuai kebijakan pendidikan merupakan seperangkat perangkat ajar yang dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam, aktif, dan berpusat pada peserta didik.

Penyusunannya tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mencakup tujuan pembelajaran, materi, aktivitas belajar, hingga asesmen yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).

Seluruh komponen disusun dengan mengintegrasikan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, sehingga proses belajar jadi lebih bermakna, menyenangkan, sekaligus mampu melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.

Penerapan perangkat pembelajaran berbasis deep learning menjadi salah satu langkah untuk menyesuaikan proses belajar dengan arah kebijakan pendidikan yang terus berkembang.

Faktanya, masih banyak guru yang belum sepenuhnya memahami konsep pembelajaran mendalam maupun cara menyusun modul ajar yang mampu mengembangkan kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi peserta didik.

Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi hal yang penting agar perangkat pembelajaran yang disusun semakin relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.

Sebagai upaya mendukung hal tersebut, perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD).

Pendekatan ini memanfaatkan potensi yang telah dimiliki guru, seperti pengalaman mengajar, kreativitas, kemampuan menggunakan teknologi, keterampilan menyusun materi, hingga kemampuan berkolaborasi.

Berbagai potensi tersebut kemudian dikembangkan agar guru mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih inovatif, aplikatif, dan sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemberian materi mengenai konsep deep learning, praktik menyusun modul ajar, presentasi hasil pekerjaan, hingga pendampingan selama dua minggu setelah pelatihan selesai.

Pendampingan ini bertujuan memastikan perangkat pembelajaran yang telah disusun benar-benar siap diterapkan di kelas serta mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif bagi peserta didik.

Perangkat pembelajaran deep learning terbaru sesuai kebijakan pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai dokumen perencanaan mengajar, tetapi juga menjadi pedoman bagi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas.

Melalui penerapan perangkat ajar yang mengedepankan pembelajaran mendalam, diharapkan proses belajar mampu menghasilkan pengalaman yang lebih bermakna sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. (Fikah)

Baca juga: Strategi Pembelajaran Terdiferensiasi untuk Mengakomodasi Kebutuhan Murid