Konten dari Pengguna

Perbedaan BLT Kesra dan Dana Desa 2026 yang Wajib Diketahui Masyarakat

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan BLT Kesra dan Dana Desa 2026,Foto:Unsplash/naufal jajuli
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan BLT Kesra dan Dana Desa 2026,Foto:Unsplash/naufal jajuli

Perbedaan BLT kesra dan dana desa 2026 menjadi informasi penting yang perlu dipahami masyarakat, terutama bagi yang ingin mengetahui jenis bantuan sosial yang tersedia saat ini.

Kedua program ini sama-sama berbentuk bantuan langsung tunai, namun memiliki perbedaan yang cukup mendasar dari berbagai aspek.

Perbedaan BLT Kesra dan Dana Desa 2026 dari Program Pemerintah

Ilustrasi Perbedaan BLT Kesra dan Dana Desa 2026,Foto:Unsplash/Defrino Maasy

Dikutip dari situs blog.amikom.ac.id berikut adalah perbedaan BLT kesra dan dana desa 2026 perlu dipahami masyarakat agar tidak keliru dalam mengenali jenis bantuan yang tersedia.

1. Sumber Dana

BLT kesra berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disediakan langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Artinya, dana ini merupakan bagian dari program nasional.

BLT dana desa bersumber dari dana desa yang dialokasikan khusus untuk setiap desa. Dana tersebut memang diperuntukkan bagi pembangunan dan bantuan sosial di tingkat lokal.

2. Pihak Pengelola

Pengelolaan BLT kesra dilakukan secara terpusat oleh pemerintah pusat, sehingga proses penentuan penerima hingga penyaluran mengikuti kebijakan nasional.

Berbeda dengan BLT dana desa yang dikelola oleh pemerintah desa atau kelurahan. Dengan sistem ini, desa memiliki peran lebih besar dalam menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan.

3. Kriteria Penerima

Dalam hal sasaran penerima, BLT kesra ditujukan untuk masyarakat dalam kategori desil 1 hingga 4 secara nasional, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah berdasarkan data pemerintah.

BLT dana desa lebih difokuskan pada warga miskin ekstrem di desa, seperti warga yang kehilangan pekerjaan, belum menerima bantuan lain, atau memiliki penyakit kronis.

4. Status Program Tahun 2026

Pada tahun 2026, BLT kesra sudah tidak lagi dilanjutkan karena program ini bersifat sementara sebagai stimulus ekonomi.

Sementara itu, BLT Dana Desa masih terus berjalan dan menjadi program rutin yang diandalkan pemerintah desa untuk membantu warganya.

5. Besaran Bantuan

Dari segi jumlah bantuan, BLT kesra sebelumnya diberikan sebesar Rp900.000 untuk periode tiga bulan. Sedangkan BLT dana desa diberikan maksimal Rp300.000 per bulan, yang biasanya dapat dicairkan sekaligus setiap tiga bulan.

Itulah perbedaan BLT kesra dan dana desa 2026 yang penting untuk diketahui oleh masyarakat luas. Meski sama-sama bertujuan membantu meringankan beban ekonomi, keduanya memiliki mekanisme, sasaran, dan keberlanjutan program yang berbeda. (shr(

Bca juga: Contoh Soal Tes Online BPJS Ketenagakerjaan beserta Jawabannya