Konten dari Pengguna

Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme yang Perlu Dipahami

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kolonialisme dan imperialisme memiliki kesamaan, yaitu sama-sama merebut suatu daerah untuk dikuasai demi kepentingan sendiri. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Kolonialisme dan imperialisme memiliki kesamaan, yaitu sama-sama merebut suatu daerah untuk dikuasai demi kepentingan sendiri. Foto: Pexels

Kolonialisme dan imperialisme sering kali dianggap sama, padahal kedua sistem tersebut berbeda. Ada banyak perbedaan kolonialisme dan imperialisme.

Perbedaan kolonialisme dan imperialisme bisa dilihat dari waktu kemunculan, tujuan, hingga kedaulatan dari kedua sistem tersebut.

Kolonialisme dan imperialisme memiliki kesamaan, yaitu sama-sama merebut suatu daerah untuk dikuasai demi kepentingan sendiri. Meskipun tampak sama, kedua sistem ini sangat jelas berbeda.

Artikel ini akan membahas secara rinci mengenai perbedaan kolonialisme dan imperialisme. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Jelaskan Apa yang Dimaksud Imperialisme dan Kolonialisme?

Ilustrasi kolonialisme Belanda. Foto: Keystone/Getty Images

Imperialisme dan kolonialisme merupakan salah satu sistem yang pernah dijalankan oleh beberapa negara di dunia, terkhusus negara-negara di Eropa.

Imperialisme sendiri berasal dari bahasa Latin, yakni imperare atau imperium yang berarti memerintah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, imperialisme diartikan sebagai suatu sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar.

Adapun pengertian dari kolonialisme adalah paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu.

Istilah kolonialisme diambil dari kata yang berasal dari bahasa Latin, yakni colonus yang memiliki makna menguasai. Disebut kolonialisme karena paham ini memuat upaya yang dilakukan suatu negara untuk menguasai wilayah tertentu di luar negaranya.

Mengutip buku RPUL untuk SMP yang ditulis oleh Dini Indrastuty, berikut adalah pengertian dari kolonialisme dan imperialisme:

  • Kolonialisme merupakan pengembangan kekuasaan sebuah negara atas suatu wilayah dan penduduknya di luar batas negaranya.

  • Imperialisme merupakan kebijakan suatu negara besar untuk memegang kendali atau pemerintahan daerah lain agar negara tersebut bisa berkembang.

Baca Juga: Negara yang Menjajah Bangsa Indonesia pada Masa Pergerakan Nasional

Apa Perbedaan Antara Kolonialisme dan Imperialisme?

Ilustrasi kolonialisme. Foto: Keystone/Getty Images

Mengutip buku Explore Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jilid 2 karya Sri Untari, dkk., imperalisme dan kolonialisme sekilas tampak sama, tetapi kedua sistem ini memiliki sejumlah perbedaan. Berikut ini adalah perbedaan kolonialisme dan imperalisme.

1. Sejarah Munculnya

Dilihat dari kemunculan dua sistem ini, terdapat perbedaan antara sejarah munculnya kolonialisme dan imperialisme.

Kolonialisme sendiri muncul pada abad ke-15 ketika bangsa Portugis mulai melakukan penjelajahan dengan mendirikan pos-pos perdagangan di Afrika yang kemudian diikuti oleh Spanyol.

Berbeda dengan kolonialisme, imperialisme sudah hadir sejak zaman Romawi dan Yunani kuno yang mana banyak dipraktikkan oleh raja-raja yang ingin menginvansi daerah lain.

Meskipun demikian, istilah dari imperialisme sendiri baru muncul pada abad ke-19 yang diperkenalkan oleh Perdana Menteri Inggris bernama Benjamin Disrael.

2. Pengertian

Salah satu perbedaan kolonialisme dan imperialisme terletak pada pengertiannya. Foto: Pexels.com

Kolonialisme merupakan tindakan fisik suatu negara untuk mendirikan koloni atau wilayah dengan negara lain, sedangkan imperialisme merupakan kebijakan suatu negara untuk mengambil tanah untuk menggunakan diplomasi atau kekuatan.

3. Target dan Sasaran

Kolonialisme menyasar untuk menguasai bidang perdagangan, sedangkan imperialisme menargetkan untuk menguasai penduduknya.

4. Kekuasaan

Jika dilihat dari sisi kekuasaannya, kolonialisme mengambil kendali atas beberapa bidang, khususnya politik dan ekonomi, sedangkan imperialisme menguasai kendali pada berbagai macam bidang secara keseluruhan, baik secara formal maupun informal.

5. Tujuan Sistem

Meskipun tampak memiliki tujuan yang sama, tapi kedua sistem ini mempunyai tujuan khusus yang berbeda. Dalam kolonialisme, sistem ini bertujuan untuk mengeksploitasi sumber daya negara yang dijajahnya untuk kepentingan sendiri.

Berbeda dengan kolonialisme, sistem imperialisme ada untuk membuat kerajaan atau sistem pemerintah serta memperluas daerah dan kekuasaan dari negara imperialis.

6. Kedaulatan

Berdasarkan kedaulatannya, negara koloni akan menaklukkan negara lain, bahkan akan tinggal secara permanen pada negara tersebut. Akan tetapi, negara koloni tetap mengikuti sistem pemerintahan dari negara induknya.

Di negara imperalis, negara ini akan menjalankan kekuasaan atas wilayah yang berhasil direbutnya dengan menggunakan mekanisme kedaulatan atau kontrol secara tidak langsung.

Persamaan Kolonialisme dengan Imperialisme

Ilustrasi kolonialisme Belanda di Indonesia pada tahun 1846. Foto: Wikimedia Commons

Selain perbedaan, kolonialisme dan imperialisme juga mempunyai persamaan jika dilihat dari tujuan pelaksanaannya. Dikutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI oleh Abdurakhman, dkk., berikut adalah beberapa persamaan kolonialisme dengan imperialisme.

  • Kolonialisme dan imperialisme memiliki persamaan yang fundamental, yaitu menaklukkan bangsa atau negara lain dan menguasainya.

  • Kolonialisme dan imperialisme sama-sama menguntungkan negara penguasa dan membuat negara mereka semakin makmur.

  • Kolonialisme dan imperialisme sama-sama membuat negara yang dijajah menjadi semakin menderita.

  • Kolonialisme dan imperialisme menguasai negara jajahan dengan cara pemaksaan.

Contoh Kolonialisme dan Imperalisme

Contoh kolonialisme adalah Belanda menguasai Afrika Selatan pada abad ke-17 dengan menetap di daerah tersebut dan menegaskan kendali mereka atas kelompok-kelompok pribumi. Foto: Pixabay

Agar lebih mudah memahami perbedaan kolonialisme dan imperalisme, simak contoh penerapan kolonialisme dan imperialisme yang pernah terjadi di dunia.

1. Contoh Kolonialisme

Ada banyak contoh kolonialisme, seperti penjajahan di daerah India, Australia, Amerika Utara, Aljazair, Brazil yang dikuasai oleh bangsa Eropa. Selain itu, terdapat beberapa contoh kolonialisme lainnya, yakni:

  • Belanda menguasai Afrika Selatan pada abad ke-17 dengan menetap di daerah tersebut dan menegaskan kendali mereka atas kelompok-kelompok pribumi. Sampai hari ini, banyak orang di Afrika Selatan, yang disebut Afrikaners, adalah keturunan dari pemukim Belanda.

  • Belgia mengambil alih Kongo dari tahun 1908 hingga 1960 untuk merebut sumber daya mereka seperti emas, berlian, tembaga, platinum, kromium, karet, gading, dan banyak lagi.

  • Inggris mendukung Yahudi dalam menjajah Palestina setelah Perang Dunia II, yang menyebabkan pendirian Israel pada tahun 1948.

  • Konflik Sri Lanka adalah perang saudara antara dua kelompok, Buddha Sinhala dan Hindu Tamil di Sri Lanka. Orang Sinhala adalah kelompok dominan dalam pemerintahan dan penduduk, dan orang Tamil telah menghadapi penganiayaan dari mereka selama bertahun-tahun.

2. Contoh Imperialisme

Berikut adalah beberapa contoh peristiwa ketika suatu negara menerapkan kebijakan imperalisme:

  • Setelah perang Spanyol-Amerika, Amerika Serikat menjadikan Puerto Rico sebagai bagian wilayah negaranya pada tahun 1898 dan orang-orangnya telah menjadi warga negara Amerika Serikat pada tahun 1917. Hal ini berlanjut hingga Puerto Rico akhirnya menjadi negara Persemakmuran Amerika Serikat meski dianggap berbeda dengan 50 negara bagian lainnya.

  • Delapan negara adikuasa memiliki hak perdagangan di Cina serta mendirikan kedutaan di Beijing, serta hak ekstrateritorial yang membuat negara Cina melakukan pemberontakan dan mengusir negara-negara imperialisme tersebut.

  • Amerika Serikat mengeksploitasi negara-negara di Amerika Tengah, seperti Honduras hingga akhirnya dikenal sebagai negara-negara yang beroperasi sebagai perusahaan komersial swasta untuk kelas penguasa.

Jenis-Jenis Kolonialisme dan Imperialisme

Ilustrasi tentara Belanda. Foto: Wikimedia Commons

Setelah mengetahui pengertian dan contohnya, Anda perlu memahami jenis-jenis kolonialisme dan imperialisme. Dirangkum dari buku Kolonialisme Eksploitasi dan Pembangunan karya Miftakhudin, berikut penjelasannya:

1. Jenis-Jenis Kolonialisme

Pengetahuan tentang jenis-jenis kolonialisme dapat memetakan dan meranking kolonialisme seperti apa yang telah terjadi pada bangsa atau ras tertetu. Berikut rangkumannya untuk Anda:

  • Kolonialisme eksploitasi: Paham kolonialisme untuk mengeksploitasi SDA dan SDM. Contohnya Belanda mengeksploitasi Nusantara dengan mendirikan VOC pada periode pertama.

  • Kolonialisme deportasi: Paham penguasaan daerah untuk mendeportasi narapidana atau pelanggar hukum. Alasannya beragam, di antaranya untuk memberikan efek jera, ancaman bahaya dari narapidana jika ditahan, dan menjaga nama baik negara.

  • Kolonialisme penduduk: Kolonisasi ini mengakibatkan terdesak dan tersingkirkannya penduduk pribumi. Praktiknya dilakukan dengan cara migrasi besar-besaran ke negeri asing dan menjadikannya sebagai tanah air baru.

  • Kolonialisme transmirgrasi: Paham kolonialisme yang dilakukan dengan maksud menampung kepadatan penduduk akibat ledakan demografi.

  • Kolonialisme sekunder: Paham ini memandang suatu daerah yang tidak menguntungkan negara induk, tapi perlu dipertahankan untuk kepentingan strategis.

2. Jenis-Jenis Imperialisme

Imperialisme dapat dibedakan menjadi empat jenis, yakni imperialisme politik, ekonomi, kebudayaan, dan militer. Dirangkum dari buku RPUL untuk SMP susunan Dini Indrastuty (2011), berikut penjelasannya:

  • Imperialisme politik: Negara imperialis cenderung menguasai politik sebuah bangsa. Mereka mempengaruhi atau mendikte pemerintahan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang menguntungkan baginya.

  • Imperialisme ekonomi: Sang imperialis hendak menguasai aspek ekonomi suatu negara. Tipe ini sangat disukai oleh negara-negara tertentu yang tidak memilih imperialisme politik.

  • Imperialisme kebudayaan: Tipe ini menghendaki penguasaan atas jiwa (de geest and the mind) negara lain.

  • Imperialisme militer (military imperialism): Para imperialis hendak menguasai kedudukan militer suatu negara. Ini dijalankan untuk menjamin keselamatan mereka demi kepentingan agresif atau ekonomi.

(SAI & SFR)

Frequently Asked Question Section

Dari mana asal usul istilah imperialisme?
chevron-down

Istilah imperialisme berasal dari bahasa Latin, yakni imperare yang artinya memerintah, imperium yang artinya hak untuk memerintah, dan imperator yang artinya orang yang diberi hak untuk memerintah.

Apa itu imperialisme?
chevron-down

Imperialisme adalah politik untuk menguasai dunia bagi kepentingan negara penakluk. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan penjajahan-penjajahan sekaligus menanamkan pengaruh dalam segala aspek kehidupan di wilayah jajahannya.

Apa yang dimaksud dengan imperialisme modern?
chevron-down

Imperialisme modern muncul dari adanya revolusi industri besar-besaran yang tentunya membutuhkan bahan mentah yang banyak serta pasar yang luas.