Konten dari Pengguna

Perbedaan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung dalam Bahasa Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung. Foto: Unsplash/Gülfer ERGİN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung. Foto: Unsplash/Gülfer ERGİN

Dalam bahasa Indonesia, perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung dapat dilihat dari pengertian jenis kutipan maupun ciri-cirinya. Maka dari itu, sebelum membuat suatu kutipan, alangkah lebih baik untuk memahami materinya terlebih dahulu.

Secara umum, kutipan merupakan teks atau bagian dari materi penulisan yang berasal dari sumber pustaka tertentu, seperti buku dan jurnal (Sailendra et.al., Analisis Pengutipan Sumber Pustaka dalam Sebuah Penelitian: 5860).

Kutipan digunakan oleh penulis untuk memperkuat argumen mengenai kajiannya, dalam artian, kutipan tersebut disisipkan pada suatu karya tulis, baik itu karya dalam bentuk makalah, esai, artikel, ataupun buku.

Daftar isi

Perbedaan Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Ilustrasi untuk perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung. Aaron Burden on Unsplash

Berdasarkan jenisnya, kutipan terbagi ke dalam dua bagian, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Untuk lebih memahami materi terkait dua kutipan tersebut, simak perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung, berikut ini:

1. Pengertian Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

a. Kutipan Langsung

Kutipan langsung adalah penggunaan teks yang persis sama dengan aslinya, tanpa ada perubahan maupun penghilangan kata atau kalimat (Sailendra et.al., Analisis Pengutipan Sumber Pustaka dalam Sebuah Penelitian: 5863).

Berdasarkan definisi tersebut, diketahui bahwa dalam menulis kutipan langsung, penulis tidak diperbolehkan mengubah atau mengedit teks sumber. Hal ini juga berlaku sekalipun terdapat kesalahan atau keraguan pada kutipan.

Kendati demikian, penulis dapat memberikan keterangan dalam kurung, [sic!], sebagai penegasan bahwa penulis tidak merubah isi kutipan dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan sumber. Berikut merupakan pembagian jenis kutipan langsung:

  • Kutipan Langsung Pendek Kutipan langsung pendek merupakan jenis kutipan langsung yang terdiri dari teks singkat dan dapat dimasukkan ke dalam kalimat penulis di antara tanda kutip atau bisa juga dikutip persis seperti aslinya, menggunakan tanda (“). Kutipan langsung pendek terdiri dari kurang atau sama dengan 3 (tiga) baris kutipan. Jenis kutipan ini diintegrasikan langsung di dalam teks, dengan ciri diapit tanda kutip (“). Adapun jarak baris yang dipakai, yaitu sama dengan jarak baris teks yang ada.

  • Kutipan Langsung Panjang Kutipan langsung panjang dapat disajikan tanpa tanda kutip (“), serta penempatannya terpisah dari kalimat sebelum dan sesudahnya. Hal tersebut disebabkan oleh jumlah baris kutipan yang lebih dari 3 (tiga). Meski kutipan langsung panjang dapat ditulis tanpa tanda kutip, jenis kutipan ini juga seringkali didapati ditulis dalam tanda kutip, karena sejatinya hal itu diperbolehkan. Jarak yang digunakan dalam kutipan ini adalah 1 (satu) spasi.

b. Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung adalah ringkasan pokok pikiran atau kesimpulan yang disusun sesuai dengan pemahaman penulis dan diungkapkan dengan bahasa sendiri (Sailendra et.al., Analisis Pengutipan Sumber Pustaka dalam Sebuah Penelitian: 5864).

Jenis kutipan ini memuat inti dari pendapat yang dikutip dan ditulis dalam teks yang dibuat penulis, dalam artian digabungkan, tanpa menggunakan tanda kutip (“) sebagaimana penggunaannya pada kutipan langsung.

Adapun aturan penulisan sumber pada kutipan ini, yaitu boleh memakai halaman ataupun tidak, serta dapat diletakkan di catatan kaki maupun secara langsung. Berikut merupakan pembagian jenis kutipan tidak langsung dan penjelasannya:

  • Kutipan Tidak Langsung Pendek Sama dengan kutipan langsung pendek, kutipan ini juga terdiri dari kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) baris kutipan. Kutipan ini dapat diletakkan di awal maupun di akhir teks, selama itu memenuhi aturan penulisan kutipan. Saat menuliskan kutipan di awal, maka nama akhir dari penulis sumber harus tercantum di luar tanda kurung, (), dengan tahun dan nomor halaman di dalam kurung setelahnya. Untuk kutipan di akhir, maka keduanya masuk di dalam kurung.

  • Kutipan Tidak Langsung Panjang Jenis kutipan ini terdiri atas lebih dari 3 (tiga) atau 4 (empat) baris kutipan. Penempatan kutipan yang digabung dengan kalimat penulis kadangkala menyulitkan dalam mengidentifikasi apakah baris tersebut merupakan bagian dari kutipan. Untuk itu, diperlukan tanda berupa nama penulis sumber beserta tahun dan halamannya di awal kutipan. Kendati demikian, sama halnya dengan aturan dasar kutipan tidak langsung, penulisan sumber juga dapat dilakukan di akhir.

Ilustrasi untuk perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung. Priscilla Du Preez 🇨🇦priscilladupreez on Unsplash

2. Ciri-Ciri Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Dari pengertian kutipan sebelumnya, pembaca dapat mengetahui ciri-ciri yang menjadi petunjuk perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung tersebut. Berikut merupakan poin atau inti dari ciri-ciri kutipan langsung dan tidak langsung:

a. Kutipan Langsung

  • Tidak mengalami perubahan dalam teks yang dikutip;

  • Memakai tanda titik tiga berspasi [. . .] untuk mewakili bagian kata dari kutipan yang dihilangkan, apabila ada;

  • Memakai tanda titik empat berspasi [. . . .] apabila ada bagian kalimat dari kutipan yang dihilangkan;

  • Memakai tanda [sic!] sebagai keterangan, apabila terdapat kesalahan dalam teks sumber kutipan aslinya;

  • Membubuhkan sumber kutipan menggunakan sistem APA, MLA, ataupun sistem yang lainnya.

b. Kutipan Tidak Langsung

  • Mengalami perubahan kalimat pada teks yang dikutip;

  • Tidak ada perubahan ide pikiran dari pendapat sumber yang dikutip;

  • Disampaikan sesuai pemahaman penulis terhadap teori yang dikutip;

  • Ditulis tanpa menggunakan tanda kutip (“).

3. Contoh Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

Kutipan terbagi menjadi dua, yaitu 1) kutipan pendek yang terdiri atas kurang atau sama dengan tiga baris (40) kata, dan 2) kutipan panjang yang lebih dari jumlah tersebut, dengan bentuk paragraf yang menjorok bagi kutipan langsung.

a. Kutipan Langsung Pendek

Contoh 1:

….tersebut. Menurut Ibnu (2002: 19) “bahan rujukan yang dimasukkan ke dalam daftar rujukan hanya boleh yang sebenarnya dirujuk dalam artikel, dan sebaliknya, semua rujukan yang disebutkan dalam artikel harus tercatat di dalam daftar rujukan.”

(Sumber contoh: Sailendra et.al., Analisis Pengutipan Sumber Pustaka dalam Sebuah Penelitian: 5864)

Contoh 2:

Keluarga merupakan salah satu aktor penting yang terlupakan dalam pendidikan, tetapi “. . . . dalam praktiknya masih banyak keluarga yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak pada sekolah” (Hatimah, 2016: 14).

(Sumber contoh: Youtube, Wahyuddin MY-Tadangate Institute)

b. Kutipan Langsung Panjang

Contoh 1:

Pentingnya hubungan antara sekolah dan orang tua, yaitu:

  • 1) Keluarga adalah pendidik yang pertama dan utama, tetapi dalam praktiknya masih banyak keluarga yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak pada sekolah, 2) Peran sekolah adalah membantu keluarga agar pelaksanaan pendidikan lebih sistematis, efektif, dan hasilnya tersertifikasi, 3) Tidak semua kebutuhan pendidikan anak dapat dipenuhi oleh satuan pendidikan maupun keluarga, 4) Kerjasama keluarga dengan satuan pendidikan mutlak diperlukan, 5) Satuan pendidikan wajib mendorong kemitraan dan pelibatan keluarga dalam memajukan pendidikan anak mereka (Hatimah, 2016: 14).

(keterangan: bullet point hanya digunakan sebagai perwakilan dari bentuk kutipan yang harus menjorok setelah kalimat penulis)

Contoh 2:

Sebagaimana Hatimah (2016) simpulkan bahwa:

  • 1) Keluarga adalah pendidik yang pertama dan utama, tetapi dalam praktiknya masih banyak keluarga yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak pada sekolah, 2) Peran sekolah adalah membantu keluarga agar pelaksanaan pendidikan lebih sistematis, efektif, dan hasilnya tersertifikasi, . . (p. 14).

(Keterangan: bullet point digunakan sebagai perwakilan dari bentuk kutipan yang harus menjorok setelah kalimat penulis. Sumber contoh: Youtube, Wahyuddin MY-Tadangate Institute)

Ilustrasi untuk perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung. James Bold on Unsplash

c. Kutipan Tidak Langsung Pendek

Sumber:

“keluarga adalah pendidik yang pertama dan utama, tetapi dalam praktiknya masih banyak keluarga yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak pada sekolah.”

Kalimat kutipan:

Keluarga merupakan salah satu aktor penting yang terlupakan dalam pendidikan, sebagaimana pendapat Hatimah (2006: 14) dalam penelitiannya bahwa keluarga adalah guru yang sangat penting meskipun dalam kenyataannya masih banyak orang tua yang menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anaknya kepada pihak sekolah.

(Sumber contoh: Youtube, Wahyuddin MY-Tadangate Institute)

d. Kutipan Tidak Langsung Panjang

Sumber:

“Individu/seorang manusia menghabiskan 70% waktunya untuk berkomunikasi, baik membaca, menulis, berbicara, dan mendengar, dengan menggunakan media offline dan online, termasuk teknologi (smartphone, media sosial). Komunikasi merupakan salah satu alat bagi seseorang untuk bertukar pikiran, informasi, dan berkomunikasi untuk maksud/tujuan tertentu.”

Kalimat kutipan:

Manusia tidak dapat hidup sendiri, karena faktanya, manusia membutuhkan interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Purwanto (2020: 10), bahwa setiap hari manusia berkomunikasi sebanyak 70% dari waktunya, dengan cara berbicara, mendengar, menulis, dan membaca, melalui media offline dan online. Salah satu alat untuk media online adalah smartphone. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi digunakan sebagai alat bertukar pikiran dan informasi, dengan maksud/tujuan tertentu.

(Sumber contoh: Youtube, Sutini Perbanas)

Baca juga: Cara Mengutip dari Jurnal secara Langsung dan Tidak Langsung

Demikian ulasan mengenai perbedaan kutipan langsung dan tidak langsung beserta contohnya yang dapat pembaca simak. Pembaca juga dapat lebih memahami materi terkait melalui analisis suatu karya tulis dan praktik pembuatan kutipan secara mandiri.