Konten dari Pengguna

Perbedaan Liabilitas Jangka Panjang dan Jangka Pendek dalam Perusahaan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi liabilitas. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi liabilitas. Foto: Pexels.com

Istilah liabilitas yang diartikan sebagai kewajiban suatu perusahaan tentu familier di kalangan pebisnis. Setiap perusahaan memiliki liabilitas untuk mengembangkan bisnisnya.

Selain liabilitas, setiap perusahaan juga membutuhkan aset dan modal (ekuitas) untuk bisa mengembangkan usaha dan menjalankan kegiatan operasionalnya.

Pengertian Liabilitas

Berdasarkan jurnal Kewajiban Jangka Pendek dan Kontinjensi yang ditulis oleh Supiningtyas Purwaningrum, liabilitas adalah utang yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional bisnis.

Liabilitas juga dapat diartikan sebagai suatu kewajiban yang dimiliki seseorang atau perusahaan yang harus dibayar pada periode tertentu. Hal ini biasanya berdasarkan atas nilai uang dari perusahaan tersebut.

Berikut ini adalah tiga karakteristik utama kewajiban tersebut, yaitu:

  1. Kewajiban adalah tanggung jawab ke pihak lain yang memerlukan penyelesaian melalui transfer aset berupa penyediaan layanan atau transaksi lain di masa depan dan menghasilkan manfaat ekonomi.

  2. Kewajiban adalah suatu peristiwa atau transaksi yang telah terjadi dan menimbulkan tanggung jawab entitas.

  3. Kewajiban adalah segala jenis pinjaman dari perseorangan atau bank untuk meningkatkan pendapatan bisnis.

Liabilitas Jangka Panjang

Ilustrasi liabilitas. Foto: Pexels.com

Melansir laman stie-igi.ac.id, liabilitas jangka panjang adalah utang atau kewajiban yang pelunasannya dilakukan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.

Liabilitas jangka panjang biasanya timbul karena adanya kebutuhan dana untuk membeli tambahan aset tetap, menaikkan jumlah modal kerja permanen, membeli perusahaan lain, atau juga untuk melunasi utang-utang yang lain.

Utang jangka panjang tersebut dapat dilunasi dengan sumber selain aktiva lancar. Adapun yang mencakup aktiva lancar suatu perusahaan, yaitu peralatan, gedung, tanah, investasi saham atau investasi obligasi jangka panjang, dan sebagainya.

Contoh liabilitas jangka panjang adalah utang bond, utang wesel jangka panjang, utang wesel hipotek, utang hipotik, uang muka dari perusahaan afiliasi, dan utang kredit bank jangka panjang.

Mengutip dari jurnal Akuntansi Utang Jangka Panjang oleh Heri Yanto, dkk., berikut ini karakteristik liabilitas jangka panjang, yaitu:

  1. Tanggal jatuh temponya lebih dalam satu periode akuntansi atau satu tahun, dan bisa lebih dari itu.

  2. Terdapat aset atau barang jaminan, bisa berupa surat berharga, seperti sertifikat, Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dan surat berharga lainnya.

  3. Pembayaran dilakukan dengan cara cicilan atau berjangka dan menggunakan bunga sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

  4. Utang diperoleh dari lembaga keuangan yang menyediakan utang jangka panjang.

Liabilitas Jangka Pendek

Ilustrasi liabilitas. Foto: Pexels.com

Mengutip dari jurnal Kewajiban Jangka Pendek dan Kontinjensi yang ditulis oleh Supiningtyas Purwaningrum, liabilitas jangka pendek adalah utang dengan jangka waktu kurang atau maksimal satu tahun dari siklus operasi perusahaan.

Dalam akuntansi, utang jangka pendek dan pelunasannya akan tercatat setiap periodenya pada laporan keuangan. Secara umum utang ini terjadi untuk keperluan jual beli perusahaan, seperti pembelian bahan baku, bahan mentah, dan sebagainya

Contoh liabilitas jangka pendek atau yang dikenal liabilitas lancar, yaitu utang dagang, utang wesel, utang biaya, pendapatan diterima dimuka, dividen, dan sebagainya.

Menurut jurnal Kewajiban Jangka Pendek (Current Liabilities) oleh May Mulyaningsih, berikut ini jenis liabilitas jangka pendek:

1. Kewajiban jangka pendek yang jumlahnya sudah pasti

Kewajiban jangka pendek yang jumlahnya sudah pasti mencakup beberapa hal di bawah ini:

a. Utang berbunga dalam jangka pendek

  • Utang bank jangka pendek.

  • Wesel bayar jangka pendek.

b. Utang yang terkait dengan kegiatan usaha entitas

  • Utang usaha.

  • Utang pajak.

  • Utang dividen.

  • Beban yang masih harus dibayar.

  • Pendapatan diterima di muka.

  • Utang imbalan kerja.

  • Utang jaminan

2. Kewajiban jangka pendek yang jumlahnya belum diestimasi

Adapun cakupan kewajiban jangka pendek yang jumlahnya belum diestimasi, yaitu:

  1. Utang garansi servis.

  2. Utang pemberian hadiah.

  3. Utang pengelolaan lingkungan atau pemulihan pencemaran lingkungan.

  4. Utang perkara pengadilan (litigasi hukum).

  5. Utang sebagai penjamin.

  6. Utang operasi dalam penghentian.

Aset Liabilitas Ekuitas

Ilustrasi liabilitas. Foto: Pexels.com

Mengutip dari laman resmi Bank OCBC NISP, sering kali pengusaha keliru mengenai aset dan liabilitas. Hal tersebut karena liabilitas bisa memiliki bentuk dan nilai yang sama dengan aset, baik berupa modal maupun barang.

Namun kenyataannya, terdapat perbedaan aset dan liabilitas yang signifikan. Aset adalah sumber ekonomi untuk menjalankan bisnis dan memastikan pertambahan nilai kekayaan bagi perusahaan.

Sedangkan, liabilitas adalah sumber ekonomi untuk menjalankan bisnis yang perlu dibayar perusahaan ke pihak eksternal dalam tempo tertentu. Berikut ini perbedaan aset dan liabilitas yang mudah dipahami:

  1. Aset termasuk sumber daya keuangan yang memiliki manfaat ekonomi di masa depan. Sedangkan liabilitas adalah hal yang wajib dilunasi dalam waktu dekat.

  2. Nilai aset setiap tahun mengalami depresiasi atau penurunan, sedangkan nilai liabilitas tidak akan berkurang dan bisa bertambah karena suku bunga.

  3. Pada neraca keuangan, aset berada di bagian kanan, dan liabilitas berada di sisi kiri.

Contoh Aset Liabilitas dan Ekuitas

Ilustrasi liabilitas. Foto: Pexels.com

Menurut jurnal Akuntansi Utang Jangka Panjang oleh Heri Yanto, dkk., terdapat beberapa contoh aset liabilitas dan ekuitas, di antaranya:

a. Liabilitas

Berikut ini contoh aset liabilitas dalam perusahaan:

1. Utang hipotek

Hipotek memiliki arti bahwa perusahaan melakukan kredit dengan menaruh dasar jaminan yang agunannya berupa benda tidak bergerak.

2. Utang tagihan

Tagihan adalah bentuk kewajiban yang dibayarkan oleh perusahaan karena adanya pemakaian fasilitas atau jasa layanan. Tagihan tersebut mencakup bunga, denda, hingga biaya administrasi.

b. Ekuitas (Modal)

Berikut ini adalah contoh ekuitas dalam suatu perusahaan:

1. Saham

Saham adalah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal. Saham mencakup penanaman modal dan investasi dalam suatu perusahaan yang memengaruhi keuangan perusahaan.

2. Pendapatan yang disimpan

Pendapatan yang disimpan merupakan contoh aset liabilitas dan ekuitas yang bisa dibekukan oleh perusahaan untuk menjaga stabilitas keuangan. Dengan begitu, pendapatan ini tidak perlu untuk dibagikan ke para pemegang saham.

Rumus Liabilitas

Ilustrasi liabilitas. Foto: Pexels.com

Mengutip buku Pengantar Ilmu Akuntansi Keuangan untuk Ekonomi dan Teknik, berikut ini rumus aset liabilitas dan ekuitas secara umum yang bisa kamu gunakan:

Aset (Harta) = Liabilitas (Utang/Kewajiban) + Modal (Ekuitas)

Untuk mencari liabilitas, kamu dapat menggunakan rumus total liabilitas:

Liabilitas = Aset – Ekuitas

Sedangkan untuk menghitung rasio liabilitas dalam perusahaan, kamu bisa menggunakan rumus rasio liabilitas berikut:

Rasio liabilitas = Total utang : Ekuitas x 100%

(FNS)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan liabilitas?

chevron-down

Utang atau kewajiban yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional bisnis.

Apa saja contoh liabilitas jangka panjang?

chevron-down

Utang bond, utang wesel jangka panjang, utang wesel hipotek, utang hipotik, uang muka dari perusahaan afiliasi, dan utang kredit bank jangka panjang.

Apa yang dimaksud dengan liabilitas jangka pendek?

chevron-down

Utang dengan jangka waktu kurang atau maksimal satu tahun dari siklus operasi perusahaan.