Konten dari Pengguna
Perbedaan Mangkunegaran dan Pakubuwono dalam Sejarah Kerajaan Jawa
6 November 2025 20:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Perbedaan Mangkunegaran dan Pakubuwono dalam Sejarah Kerajaan Jawa
Inilah perbedaan Mangkunegaran dan Pakubuwono dalam sejarah Kerajaan Jawa.Kabar Harian
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Pembahasan mengenai perbedaan Mangkunegaran dan Pakubuwono sering menjadi topik yang menarik dalam sejarah dan kebudayaan Jawa.
ADVERTISEMENT
Kedua nama ini merujuk pada dua kekuasaan penting yang memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Kesultanan Mataram setelah terjadinya perpecahan kerajaan.
Mangkunegaran dan Pakubuwono memiliki hubungan yang erat, tetapi berkembang menjadi entitas dengan karakteristik, sistem pemerintahan, dan tradisi budaya yang berbeda.
Perbedaan Mangkunegaran dan Pakubuwono
Mengutip jurnal Abdimas Pariwisata "Pura Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Surakarta sebagai Sarana Wisata Edukasi Sejarah", Anugrahaning Della Puspitasari, (2025:55), berikut adalah perbedaan Mangkunegaran dan Pakubuwono dalam sejarah kerajaan.
Pura Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Surakarta merupakan dua pusat kebudayaan yang memiliki peran penting dalam sejarah Jawa. Kedua keraton ini sama-sama berasal dari pecahan Kesultanan Mataram setelah terjadinya Perjanjian Salatiga pada tahun 1757.
Dari perjanjian tersebut, Mangkunegara I diakui sebagai penguasa Praja Mangkunegaran, sedangkan Pakubuwono III memimpin Keraton Kasunanan Surakarta.
ADVERTISEMENT
Semenjak saat itu, kedua pusat pemerintahan ini berkembang secara mandiri dengan ciri dan struktur kekuasaan yang berbeda.
Perbedaan utama antara Mangkunegaran dan Pakubuwono terlihat dari gelar raja dan wilayah kekuasaan. Raja Mangkunegaran bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA), sedangkan Raja Kasunanan bergelar Sunan Pakubuwono.
Wilayah kekuasaan Mangkunegaran meliputi Honggobayan, Gunung Kidul, Pajang Utara, dan Kedu, sedangkan Pakubuwono menguasai sebagian besar wilayah Solo Raya, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Dari segi arsitektur, Pura Mangkunegaran memiliki pendhapa, pringgitan, dan dalem ageng yang menonjolkan keindahan kayu jati, sementara Keraton Kasunanan lebih megah dengan struktur batu dan kayu jati yang menjadi ciri khas pusat kerajaan tradisional Jawa.
Kedua keraton ini juga memiliki koleksi peninggalan sejarah yang berbeda. Pura Mangkunegaran menyimpan pusaka seperti kereta kuda, gamelan Kyai Kanyut Mesem, serta topeng dan arca logam, sedangkan Keraton Kasunanan memiliki kereta raja, senjata tradisional, dan benda pusaka kerajaan.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, perbedaan Mangkunegaran dan Pakubuwono tidak hanya terletak pada aspek politik dan kekuasaan saja, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya, seni, serta nilai filosofis masyarakat Jawa yang terus dilestarikan hingga kini. (Dista)

