Konten dari Pengguna

Perkembangan Teknologi Digital dalam Mengubah Perilaku Konsumen

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen. Foto: Unsplash.com/Vitaly Gariev
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen. Foto: Unsplash.com/Vitaly Gariev

Perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen dalam melakukan transaksi. Menurut Anda, bagaimana e-business memengaruhi daya saing perusahaan dibandingkan dengan bisnis konvensional? Berikan contoh perusahaan di Indonesia?

Perubahan pola transaksi tersebut membuat konsumen memiliki cara baru dalam mencari produk, membandingkan pilihan, hingga menyelesaikan pembelian.

Perusahaan pun perlu menyesuaikan kegiatan bisnis dengan kebiasaan konsumen yang semakin terhubung dengan layanan digital.

Pengaruh E-Business terhadap Daya Saing Perusahaan di Indonesia

Ilustrasi perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen. Foto: Unsplash.com/Vitaly Gariev

Perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen dalam melakukan transaksi. Menurut Anda, bagaimana e-business memengaruhi daya saing perusahaan dibandingkan dengan bisnis konvensional? Berikan contoh perusahaan di Indonesia?

Dikutip dari lmsspada.kemdiktisaintek.go.id, e-business dapat memperkuat daya saing perusahaan melalui jangkauan pasar yang lebih luas, proses transaksi yang praktis, efisiensi operasional, dan pemanfaatan teknologi untuk melayani konsumen.

Pada bisnis konvensional, aktivitas penjualan umumnya bergantung pada toko fisik, lokasi usaha, serta jam operasional. Konsumen perlu datang ke tempat penjualan untuk melihat produk atau melakukan transaksi secara langsung.

E-business mengubah pola tersebut dengan memanfaatkan situs web, aplikasi, marketplace, dan kanal digital sehingga transaksi dapat dilakukan tanpa pertemuan langsung.

Jangkauan pasar menjadi salah satu perbedaan penting. Perusahaan yang menjalankan e-business dapat menawarkan produk kepada konsumen di berbagai wilayah tanpa harus membuka toko fisik di setiap daerah.

Kondisi tersebut juga memberi peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas dengan biaya ekspansi yang relatif lebih ringan.

Teknologi digital juga dapat membuat kegiatan operasional lebih efisien. Pemesanan, pembayaran, pencatatan transaksi, promosi, hingga pemantauan pesanan dapat dikelola melalui sistem digital.

Efisiensi tersebut dapat membantu perusahaan menghemat waktu kerja dan mengurangi sejumlah biaya yang muncul dalam kegiatan bisnis konvensional.

Contoh perusahaan di Indonesia dapat dilihat pada Tokopedia. Melalui platform digital, penjual dapat menawarkan barang kepada konsumen dari berbagai daerah.

Konsumen juga dapat mencari produk, membandingkan harga, membaca ulasan, melakukan pembayaran, dan memantau pesanan dalam satu ekosistem layanan.

Contoh lainnya adalah Gojek. Perusahaan ini menggunakan aplikasi untuk menghubungkan konsumen dengan berbagai layanan, seperti transportasi dan pesan-antar makanan.

Proses pemesanan serta pembayaran dapat dilakukan melalui perangkat digital sehingga transaksi berlangsung lebih praktis.

E-business juga memberi perusahaan peluang untuk menggunakan data transaksi dalam menyusun strategi pemasaran.

Pola pembelian dapat digunakan untuk menentukan promosi, menawarkan rekomendasi produk, dan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan konsumen.

Media sosial serta iklan digital turut memperluas cara perusahaan berkomunikasi dengan pasar. Konsumen dapat mengenal produk melalui konten digital, membaca ulasan, kemudian berpindah ke platform penjualan untuk menyelesaikan transaksi.

Namun, persaingan digital juga membuat konsumen lebih mudah membandingkan berbagai perusahaan. Harga, kualitas produk, ulasan, kecepatan pengiriman, keamanan pembayaran, dan pelayanan pelanggan dapat menjadi pertimbangan sebelum transaksi dilakukan.

Bisnis konvensional tetap memiliki fungsi penting, terutama bagi konsumen yang ingin memeriksa produk secara langsung atau memperoleh pelayanan tatap muka.

Karena itu, perusahaan dapat menggabungkan kanal fisik dan digital agar proses pembelian lebih fleksibel.

E-business pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan aktivitas jual beli melalui internet. Pemanfaatan teknologi juga mencakup pemasaran, pelayanan pelanggan, pembayaran, pengelolaan data, serta proses operasional yang mendukung kegiatan perusahaan.

Secara keseluruhan, perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen dalam melakukan transaksi. Perubahan tersebut turut memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis dan berinteraksi dengan konsumen. (Shofia)

Baca Juga: Kecerdasan Buatan Menggantikan Peran Akuntan Manajemen di PT Teknologi Indonesia