Konten dari Pengguna

Persilangan Golongan Darah: Penjelasan dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi golongan darah. Foto: iStock.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi golongan darah. Foto: iStock.com

Persilangan golongan darah dapat terjadi apabila terdapat perbedaan golongan darah dari suatu pasangan. Umumnya, jenis golongan darah terdiri dari empat dan memiliki ciri masing-masing.

Sistem penggolongan darah dapat dikelompokkan berdasarkan pada kandungan aglutinogen dan aglutinin atau dikenal sebagai sistem ABO. Cara penggolongan ini ditemukan oleh Karl Landsteiner, seorang ahli Biologi dan Imunologi dari Austria.

Mengutip dari buku berjudul Ilmu Pengetahuan Alam SMP dan MTs Kelas VIII yang ditulis Wasis dan Sugeng Yuli Irianto, aglutinogen merupakan protein dalam sel darah merah yang dapat digumpalkan oleh aglutinin.

Terdapat dua jenis aglutinogen pada darah, yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Sementara itu, aglutinin merupakan protein di dalam plasma darah yang menggumpalkan aglutinogen.

Aglutinin berfungsi sebagai zat antibodi dan terbagi menjadi dua macam, yaitu aglutinin α (alfa) dan aglutinin β (beta). Aglutinin α disebut juga serum anti A yang akan menggumpalkan aglutinogen A. Sedangkan, aglutinin β disebut jua serum anti B yang akan menggumpalkan aglutinogen B.

Berdasarkan keberadaan antigen dan antibodinya, terdapat empat macam golongan darah. Mengutip dari buku Biologi SMA Jilid 3 oleh Subardi dkk., berikut adalah rinciannya.

  • Golongan darah A: apabila dalam sel darah merah terdapat aglutinogen A.

  • Golongan darah B: apabila dalam sel darah merah terdapat aglutinogen B.

  • Golongan darah O: apabila dalam sel darah merahnya tidak terdapat aglutinogen.

  • Golongan darah AB: apabila dalam sel darah merah terdapat aglutinogen A dan B.

Golongan darah tersebut ditentukan oleh alel ganda, yaitu IA, IB, dan i. Seseorang yang bergolongan darah A memiliki genotipe IAIA atau IAi, sementara seseorang yang memiliki golongan darah B memiliki genotipe IBIB atau IBi.

Orang yang golongan darahnya AB memiliki genotipe IAIB, sedangkan orang dengan golongan O memiliki genotipe ii. Hubungan antara fenotipe golongan darah, genotipe, dan kemungkinan macam gamet antara lain digambarkan dalam tabel ini.

Tabel hubungan antara fenotipe golongan darah, genotip, dan macam sel gamet. Sumber: Biologi SMA Jilid 3/Subardi dkk.

Berikut contoh persilangan golongan darah sebagaimana disadur dari buku Menjelajah Dunia Biologi 3 yang ditulis oleh Sri Pujiyanto.

Contoh Persilangan Golongan Darah

Apabila seorang laki-laki bergolongan darah AB menikah dengan perempuan dengan golongan darah B, apakah mereka bisa memiliki anak dengan golongan darah A?

Kemungkinan 1

P: Laki-laki AB x Perempuan B

G: IAIB x IB

F1:

IAIB = 50% bergolongan darah AB

IBIB = 50% bergolongan darah B

Kemungkinan 2

P: Laki-laki AB x Perempuan B

G: IAIB x IBi

F1:

IAIB = 25% bergolongan darah AB

IAi = 25% bergolongan darah A

IBIB dan IBi = 50% bergolongan darah B

Jadi, dapat dilihat bahwa pasangan tersebut bisa memiliki anak dengan golongan darah A, jika sang perempuan bergolongan darah B yang heterozigot (IBi).

(AMP)