Konten dari Pengguna

Petugas Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Negara dan Asal Daerahnya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi petugas upacara 17 Agustus 2026 di Istana Negara. Foto: Unsplash.com/Royhan Firdaus
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi petugas upacara 17 Agustus 2026 di Istana Negara. Foto: Unsplash.com/Royhan Firdaus

Susunan petugas upacara 17 Agustus 2026 di Istana Negara melibatkan 76 pelajar yang terpilih dari 38 provinsi di Indonesia.

Para pelajar tersebut telah dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka tingkat pusat untuk menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pengukuhan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026 di Istana Negara, Jakarta, dua hari sebelum pelaksanaan upacara kemerdekaan.

Petugas Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Negara, Dari Seluruh Provinsi di Nusantara

Ilustrasi petugas upacara. Foto: Unsplash.com/Mufid Majnun

Dikutip dari setneg.go.id, berikut adalah petugas upacara 17 Agustus 2026 di Istana Negara yang tercatat sebagai anggota Paskibraka tingkat pusat tahun 2026:

  • Aceh: Muhammad Hibban Annafis dan Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang.

  • Sumatra Utara: Gussa Oliver Nainggolan dan Felesia Rismaito Munthe.

  • Sumatra Barat: Ahmad Alfatih dan Ulya Kireina Halim.

  • Riau: Rizqy Aditya Siregar dan Arifa Rahma Maulydha.

  • Jambi: Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia Putri.

  • Sumatra Selatan: Muhammad Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi.

  • Bengkulu: M. Aryo Wira Zandhyka Y. dan Nadine Permata Vanza.

  • Lampung: Naufal Ghaly Oktora dan Chika Azahra Salsabila.

  • Kepulauan Bangka Belitung: Muhammad Furqoen Nul Hakim dan Fira Haniyah.

  • Kepulauan Riau: Muhammad Salman Farisi dan Raudah Mabrura.

  • DKI Jakarta: Muazzam Saqif Hasani Siregar dan Latiesha Firenzie Bharata.

  • Jawa Barat: Baruno Wicaksono dan Aisha Calista Permata.

  • Jawa Tengah: Hilmi Tisna Yuwanda dan Qothrunnada Azzahra Husna.

  • Daerah Istimewa Yogyakarta: Ahmad Raditya dan Anggita Ayu Mahanani Hanifah.

  • Jawa Timur: Reihan Nifan Arkana dan Angelica Theona Putri.

  • Banten: Chaysar Purnama Putra dan Adzra Khairy Fadian.

  • Bali: I Made Dwi Sathya Kurniawan dan Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani.

  • Nusa Tenggara Barat: Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dan Belvana Rolanda Vindia Kurniawan.

  • Nusa Tenggara Timur: Atanasius Meyllano Frans Yogar dan Eighteen Jeanette Hekboy.

  • Sulawesi Utara: Gabriel Gilbert Miller Kamasi dan Faith Louisa Tabita Maengkom.

  • Sulawesi Tengah: Fahriansyah Rihama dan Chintya Graciella Rorong.

  • Sulawesi Selatan: Juan Pablo dan Taswina Putri.

  • Sulawesi Tenggara: Laode Reyhan Putra Satria Korwa dan Waode Bintang Adisya.

  • Sulawesi Barat: M. Deni Fikri dan Ismi Ulfaida.

  • Gorontalo: Muhammad Azka Gaib dan Khasyifa Anindi Sudarmanto.

  • Kalimantan Barat: Mirza Rafi Navazani dan Celine Olivia Apriani Theo.

  • Kalimantan Tengah: Muhammad Azham Alfarizqi dan Ajeng Bunga Safitri.

  • Kalimantan Selatan: I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dan Siti Nur Adlina.

  • Kalimantan Timur: Gus Luthfy Azka Nararya dan Julita Rista Lestari.

  • Kalimantan Utara: Muhammad Zainal Ihsan dan Desy Natalia.

  • Maluku: Louise Adriano Hutasoit dan Cinzia Christovani Marantika.

  • Maluku Utara: Haikal Khadafi H. Laode dan Mardhatilla A. Putri.

  • Papua: Johanes Matius Paulus Rumsayor dan Neeltje Deliana Insjowi Werimon.

  • Papua Barat Daya: Pieter Felix Paskah Yapen dan Vila Delvia Nauri.

  • Papua Barat: Marco Marcel Kurei dan Hasna Iriani Rumbiak.

  • Papua Selatan: Vinsensius Renaldi Oey Yolmen dan Kristina Ndiken.

  • Papua Tengah: Christopher Leon Bringga Tabuni dan Gladys Manuella Aibekob.

  • Papua Pegunungan: Michael Marchel Winka Fakdawer dan Julia Maharani Dabi.

Setiap provinsi mengirimkan dua pelajar, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 76 orang.

Salah satu nama yang memiliki peran khusus dalam rangkaian pengukuhan adalah Julita Rista Lestari dari Kalimantan Timur yang ditunjuk sebagai pemimpin upacara.

Pada tahap pengukuhan, Julita mewakili calon anggota Paskibraka untuk memegang Bendera Merah Putih saat pengucapan Ikrar Putra Indonesia.

Prosesi tersebut dipimpin Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dan diikuti seluruh calon anggota.

Setelah ikrar selesai, Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengukuhkan anggota Paskibraka tingkat pusat secara resmi.

Selain itu, penyematan Lencana Merah Putih Garuda dan pemasangan kendit secara simbolis juga dilakukan kepada pemimpin upacara. Ke-76 pelajar tersebut selanjutnya disiapkan untuk menjalankan tugas di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.

Daftar petugas upacara 17 Agustus 2026 di Istana Negara tersebut mencakup anggota Paskibraka yang telah resmi dikukuhkan untuk menjalankan tugas pada peringatan kemerdekaan.

Sementara itu, pembagian posisi teknis setiap anggota dalam formasi pengibaran maupun penurunan bendera tidak dirinci lebih lanjut. (Shofia)

Baca Juga: Doa Upacara HUT RI ke 81 yang Khidmat dan Penuh Makna