Prancis Menjadi Juara Kedua di Turnamen Besar Manakah pada Tahun 2016

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Prancis menjadi juara kedua di turnamen besar manakah pada tahun 2016? Pertanyaan tersebut masih sering muncul dalam pembahasan sejarah sepak bola Eropa modern.
Tim nasional Prancis pada masa itu diperkuat banyak pemain berkualitas dengan kombinasi kecepatan, kreativitas, pengalaman, serta kemampuan menyerang sangat berbahaya.
Turnamen internasional besar sering menghadirkan pertandingan dramatis yang ditentukan detail kecil, terutama ketika laga final berlangsung hingga perpanjangan waktu panjang.
Prancis Menjadi Juara Kedua di Turnamen Besar Manakah pada Tahun 2016 Setelah kalah dari Portugal?
Prancis menjadi juara kedua di turnamen besar manakah pada tahun 2016? Dikutip dari uefa.com, tim nasional Prancis menjadi runner-up atau juara kedua pada ajang UEFA Euro 2016 setelah kalah dari Portugal di partai final.
Pertandingan penentuan gelar tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Portugal melalui gol Éder pada babak perpanjangan waktu.
Final Euro 2016 berlangsung di Stade de France, Saint-Denis, pada 10 Juli 2016. Prancis tampil sebagai tuan rumah turnamen dan datang dengan status salah satu favorit juara.
Dukungan publik sendiri membuat Les Bleus memiliki tekanan besar untuk menutup turnamen dengan trofi di kandang sendiri.
Perjalanan Prancis menuju final sebenarnya cukup meyakinkan. Tim asuhan Didier Deschamps tampil produktif sepanjang kompetisi dengan kekuatan utama berada di lini serang.
Antoine Griezmann menjadi pemain paling menonjol karena konsisten mencetak gol penting sejak fase grup hingga semifinal.
Pada pertandingan pembuka, Prancis menang 2-1 atas Rumania. Olivier Giroud mencetak gol pertama turnamen, sedangkan Dimitri Payet menjadi penentu kemenangan lewat tendangan spektakuler pada menit akhir.
Kemenangan tersebut langsung meningkatkan kepercayaan diri skuad Prancis sepanjang kompetisi.
Prancis kemudian melaju mulus melewati fase grup sebelum mengalahkan Republik Irlandia pada babak 16 besar. Antoine Griezmann menjadi pahlawan kemenangan melalui dua gol cepat pada babak kedua.
Lini tengah Prancis juga tampil solid berkat peran Paul Pogba dan Blaise Matuidi.
Babak perempat final mempertemukan Prancis dengan Islandia yang saat itu menjadi kejutan terbesar turnamen. Les Bleus tampil dominan dan menang telak 5-2.
Olivier Giroud, Antoine Griezmann, Dimitri Payet, serta Paul Pogba berhasil menunjukkan kualitas serangan yang sangat efektif.
Semifinal menghadirkan laga berat melawan Jerman. Prancis sukses menang 2-0 melalui dua gol Antoine Griezmann.
Hasil tersebut terasa spesial karena Jerman datang sebagai juara dunia dan dikenal memiliki kekuatan organisasi permainan yang sangat disiplin.
Partai final melawan Portugal berlangsung jauh lebih sulit dibanding perkiraan banyak pihak. Prancis sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang.
Statistik pertandingan menunjukkan Prancis melepaskan lebih banyak percobaan tembakan dibanding Portugal sepanjang laga.
Portugal mendapat pukulan besar ketika Cristiano Ronaldo mengalami cedera lutut pada menit ke-25. Kapten Portugal tersebut akhirnya ditarik keluar lapangan sambil menangis karena tidak mampu melanjutkan pertandingan.
Situasi itu sempat membuat Prancis dianggap memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara.
Namun, Portugal justru bermain lebih disiplin setelah keluarnya Ronaldo. Pepe tampil sangat kuat di lini belakang bersama José Fonte untuk meredam serangan Prancis.
Penjaga gawang Rui Patrício juga melakukan sejumlah penyelamatan penting dari peluang Antoine Griezmann dan André-Pierre Gignac.
Peluang terbaik Prancis pada waktu normal hadir menjelang akhir pertandingan. André-Pierre Gignac berhasil melewati pemain bertahan Portugal dan melepaskan tembakan dari sudut sempit.
Bola hanya mengenai tiang gawang sehingga peluang emas tersebut gagal menghasilkan gol.
Pertandingan kemudian berlanjut ke babak extra time karena skor tetap 0-0 selama 90 menit. Portugal akhirnya mencetak gol kemenangan pada menit ke-109 melalui Éder.
Penyerang pengganti tersebut melepaskan tendangan jarak jauh yang gagal dijangkau Hugo Lloris.
Gol Éder membuat Portugal meraih gelar Euro pertama sepanjang sejarah. Sementara itu, Prancis harus puas menjadi runner-up di depan pendukung sendiri.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena Les Bleus sebenarnya tampil cukup dominan selama pertandingan berlangsung.
Meskipun gagal menjadi juara, beberapa pemain Prancis tetap mendapat penghargaan individu. Antoine Griezmann keluar sebagai pencetak gol terbanyak Euro 2016 dengan enam gol dan dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen oleh UEFA.
Prancis menjadi juara kedua di turnamen besar manakah pada tahun 2016 akhirnya mengarah pada jawaban UEFA Euro 2016 setelah kekalahan dramatis dari Portugal.
Turnamen tersebut masih dikenang sebagai salah satu final paling emosional dalam sejarah sepak bola Eropa modern. (Khoirul)
Baca Juga: Cerita Bangsa Prancis FC Mobile Lengkap dan Cara Menyelesaikannya
