Konten dari Pengguna

Profil City Football Group: Sejarah, Klub, dan Strategi Bisnis

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Profil City Football/Unsplash/Wesley Tingey
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Profil City Football/Unsplash/Wesley Tingey

Profil City Football Group menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan pencinta sepak bola modern karena keberhasilan grup ini membangun jaringan klub global di berbagai benua.

Berdiri sejak tahun 2013, City Football Group (CFG) hadir sebagai pelopor model kepemilikan multi-klub yang menggabungkan filosofi permainan terintegrasi, pengembangan talenta muda, hingga ekspansi komersial lintas negara.

Grup ini membawa pendekatan bisnis yang berbeda dari pemilik klub tradisional, yaitu menciptakan ekosistem sepak bola yang menyatukan data, teknologi, serta strategi investasi jangka panjang.

Profil City Football Group

Ilustrasi Profil City Football/Unsplash/Marcel Strauß

Profil City Football Group juga menarik karena jaringan klubnya yang sangat luas, seperti Manchester City, Girona FC, Palermo FC, New York City FC, Mumbai City FC, hingga Yokohama F. Marinos.

Melalui jaringan global ini, CFG tidak sekadar membeli klub, tetapi membentuk ekosistem sepak bola terintegrasi yang berfokus pada identitas permainan, pertumbuhan bisnis, dan pengembangan pemain.

Dikutip dari laman cityfootballgroup.com, Sejarah City Football Group bermula pada Mei 2013 ketika perusahaan ini resmi dibentuk sebagai grup sepak bola global.

CFG dibangun untuk menggabungkan “akar lokal” klub sepak bola dengan dampak global melalui manajemen terpusat dan sistem terintegrasi.

Awal mula visinya bermula lebih awal, yaitu sejak Abu Dhabi United Group (ADUG) yang dikaitkan dengan Sheikh Mansour mengambil alih Manchester City pada 2008.

Melalui proses yang berlanjut, struktur bisnis kemudian berkembang menjadi City Football Group untuk menaungi klub-klub di berbagai negara.

CFG mayoritas dimiliki oleh Newton Investment & Development LLC milik Sheikh Mansour bin Zayed. Silver Lake, perusahaan investasi teknologi asal Amerika Serikat, memiliki sekitar 18% saham, sementara sebagian kecil lainnya dimiliki oleh CMC dan CITIC Capital. Struktur kepemilikan ini memperkuat kapasitas finansial dan jaringan global CFG.

Strategi Bisnis City Football Group

Ilustrasi Profil City Football/Unsplash/Daniel Norin

Berikut adalah strategi bisnis dari City Football Group.

1. Model Multi-Club Ownership

CFG menerapkan model kepemilikan banyak klub untuk menciptakan sinergi dalam pengembangan pemain, pemasaran, dan gaya permainan.

2. Filosofi Permainan Terpadu

Banyak klub menerapkan gaya bermain proaktif dan dominan untuk memudahkan pertukaran pemain dan adaptasi sistem.

3. Data dan Teknologi

CFG menggunakan teknologi data, cloud, dan analitik untuk meningkatkan performa klub dan pengelolaan bisnis.

4. Ekspansi Komersial Global

Keberadaan klub di berbagai benua memudahkan kerja sama sponsor global dan memperluas pasar.

5. Keberlanjutan dan Komunitas

CFG juga fokus pada program lingkungan, sosial, dan edukasi yang mendukung komunitas lokal.

Itulah profil City Football Group beserta sejarah, daftar klub, dan strategi bisnisnya yang membentuk kekuatan besar dalam industri sepak bola global. (Arif)

Baca juga: ‎Jadwal ETMC 2025 Ende Lengkap untuk Penggemar Sepak Bola