Konten dari Pengguna

Profil Stadion Azteca, Stadion Bersejarah Piala Dunia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi profil Stadion Azteca. Foto: Unsplash.com/Vienna Reyes
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi profil Stadion Azteca. Foto: Unsplash.com/Vienna Reyes

Profil Stadion Azteca terus menarik perhatian pecinta sepak bola karena arena bersejarah ini memiliki catatan panjang dalam berbagai turnamen internasional.

Bangunan megah di Kota Meksiko tersebut menjadi saksi sejumlah pertandingan penting yang melibatkan pemain-pemain terbaik dari berbagai generasi.

Nilai historis yang melekat pada stadion ini menjadikannya salah satu ikon olahraga paling dikenal di kawasan Amerika Utara.

Profil Stadion Azteca dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

Ilustrasi profil Stadion Azteca. Foto: Unsplash.com/安 崔士

Dikutip dari historicalmx.org, berikut adalah profil Stadion Azteca yang dikenal sebagai salah satu stadion sepak bola paling legendaris di dunia dan berlokasi di Mexico City, Meksiko.

Stadion ini resmi dibuka pada tahun 1966 setelah proses pembangunan yang dimulai pada 1962.

Pembangunannya dilakukan sebagai bagian dari persiapan Meksiko dalam menyambut berbagai ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade 1968.

Estadio Azteca dirancang oleh arsitek Pedro Ramírez Vázquez dan Rafael Mijares. Dalam proses perancangannya, kedua arsitek tersebut mempelajari berbagai stadion terkenal di Spanyol, Inggris, Prancis, dan Italia.

Berbagai unsur dari stadion-stadion Eropa kemudian diadaptasi untuk menciptakan arena sepak bola yang mampu bersaing dengan venue besar dunia.

Biaya pembangunan stadion saat itu mencapai sekitar 260 juta peso. Sejak diresmikan, stadion ini berkembang menjadi salah satu fasilitas olahraga terbesar di kawasan Amerika Latin.

Saat ini kapasitas resminya sekitar 83.000 penonton, meskipun pada beberapa kesempatan di masa lalu jumlah penonton yang hadir pernah jauh lebih besar.

Nama Estadio Azteca tercatat dalam sejarah sebagai satu-satunya stadion yang pernah menjadi tuan rumah dua final Piala Dunia FIFA, yaitu pada edisi 1970 dan 1986.

Catatan tersebut menjadikan stadion ini memiliki posisi istimewa dalam sejarah sepak bola internasional.

Pada Piala Dunia 1970, stadion ini menjadi lokasi pertandingan final yang mempertemukan Brasil dan Italia. Namun, salah satu pertandingan yang paling dikenang berlangsung pada babak semifinal antara Italia dan Jerman Barat.

Pertandingan tersebut menghasilkan lima gol pada masa perpanjangan waktu dan sering disebut sebagai "Game of the Century" atau pertandingan abad ini.

Laga tersebut juga dikenang karena Franz Beckenbauer tetap bermain meskipun mengalami cedera bahu.

Momen bersejarah lainnya terjadi pada Piala Dunia 1986. Stadion ini menjadi lokasi dua gol paling terkenal dalam sejarah sepak bola yang dicetak Diego Maradona saat Argentina menghadapi Inggris pada babak perempat final.

Gol pertama dikenal sebagai "Hand of God", sedangkan gol kedua terkenal dengan sebutan "Goal of the Century" setelah Maradona melewati sejumlah pemain lawan sebelum mencetak gol.

Pada turnamen yang sama, Estadio Azteca kembali menjadi tuan rumah partai final. Argentina akhirnya keluar sebagai juara dunia setelah mengalahkan Jerman Barat dengan skor 3-2.

Gambar Maradona mengangkat trofi Piala Dunia di stadion tersebut menjadi salah satu foto paling ikonik dalam sejarah olahraga.

Selain digunakan untuk pertandingan internasional, stadion ini juga menjadi markas tim nasional Meksiko.

Arena tersebut kerap menjadi lokasi pertandingan penting yang melibatkan tim berjuluk El Tri. Suporter Meksiko menjadikan stadion ini sebagai salah satu simbol kebanggaan sepak bola nasional.

Dalam kompetisi domestik, Estadio Azteca digunakan oleh Club América dan Cruz Azul. Beberapa klub lain seperti Pumas, Atlante, Atlético Español, dan Necaxa juga pernah menjadikan stadion ini sebagai kandang dalam periode tertentu.

Fungsi stadion tidak terbatas pada sepak bola. Berbagai acara besar pernah digelar di sini, termasuk pertandingan NFL yang mempertemukan tim-tim sepak bola Amerika Serikat.

Kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1979 juga menarik puluhan ribu orang ke stadion ini. Sejumlah modernisasi dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Pengelola menambahkan area suite eksklusif di tingkat bawah, memasang layar raksasa di sisi stadion, serta menghadirkan sistem kamera gantung berteknologi tinggi yang mampu menjangkau hampir seluruh area lapangan secara cepat.

Estadio Azteca juga pernah mencatat rekor penonton pada final Piala Dunia U-17 FIFA 2011. Saat itu, sebanyak 98.943 penonton memenuhi stadion untuk menyaksikan pertandingan puncak turnamen tersebut.

Pada Piala Dunia FIFA 2026, stadion ini kembali mencetak sejarah. Estadio Azteca ditetapkan sebagai lokasi pertandingan pembuka turnamen yang berlangsung pada 11 Juni 2026.

Meksiko dijadwalkan memainkan laga pertama di stadion tersebut sekaligus menjadikannya stadion pertama dalam sejarah yang menjadi tuan rumah pertandingan pembuka Piala Dunia sebanyak tiga kali, setelah sebelumnya melakukannya pada 1970 dan 1986.

Profil Stadion Azteca menunjukkan bagaimana sebuah arena olahraga dapat menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah sepak bola dunia selama puluhan tahun.

Catatan pertandingan legendaris, kapasitas besar, serta statusnya sebagai tuan rumah berbagai ajang bergengsi membuat stadion ini tetap memiliki tempat khusus dalam dunia olahraga internasional. (Shofia)

Baca Juga: Harga Tiket Nobar Persib vs Persija di Stadion GBLA dan Cara Belinya